.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Taman Bacaan
E-mail

KOMPAS, JUMAT, 30 JULI 2010

MEMANFAATKAN WAKTU DI KAFE BACA

MuDAers nongkrong di kafe yang menyediakan makanan dan minuman enak udah pasti asik. Tetapi, kadang suasana yang rame enggak cocok buat kalian yang butuh suasana tenang dan nyaman. Apalagi kalau bermaksud mengisi waktu membaca buku.

Dulu mungkin kalian bisa mencari perpustakaan yang sepi atau mungkin tempat sepi lain, dengan mengunci diri di kamar biar enggak diganggu saat baca.

Sekarang lain lagi. Orang mulai memanfaatkan sejumlah kafe baca. Seperti namanya, kafe baca, tempat itu memang bukan kafe sembarangan. Selain bisa menikmati hot capucino, jus segar, atau ma­kanan lain, kita bisa melahap buku dengan nyaman dan tenang.

Selain baca, di kafe baca, kita bisa belajar dan berdiskusi de­ngan teman. Seperti yang di-lakukan Sarah Regina dan Eka Wati. Dua cewek ini akhir-akhir ini sering ke kafe baca untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah/fnereka.

"Di sini tempiitnya tenang. Jadi, enak buat belajar dan mengerjakan tugas," kata Eka, yang ditemui di Kafe Buku. Saking betahnya, Sarah dan Eka suka enggak sadar udah nongkrong di sana hingga berjam-jam lamanya.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 21:07 Read more...
 
E-mail

MEDIA INDONESIA, 20 DESEMBER 2009

FAKTA

Lesehan Buku di Dolly


Prita Hendriana W

LANGKAH Insan Baca diawali pada 28 April 2007. Terdapat empat pengelola perpustakaan independen sebagai pendiri, .yaitu Prita HW (Kedai Baca Walhi Jatim), Kartono (Taman Bacaan Kawan Kami), Harun ; (Perpustakaan Medayu Agung), dan Zafan (Lebah Rumah Baca).

Setelah bermula dari empat pengelola perpusta­kaan independen yang juga pendiri, dan kami sebut sebagai anggota, kini sudah ada 12 perpustakaan independen tergabung dalam jaringan Insan Baca.

Tidak hanya pada lingkup Surabaya, tapi juga meluas di Gresik, Batu, dan Malang. Selain itu, demi menambah jumlah pendukung gerak langkah Insan Baca, di tahun kedua, kami merekrut sejumlah sukarelawan dari multikampus yang tercatat mencapai 60 orang hingga saat ini.

Di tahun pertama, kami getol mengikuti acara literasi di Surabaya, mulai stan di pameran buku, 1.000 Orang Membaca di Peringatan Hari Buku Nasional, Deklarasi Bangkit Membaca di Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, serta hadir di berbagai diskusi serta seminar literasi.

Dari situ, mulailah kami diundang untuk on air di beberapa radio di Surabaya. Sosialisasi kepada masyarakat luas pertama kali kami wujudkan melalui Festival Ayo Membaca yang diadakan di Taman Bacaan Kawan Kami yang terletak di tengah lokal-isasi Dolly.

Ratusan siswa mu­lai TK, SD, SMP, hingga SMA antusias mengikuti lomba mewarnai, menulis surat untuk wall kota, dan membuat karikatur yang semuanya bertema Ayo membaca. Aktivitas mengembangkan pengetahuan individu dan masyarakat akan lebih baik bila dilakukan seimbang. Dari sini, secara internal, kami rutin mengadakan diskusi bulanan yang kami gelar bersamaan dengan Perpustakaan Lesehan untuk masyarakat umum.

Read more...
 
E-mail

MEDIA INDONESIA, 20 DESEMBER 2009

FAKTA

Lesehan Buku di Dolly


Prita Hendriana W

LANGKAH Insan Baca diawali pada 28 April 2007. Terdapat empat pengelola perpustakaan independen sebagai pendiri, .yaitu Prita HW (Kedai Baca Walhi Jatim), Kartono (Taman Bacaan Kawan Kami), Harun ; (Perpustakaan Medayu Agung), dan Zafan (Lebah Rumah Baca).

Setelah bermula dari empat pengelola perpusta­kaan independen yang juga pendiri, dan kami sebut sebagai anggota, kini sudah ada 12 perpustakaan independen tergabung dalam jaringan Insan Baca.

Tidak hanya pada lingkup Surabaya, tapi juga meluas di Gresik, Batu, dan Malang. Selain itu, demi menambah jumlah pendukung gerak langkah Insan Baca, di tahun kedua, kami merekrut sejumlah sukarelawan dari multikampus yang tercatat mencapai 60 orang hingga saat ini.

Di tahun pertama, kami getol mengikuti acara literasi di Surabaya, mulai stan di pameran buku, 1.000 Orang Membaca di Peringatan Hari Buku Nasional, Deklarasi Bangkit Membaca di Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, serta hadir di berbagai diskusi serta seminar literasi.

Dari situ, mulailah kami diundang untuk on air di beberapa radio di Surabaya. Sosialisasi kepada masyarakat luas pertama kali kami wujudkan melalui Festival Ayo Membaca yang diadakan di Taman Bacaan Kawan Kami yang terletak di tengah lokal-isasi Dolly.

Ratusan siswa mu­lai TK, SD, SMP, hingga SMA antusias mengikuti lomba mewarnai, menulis surat untuk wall kota, dan membuat karikatur yang semuanya bertema Ayo membaca. Aktivitas mengembangkan pengetahuan individu dan masyarakat akan lebih baik bila dilakukan seimbang. Dari sini, secara internal, kami rutin mengadakan diskusi bulanan yang kami gelar bersamaan dengan Perpustakaan Lesehan untuk masyarakat umum.

Read more...
 
E-mail

Rumah Baca Mamat Sasmita

Lahir Karena Spirit Budaya

Semua sepakat kebiasaan membaca merupakan jalan menuju kecerdasan. Karena pada bukulah, terkandung segudang ilmu pengetahuan. Semua jenis buku pasti mengandung pesan berharga, tak terkecuali buku daerah.Di tatar priangan, buku daerah yang laku dibaca, yakni buku kesundaan. Bahkan, buku berbahasa Sunda bisa dijadikan andalan sebuah daerah. Berkembang atau tidaknya industri buku berba­hasa Sunda, merupakan indikator tumbuhnya kebudayaan di sebuah daerah.

Perlu adanya kesadaran dari semua pihak untuk kembali mengenalkan buku berbahasa sunda kepada masyarakat. Salah satu 'pejuang' yang kini giat memomulerkan buku berba­hasa Sunda, yakni Mamat Sasmita. Warga Bandung ini memiliki kecintaan yang tinggi terhadap buku-buku Sunda. Pada Februari 2004, Mamat berani membuka ruang baca publik. Tempat ini dinamakan Rumah Baca Buku Sunda Jeung Sajabana. Lokasinya di Perumahan Margawangi, Jl. Margawangi VII No 5, Kota Bandung.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 21:03 Read more...
 


Page 5 of 6

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 126
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124281
DSCF8790.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC