.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Taman Bacaan
E-mail

PIKIRAN RAKYAT, 18 NOVEMBER 2006

Kisah Agus dan TBM Arjasari


KIAT mengembangkan taman bacaan ternyata bukan hanya terletak pada persoalan bagaimana mengelolanya agar orang disi-plin pinjam dan disiplin me-ngembalikan buku, sebagai penyakit kronis yang sering membuat taman bacaan bangkrut

Menurut Agus Munawar, ke-sulitan utamanya justru terletak pada bagaimana orang ma-sih bisa gemar membaca di abad serba tayang dan serba visual karena terpaan gelombang mancajagat bidang elektronika yang demikian membius.

Kiat inilah yang akhirnya menjadi kelebihan dari Agus Munawar, pria yang kini ber-mukim di RT O4/RW13 Desa/Kecamatan Aijasari, Kabu-paten Bandung. Agus berhasil membuat semua orang mau membaca dan bahkan mau menyedekahkan bukunya untuk menambah koleksi taman bacaannya.

Read more...
 
E-mail

MEDIA INDONESIA, 05 OKTOBER 2009

Keliling Kampung dengan Gerobak untuk Rumah Baca

YUDY Hartanto, 32, dan teman-temannya dulu suka berkeliling kampung dengan gerobak. Bukan sampah yang mereka kumpulkan, melainkan buku, majalah, tabloid, dan bahan bacaan apa saja yang masih layak. Hasilnya adalah ratusan buku. Kini semua buku itu ditampung di teras rumah Yudy yang berubah menjadi rumah baca Zhaffa, Jalan Menara Air RT 7 RW 11 Manggarai, Jakarta Selatan.

Rumah baca itu berdiri sejak Agustus 2008. Awal pendirian rumah baca ini adalah ide Yudy yang didukung teman-temannya di karang taruna Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan.

"Sampai hari ini koleksi buku kami sudah ada 1.500 judul buku. Kami berharap masyarakat yang memiliki buku yang sudah tidak terpakai bisa menyumbangkannya - kepada kami," ujar Yudy kepada Media Indonesia, kemarin.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 20:59 Read more...
 
E-mail

21 JULI-3 AGUSTUS 2005

JOHAN BUDHIE SAVA, Juragan Buku yang dekat dengan Mahasiswa

Mengaku terjun ke dunia bisnis karena terpaksa,ia malah sukses mengembangkan bisnis toko buku hingga ke berbagai kota. Bagaimana liku-liku perjalanan bisnisnya?

Jalan hidup seseorang memang tidak bisa diduga. Seperti halnya JohanBudhie Sava(41 tahun),siapa sangka ia bakal menjadi bos toko buku terkenal di kalangan mahasiswa di Malang atau Yogyakarta? Pria lulusan Universitas Petra Surabaya ini sebenarnya hanya ingin mencari kerja yang layak karena hendak berumah tangga. Namun apa daya, berkali-kali lamaran kerjanya ditolak. Sehingga, ia terpaksa terjun ke dunia bisnis. "Saya memutuskan membuka usaha sendiri tahun 1990," ungkap Johan sembari menarnbahkan, pada tahun itu pula ia meninggalkan status lajangnya.

Usaha yang dipilih adalah bisnis buku. Pria berperawakan tinggi ini terinspirasi sukses kakak ipar-nya yang mengelola toko buku Uranus di Surabaya. Maka, disertai doa dan tekad bulat, dengan bermodalkan Rp45juta— Rp35 juta dari mertua dan Rp 10 juta dari orang tua Johan membuka toko buku Toga Mas di ruang tamu rumah mertuanya di Malang, Jawa Timur. la dibantu oleh sang istri, Swandayani.

Karena belum berpengalaman, kalkulasi Johan sempat meleset. Modal sebesar itu ternyata hanya cukup untuk persiapan awal: Rp 35 juta buat beli buku dagangan, dan yang Rp 10 juta untuk merombak ruang tamu dan kamar tidur menjadi ruang pamer seluas 50 m2.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 15:50 Read more...
 
E-mail

REPUBLIKA, 14 MEI 2010

Eksisnya Perpustakaan Saba Desa

Ita Nina Winarsih

Warga kampung mencibir usaha yang dilakukannya.

Buku adalah jendela dunia. Dengan buku, semua rahasia pengetahuan akan terungkap. Namun, sejak perkembangan teknologi semakin maju, penggemar bu­ku semakin berkurang.

Saat ini, yang cenderung diperhatikan adalah tayangan televisi dan permainan elektronik anak-anak. Bahkan, yang sedang trend tiga tahun terakhir adalah internet.

Meski demikian, jauh dari hingar bingar perkotaan, di Kampung Ngenol RT 10/03, Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, sejak 22 ta­hun yang lalu budaya membaca buku tetap dilestarikan. Penggagasnya adalah Djudju Djunaedi (61 tahun). Dia adalah pensiunan PTPN VIII. Djudju yang lebih dikenal dengan sebutan Abah Udju, merupakan pelopor berdirinya perpusatakaan saba desa di Purwakarta. Dengan se-mangat yang tinggi, sejak 1988, Djudju berkeliling kampung dengan berjalan kaki, menawarkan buku dan majalah kepada warga.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 15:48 Read more...
 


Page 6 of 6

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 93
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125090
DSCF8790.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC