.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      TANGISAN BUKU INDONESIA
      Page 2
      Page 3
      All Pages

      Memang saya akui, telah banyak para cendekiawan yang berteriak tentang pentingnya saya buat kemajuan bangsa. Hampir semua cendekiawan di negeri ini telah mengatakannya, di antaranya mereka mengatakan bahwa saya ini adalah sebagai kekutan budaya (Jalaluddin Rakhmat), sarana keunggulan bangsa (Mohammad Sobary), pembentuk identitas individu dan bangsa (Azyumardi Azra), indikataor kualitas bangsa (Ki Supriyoko), kunci perubahan dunia ( A.M. Fatwa), tetapi suara mereka semuan bagaikan ”anjing menggonggong kafilahpun tetap berlalu.”

      Kadang, di negeri ini, saya sangat iri pada nasib makanan, minuman, dan pakaian. Mereka semua hidup dengan penuh sanjungan dan kemuliaan. Di manapun mereka berada selalu menjadi pusat perhatian dan ditempatkan pada singgasana di sanubari masyarakat. Malah, kalau kita perhatikan hampir sebagian besar penduduk hidup kesehariannya hanya untuk memperebutkan mereka semua.

      Di sepanjang jalan iklan-iklan mereka berjejal memenuhi ruang yang sudah penuh sesak, restaurant, toko-toko, kios-kios, kedai-kedai, warung-warung, resto, kafe. pokoknya di mana ada ruang di situ pasti ada tempat mereka. Iklan di televisi hampir 95 persen semuanya menawarkan tentang mereka, sponsor acara-acara televisi hampir 100 persen adalah makanan, minuman , dan pakaian, “wisata kuliner” adalah salah satu acara yang paling disukai ibu-ibu. Dalam merayakan hari-hari tertentu mereka sibuk dijadikan hadiah ulang tahun, selamatan, parcel lebaran, dan lain-lain. Sampai-sampai Hernowo memberi judul bukunya harus menyinggung nama makanan, yaitu “Andai Buku Sepotong Pizza”. ( Kaifa: 2003). Atau Gede H. Cahyana memiliki sebuah khayalan yang agak aneh dan “gila”: Demi meluaskan cakrawala ilmu masyarakat, khususnya kaum Muslimin, bagaimana kalau ketupat dan opor lebaran itu diganti dengan buku, majalah, atau koran? (Pikiran Rakyat, 31 Oktober 2006)

      Makanya saya tidak begitu heran kalau Ahmad Tohari mengemukakan bahwa kebanyakan mahasiswa lebih mementingkan membeli pulsa HP daripada membeli saya. Bahkan mungkin lebih dari itu, banyak mahasiswa lebih mendahulukan rokok daripada kartu keanggotaan perpustakaan. Itu semua merupakan cermin atau duplikasi dari watak wanyarakat kita yang lebih suka yang segera bisa dinimakti daripada hal-hal yang baru membuahkan hasil di masa depan.(Republika, 3 Juli 2006)

      Di perpustakaan saya pun seperti hidup di dalam penjara. Ada sih pengunjung yang datang, tapi kebanyakan hanya datang untuk membezoek saya. Saya hanya dilihat dan disapa sebentar kemudian disimpan lagi, lalu pengunjung pulang lagi. Persis, persis sekali saya ini seperti narapidana, yang hanya boleh dibezoek dan tidak boleh dibawa pulang. Kemungkinan saya untuk disapa juga sangat kecil karena perpustakaan-perpustakaan di Indonesia memiliki jam buka yang pendek. Di tambah dengan penjaga perpustakaan (pustakwan) yang betul-betul seperti sipir penjara. Mereka hanya berperan sebagai penunggu dan perawat saya. Apabila saya berdebu meraka hanya membersihkannya, dan apabila jilid saya rusak mereka hanya memperbaiki ulang.Maka pantas apabila pustakawan menduduki “kasta” yang rendah dalam jabatan fungsional di instansi pemerintah. Memang tidak semua seperti itu, tapi kebanyakan mereka seperti, dalam istilah Sunda “monyet ngagugulung kalapa” ( hanya tahu bentuk luarnya, tapi tidak tahu isinya). Oleh karenanya, saya benar-benar terpenjara di perpustakaan. Tolong bebaskan saya !!!

      Saya betul-betul merasa sedih dan frustrasi selama berada di Indonesia. Oleh karena itu apabila orang Indoneisa masih tidak mau memperdulikan nasib saya, maka saya akan keluarkan kutukan: jadilah orang/bangsa yang bodoh, miskin, pecundang, bangsa yang layak jajah, bangsa yang tidak memiliki harga diri! Maafkan saya lahir dan bathin.



      Comments
      Hadi Sardini   |2009-11-01 17:50:45
      Artikel2 nya menarik sekali bwt bhn referensi diskusi
      edi sependi   |2009-12-12 21:52:00
      artikelnya memberi pengetahuan baru bagi saya, terimakasih.
      Sudia   |2010-03-23 16:36:54
      masih ada waktu, kami (bangsa Indonesia) sedang akan memperbaiki hubungan
      denganmu (buku)
      susilo   |2010-06-16 20:42:31
      Ah masak sih?
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 6490 clicks
      • Average hits: 51.9 clicks / month
      • Number of words: 2250
      • Number of characters: 16931
      • Created 11 years and 5 months ago at Tuesday, 02 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 95
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125283
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC