.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Tokoh
E-mail

Jalan Terjal Pramoedya Ananta Toer

NapakTilas Memasuki Usia Ke-81

Pengantar

Bung Pram atau Pramoedya Ananta Toer, pada 06 Februari ini memasuki usia ke-81. Perjalanan berliku yang dialami pengarang terbesar Indonesia ini, terutama dalam memperjuangkan sendi-sendi kemanusiaan, adalah pelajaran berharga yang pantas kita petik. Sebab, pada akhirnya masyarakat dunia pun kini semakin menerima Pram bukan saja sebagai pengarang yang genius atau intelektual yang kritis, namun lebih dari itu Pram adalah pejuang kemanusiaan yang kukuh.

PRAMOEDYA Ananta Toer adalah gudang cerita. Anda pasti punya banyak cerita dari cerita-cerita yang ditulis Bung Pram. Pengarang terbesar Indonesia hingga saat ini tersebut tak pernah mewariskan bacaan murahan pada kita. Pengakuan dari rasa kagum ini pun bukan hanya milik bangsa kita saja, melainkan lebih dari 36 negara asing yang telah menjangkau dan menerjemahkan sejumlah karya Pram.

Dalam perspektif biner, kisah Pram bukanlah segumpal epos kemenangan. Tentu, sebab lebih dari separuh hidupnya, langkah Pram bergeming tepat di suatu negeri yang tak pernah bisa memahaminya. Dalam setiap periode kekuasaan 'rezim', Pram tak pernah luput dari tuduhan, penghardikan, dan penjara.

Last Updated on Friday, 09 March 2012 07:12 Read more...
 
E-mail

KOMPAS, SABTU, 13 SEPTEMBER 2008

Dari Terompet Masyarakat Ke Medayu Agung

BIODATA

* Mama: Oei Hiem Hwie

* Lahir: di Malang, 24 November 1935

* Istri: Sri Widiati (50)

* Anak:

- Adi Sandika (24)

- Yudi Sandika (23)

* Pendidikan: .

- SD-SMA Taman Harapan Malang

- Universitas Res Publica Surabaya (kini Universitas Surabaya) Jurusan Publisistik

Sejak remaja, Oei Hiem Hwie yang tumbuh besar di Malang, Jawa Timur, se­nsing membaca dan mengumpulkan buku. Semua koran, majalah, dan buku yang dibeli ayah atau dimiliki kakeknya, tanpa disuruh, dia simpan rapi. Bahkan uang jajan juga dia gunakan untuk membeli buku, teks pidato para tokoh politik, atau majalah.

Sekarang, tidak kurang dari 25.000 koleksi Oei itu tersimpan di perpustakaan di bawah Yayasan Medayu Agung Surabaya. Koleksinya teratama buku-buku ilmu sosial dan sejarah, Wiping dari media cetak, dan dokumentasi foto. Buku asli Mem Kampf karya Hitler, misalnya yang sudah banyak dimusnahkan menjadi salah satu koleksinya.

Oei tak menikmati sendiri semua koleksi itu. Akan tetapi, setiap orang bisa memanfaatkan koleksi dan mencari data di per­pustakaan tersebut. Dengan ko­leksi itu, Oei berharap setidak-nya bisa membantu membangun karakter masyarakat dan mengembangkan budaya riset.

"Buku-buku ini adalah senjata untuk meluruskan sejarah, se-telah diputarbalikkan Orde Baru," tutur Oei.

Cita-citanya sederhana. la ingin memiliki gedung perpus­takaan besar, lengkap dengan ruang diskusi dan terletak di lokasi yang strategis.

Last Updated on Wednesday, 07 March 2012 07:14 Read more...
 
E-mail

Media Indonesia

Cita – Cita Mulia

NAMANYA Dauzan Farook. Sudan keriput dan agak bongkok. Usia sudah lewat 82 tahun. Lensa kacamata minus 4 dan kaca pembesar selalu tergantung. Pak tua ini sejak 1990 mendirikan Mabulir alias'majalah dan buku keliling bergilir.Dari Kauman, bekas rumah mendiang bapaknya, ia berkeliling menyambangi jalan-jalan Yogyakarta. Dengan sepeda motor tua, ditemani asisten setia. Bermodal dari tunjangannya sebagai bekas pejuang veteran dan sumbangan para dermawan.

la ingin masyarakat Indonesia pintar melalui pengetahuan dan dengan melawan kebodohan.Semua kekayaan bacaan itu dipinjamkan gratis bagi semua warga. Modelnya disebarkan, bukan untuk konsumsi pribadi, tap! mesti digilirkan dalar bentuk kelompok pembaca. Dari sini konsep multilevel reading pun terbentuk.Katanya, sekarang bukan saatnya lagi perang senjata, melainkan era perang informasi. Karena peradaban bertumpu pada buku bacaan ia memancarkan berbagai pandangan, gagasan, da pemikiran.

Dan setiap hari pak tua ini tetap setia menyambangi gang-gang sempit di Yogyakarta. Demi sebuah cita-cita mencerdaskan bangsa.


Last Updated on Wednesday, 07 March 2012 07:01
 
E-mail

KOMPAS, SABTU, 19 AGUSTUS 2006

Catatan Sol Sepatu

Seharusnya judulnya bukan Catatan Bawah Tanah, tetapi Catatan Sol Sepatu," kata Fadjroel Rahman mengomentari buku kumpulan puisinya selama ia dipenjara yang diterbitkan oleh Yayasan Obor Indo­nesia beberapa tahun lalu. Menurut aktivis mahasiswa ITB yang pernah merasakan hidup di LP Nusakambangan saat Orde Baru masih berkuasa ini, buku kumpulan puisinya itu merupakan kum­pulan potongan-potongan naskah yang ia tulis dan disimpan di balik sol sepatu ketsnya yang sengaja ia lepas. "Nah, kalau ada tertian yang membesuk, aku ka-sih ke mereka dan merekalah yang mengumpulkannya," tutur Fadjroel.

Suasana sepi dan pengapnya bilik penjara berukuran 3x4 meter itu tidak selamanya menjadi mimpi buruk orang yang terpaksa tinggal di dalamnya sehingga mereka tidak dapat menghasilkan sesuatu. Banyak karya besar di dunia sastra yang ditulis dari balik jeruji penjara, sebut saja karya-karya Karl May maupun tetralogi Pramoedya Ananta Toer yang terkenal itu. "Ini sebenarnya adalah satu kesepian yang hampir puncak, di mana dunia ini seperti anonim. Dalam suasana anonim itu kita tiba-tiba jadi jernih. Kita seakan-akan bisa menghadirkan orang yang menulis buku. Ada satu sajak yang menceritakan bagaimana aku merasakan Socrates ada di kamar ini, Plato juga ada. Mereka seakan-akan hadir dan berbicara dengan aku. Aku jadi tidak merasa kesepian karena aku merasa kamarku penuh dengan penulis-penulis besar dan aku bercakap-cakap dengan mereka," kata Fadjroel menambahkan.

Last Updated on Wednesday, 07 March 2012 06:57 Read more...
 


Page 3 of 5

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 78
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125080
Jantung_Sekolah1.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC