.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Tantangan Demokrasi (2)


      R William Liddle

      Profesor Emeritus llmu Politik The Ohio State University

      Yang terjadi pada zaman reformasi ini bukanlah penerusan oligarki kompleks. melainkan sebuah proses fragmentasi pemerintahan yang menciptakan ribuan penguasa sambil tidak mengubah dasar ekonomi kapitalis pasar. Bagaimana mengatasinya?

      Saran saya ada dua. Pertama, dalam jangka pendek kita memerlukan sebuah teori tindakan yang mampu menerangkan peran aktor dalam konteksnya sambil menyadari bahwa distribusi sumber daya politik tidak merata. Untuk itu, kita bisa belajar banyak dari jalan yang dirintis hampir 500 tahun lalu oleh filsuf politik Niccolo Machiavelli dan empat ilmuwan politik Amerika: Richard E Neus­tadt, James M Burns, John W Kingdon, serta Richard J Samuels.

      Kedua, dalam jangka panjang, kita perlu mengembangkan dan menyebarluaskan berbagai macam sumber daya politik demi terciptanya pola distribusi yang lebih merata. Pada zaman kita, pendekatan Machiavelli kepada studi kekuasa-an, khususnya peran sang pengua­sa, diteruskan oleh ilmuwan poli­tik Richard E Neustadt dan James MacGregor Burns. Dalam Presi­dential Power (1960), Neustadt melanjutkan fokus empiris Machi­avelli akan peran penguasa AS.

      Bagi Neustadt, kekuatan untuk meyakinkan (the power to persua­de) merupakan sumber daya poli­tik utama yang dimiliki atau bisa diciptakan seorang presiden. Keberhasilan program dan kebijakannya sangat bergantung pada kesediaan dan kesanggupannya meyakinkan tiga jenis orang anggota pemerintahan, masyarakat, dan pemilih pada umumnya (termasuk pers dan lernbaga-lembaga opini publik yang melaporkan dan ikut membentuk pendapat masyarakat pemilih).

      Berdasarkan penelitiannya tentang tiga presiden Franklin Roo Eisenhower Neustadt menyimpulkan bahwa ada lima faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu kebijakan atau program presiden. Presiden sendiri harus terlibat sepenuhnya dalam proses pengambilan keputusannya Kafe-kata presiden fiarus unambiguous, tidak samar-samar. Pesan presiden harus disiar-kan seluas-luasnya. Alat dan sum­ber daya yang tersedia untuk pelaksanaannya harus mencukupi. Dan, penerima pesan presiden ha­rus mengakui kekuasaan dan keabsahannya sebagai pembuat ke­bijakan program bersangkutan.

      Kesimpulan

      Tantangan terbesar terhadap demokrasi bermutu-pada masya­rakat modern terdiri atas pembagian sumber daya politik yang ti­dak merata. Setidaknya, kalau demokrasi dimaknai sebagai kesetaraan politik antara .semua warganegara, sebagaimana definisi Robert Dahl, salah satu peneipta tersohor teori demokrasi abad ke-20. Sayangnya. cita-cita itu sulit diwujudkan pada ekonomi kapi­talis pasar, baik yang maju seperti Amerika maupun yang sedang berkembang seperti Indonesia.

      Masalahnya secara ironis, kapitalisme pasar sekaligus merupa­kan dasar ekonomi mutlak buat negara demokratis modern sambil menggerogoti terus dasar politik negara tersebut. Serangan paling terkenal terhadap kapitalisme selama ini diluncurkan pada pertengahan abad ke-19 oleh teoretikus sosial Karl Marx yang menguta-makan perbenturan kelas selaku kekuatan dinamis dalam sejarah. Namun, Marx dan pengikutnya sampai abad ke-21 tidak banyak membantu kita memahami apa yang harus kita buat untuk memperbaiki demokrasi.

      Contoh di Indonesia: tulisan-tulisan Richard Robison dan Vedi Hadiz. Selain yakin berlebihan terhadap peran perbenturan kelas, mereka menyepelekan mandirinya lembaga-lembaga demokrasi yang dijuluki demokrasi borjuis, demokrasi yang hanya melayani ke-pentingan kelas kapitalis.

      Niccolo Machiavelli, filsuf poli­tik Italia abad ke-16, lebih tepat selaku pemandu global abad ke-Machiavelli terfokus pada peran individu sebagai aktor mandiri yang memiliki, menciptakan, dan memanfaatkan sumber daya politik.

      Ia menawarkan kerangka berharga. terdiri atas konsep-konsep virtu dan fortuna, yang bisa di-manfaatkan untuk menciptakan teori tindakan bafu pada zaman kita. Virtu, keterampilan atau kejaritanan erartUuas semua sum­ber daya yang berguna bagi aktor politik untuk mencapai tujuannya.

      Fortuna berarti kans atau ke-beruntungan, tetapi dalam pengertian kondisi-kondisi alamiah dan sosial serta kejadian-kejadian yang dihadapi sang alttor, tanpa implikasi keharusan atau nasib. Kita juga diingatkan Machiavelli bahwa ada. tensi, mungkin tak terhindarkan sepanjang masaan­ tara moralitas pribadi dan morali-tas politik

      Teori tindakan Machiavelli di-terapkan secara persuasif oleh se-jumlah ilmuwan politik di Ameri­ka pada paruh kedua abad ke-20 dan dasawarsa pertama; abad ke-21. Richard Neustadt mengamati dari dekat tiga presiden Amerika: Franklin Roosevelt, Harry Tru­man, dan Dwight Eisenhower.

      Bagi Neustadt, sumber daya politik terpenting seorang presiden yang mau berprestasi adalah the power to persuade, kekuatan untuk meyakinkan orang lain tentang kebijakan-kebijakannya, Neustadt menawarkan lima ukuran keber­hasilan presidensial: keterlibatan pribadi sepenuh hati; pernyataan posisi yang tidak samar-samar; pesan yang disiarkan seluas-luas­nya; persiapan pelaksanaan yang matang; serta pengakuan keabsahan presiden oleh kelompok-kelompok masyarakat yang terlibat atau berkepentingan.

      James MacGregor Burns, in-telektual dan aktivis kiri ternama, menulis tatkala Amerika sedang bergejolak akibat protes gerakan hak sipil minoritas Amerika-Afrika dan perlawanan luas terhadap perang Amerika di Vietnam. Da­lam bukunya yang terbaik, Lea­dership, ia menciptakan konsep-konsep followership, kepengiku-tan, dan transforming leadership, kepemimpinan yang mengubah masvarakat secara mendasar. Petung pada pengejaran moralitas tinggi antara pemimpin dan peng-ikut secara intensif, bersama. dan terus-menerus. Burns menegaskan bahwa kepemimpinan tak terpi-sahkan dari moralitas, lalu memuji Mao Zedong selaku transforming leader.

      Ilmuwan favorit saya selaku penerus tradisi pernikiran Machi­avelli adalah John Kingdon, profesor ilmu politik kawakan di Universitas Michigan. Kingdon me-nerjemahkan konsep-konsep pokok Machiavelli dalam bahasa stu­di kebijakan umum dan ilmu poli­tik empiris, perhatian utama saya sendiri sejak masa mahasiswa.

      Kita diajak membayangkan proses pembuatan kebijakan umum yang terdiri atas tiga aliran penemuan masalah, penciptaan usul-usul kebijakan, dan kejadi­an-kejadian politik. Tiga aliran itu dipertemukan oleh wiraswas-tawan kebijakan yang peka ter­hadap terbuka dan tertutupnya jendela keputusan. Alangkah baiknya kalau buku Kingdon diterjemahkan dalam bahasa In­donesia dan dipakai ilmuwan poli­tik Indonesia untuk memperbaiki pengertian kita semua tentang hal-hal yang menghambat pen-ingkatan mutu demokrasi.

      Tokoh terakhir saya, Richard Samuels, pakar Jepang di Mas­sachusetts Institute of Technology, menawarkan kerangka baru yang berbobot sambil menelusuri proses modernisasi abad ke-19 dan ke-20 di Jepang dan Italia. Tiga unsur utamanya: alat-alat mobilisasi yang diberi label membeli, meng-gertak, dan mengilhami; peran warisan dalam proses pengambi­lan keputusan; serta pelonggaran kendala yang konon dilakukan semua pemimpin yang berhasil mengubah sejarah.

      Selaku negara-negara terlam-bat dalam proses modemisasi, boleh jadi Jepang dan Italia bermanfaat sebagai model buat Indonesia. Akhir kata, kita diingatkan Dahl bahwa penambahan dan pemerataan sumber daya politik demi tercapainya demokrasi bermutu merupakan masalah tersendiri. Baik di Indonesia maupun di Amerika, jurang pemisah tetap menganga antara yang mampu dan yang kurang mampu berpolitik.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 691 clicks
      • Average hits: 8.9 clicks / month
      • Number of words: 3627
      • Number of characters: 31757
      • Created 6 years and 6 months ago at Tuesday, 01 May 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 120
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091493
      DSCF8761.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC