.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Taman Bacaan
E-mail

KOMPAS, 13 DESEMBER 2009

Oase Intelektual Fadli Zon


Kecuali tulisan besar di bagian fasad, Fadli Zon Library, bangunan di kawasan Penjernihan, Jakarta Pusat, itu tampak seperti rumah biasa bertingkat tiga dengan desain seperti layaknya rumah-rumah yang dibangun dua-tiga tahun terakhir, bersih dan minimal.

OLEH NINUK MARDIANA PAMBUDY

Saya ingin membangun oase intelektual. Banyak orang Indonesia tidak suka baca. Mudah-mudahan perpustakaan ini bisa menginspirasi orang yang punya kemampuan lebih besar dari saya juga membangun pusat-pusat intelektualisme yang bisa mencerdaskan masyarakat dari-pada membuat ruang-ruang ko-song yang hanya aktif saat pilkada," tutur Fadli di ruang kerjanya di perpustakaan itu.

Di ruang kerja di lantai dasar itu suasana perpustakaan sudah terasa. Di satu sisi dindingnya terdapat lemari kaca dari lantai ke langit-langit, penuh berisi buku. Di dinding yang lain terdapat patung kayu karya Hendra Gunawan dan lukisan karya Le Mayeur, pelukis yang lama menetap di Bali pada tahun 1930-an.

Di situ tersimpan buku-buku tua, antara lain naskah kuno Serat Cabolek yang ditulis Yosodi-puro, Lokapala, dan Wulangreh yang berwujud tulisan tangan dan disalin dari buku aslinya pa-da tahun 1800-an dalam huruf Jawa Kuno. "Buku yang tertua berasal dari tahun 1747, tulisan Rumphius tentang flora Ambon," jelas Fadli.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 21:20 Read more...
 
E-mail

REPUBLIKA, 14 MEI 2010

Nihil, Alokasi Anggaran

Pembelian Buku Baru

Minat baca masyarakat Purwakarta, dinilai masih cukup tinggi. Setiap hari, tercatat 150 warga yang merupakan kalangan umum, mahasiswa dan pelajar, mencari buku di kantor perpus-takaan. Seiring dengan hal itu, kebutuhan buku baru juga terus bertambah. Sayangnya, Kantor Perpustakaan Kabupaten Purwakarta, tak bisa merealisasikan pengadaan buku baru di tahun anggaran 2010 ini. Pasalnya, anggaran untuk pembelian buku tidak adalsama sekali.

"Kita akui, anggaran untuk pembelian buku jadi kendala utama. Namun, dengan minimnya anggaran yang tersedia, kita terus berupaya untuk meningkatkan kegemaran membaca di kalangan masyarakat," ujar Kepala Kantor Perpustakaan Purwakarta, Nina Bajry, Kamis (13/5).

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya tak bisa memberikan bantuan kepada perpustakaan saba desa. Bahkan, di internal kantor perpustakaan juga, tak bisa me­realisasikan keinginan pengunjung untuk memeroleh buku baru yang dibutuhkannya.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 21:19 Read more...
 
E-mail

KORAN TEMPO, 13 AGUSTUS 2006

NGERIUNG DI TOKO BUKU

Didatangi Beragam Komunitas

Sebenarnya, konsep book point sebagai ajang berkumpulnya peminat buku dan produk sastra budaya lainnya sudah ada sejak dulu. Di Indonesia khususnya di kota-kota besar tempat berkumpul seperti ini bisa ditemui di toko buku Kinokuniya, QB, dan Aksara.

Biasanya toko-toko buku seperti ini menyediakan lokasi kedai kopi dan kudapan kecil lain­nya. Budaya mengawinkan kedai kopi dan toko buku sendiri sudah dikenal sejak awal abad ke-19 di Amerika Serikat dan sebagian kota di Eropa

Belakangan, karena ingin mendekatkan buku dengan kalangan mahasiswa, di Amerika toko- toko buku berbasis book point ini kemudian didirikan di kampus. Di sini orang bisa duduk membaca buku sampai mata lelah seraya ditemani kopi dan kue-kue kecil.

Berdasarkan evaluasi selama beberapa bulan berdiri, kata Hikmat dari MP Book Point, ditemukan bahwa ada beberapa komunitas yang sering bertandang ke MP. Mereka adalah ibu-ibu yang menunggui anaknya sekolah, anak-anak, penggemar film independen, sastra, musik, dan komik.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 21:17 Read more...
 
E-mail

MEDIA INDONESIA, 16 MEI 2010

MERAYAKAN HARI BUKU DIRUMAH DUNIA

BUKU adalah jendela dunia. Kalian pasti pernah dengar dong pepatah ini? Nah, bagi para pecinta buku, peringatan Hari Buku Nasional, yang jatuh pada 17 Mei, tentu menjadi momen yang menyenangkan. Selain biasanya diadakan bursa buku murah, kemunculan penulis-penulis berkualitas akan semakin merajalela. Pertanyaannya, seberapa besar sih minat anak muda sekarang terhadap buku? Kita, sebagai generasi Glee, pastinya lebih dikenal sebagai budak setia televise atau musik. Sekalipun bicara dengan buku, biasanya tidak jauh-jauhlah kita direkatkan dengan majalah, komjk, atau yang lebih baik lagi, teenager literature (teenlit).

Jadi, sebenarnya peran buku itu sepenting apa sih untuk kita? Teenlit, mulai dari yang kocak seperti buku-buku Kak Raditya Dika, hingga yang puitis seperti buku-buku Xante Dee Lestari, menjadi incaran sebagian remaja kini.

Namun, pada kenyataannya, jumlah remaja peminat buku masih tetap mi­nim. Sebelum menulis laporan ini, kami coba melakukan survei kecil-kecilan terhadap 23 remaja Jakarta usia 14-18 tahun yang kami pilih secara acak.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 21:16 Read more...
 


Page 3 of 6

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 55
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124317
DSCF8794.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC