.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      MEDIA INDONESIA, 30 SEPTEMBER 2006

      TOKO BUKU ALTERNATIF DI BULAN PUASA

      GUNTUR, 21, tengah membolak-balik lembar demi lembar halaman sebuah buku yang tengah dipegangnya. Se-orang pria yang semula berada di belakang se­buah meja, beranjak mendekatinya.Beberapa menit kemudian, keduanya terlibat dalam sebuah diskusi. Tidak lama, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung itu menganggukkan kepala dan beranjak ke kasir, membayar buku yang diminatinya.

      Peristiwa di Toko Buku Ultimus, di Jl Lengkong Besar, Kota Bandung ini bukan untuk pertama kalinya terjadi. Di bulah Puasa, peman-dangan seperti itu lebih sering terjadi, sejalan de­ngan meningkatnya jumlah pengunjung.Ultimus adalah salah satu toko buku alternatif di Bandung. Di toko buku seperti ini, tidak hanya buku yang didagangkan, tapi ada tawaran lain, yakni interaksi efektif antara calon konsumen dan pengelolanya.

      "Pelayanan ekstra menjadi ciri khas toko buku alternatif. Pengelola selalu siap memberi informasi tentang isi buku, sekaligus merekomendasikan buku-buku yang baru dan bagus," papar pengelola Ultimus, Bilven.

       

      Beberapa toko buku alternatif lain yang cukup dikenal adalah Bacabaca, di kompleks Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Toko Buku Kecil (To-bucil) di Jl Kyai Gde Tapa, Potluck, Jl Teuku Umar, atau Learning Lights di Jl Siliwangi.

      "Tidak hanya memberi layanan yang intensif, toko buku alternatif juga memberi pilihan berbelanja buku dengan lebih murah. Dibanding to­ko buku besar, harga Buku yang kita jual bisa lebih murah antara 20% hingga 30%," papar Eka, salah seorang pengelola Bacabaca.

      Di Bacabaca, setiap hari takkurang dari 20 pe­ngunjung yang datang. Jumlah ini membengkak dua kali lipat, saat bulan Puasa, terutama menjelang magrib. Kondisi yang sama juga terjadi di Ultimus. Di tempat ini, bahkan tidak jarang calon pembeli yang sengaja datang sejak siang hari dan pulang saat hendak berbuka puasa.

      Keunggulan toko buku alternative jika dibandingkan dengan toko buku biasa, papar Bilven, terletakpada adanya keterbukaan dari pengelola untuk selalu memberikan informasi mengenai ringkasan isi atau merekomendasikan buku-bu­ku yang baru dan bagus kepada konsumennya. Biasanya toko buku alternatif memberikan saran kepada konsumen, mana buku yang bagus atau kalau ada buku-buku baru.

      "Di sini terjadi komunikasi yang intens antara toko buku dengan konsumen. Ini yang membuat toko buku alternatif berbeda dengan toko buku lain yang lebih fokus ke bisnis jual beli buku," Toko buku alternatif umumnya menyediakan buku yang sesuai dengan komunitas pemilik-nya. Maklum saja, toko semacam itu dibentuk oleh sebuah komunitas, yang semua kegiatannya juga diperuntukkan bagi kepentingan komuni­tas sendiri. "Apa yang dihasilkan toko buku komunitas, dikembalikan lagi kepada komunitasnya sendiri," papar pria kelahiran Malang, November 1979 ini.

      Sebagai wadah sebuah komunitas, kegiatan yang dilakukan di Ultimus, tidak hanya sekadar menjual dan membaca buku saja. Di toko buku yang buka dari 09.00 WIB hingga tengah malam ini, ada beberapa kegiatan berbasis komunitas yang tidak hanya berhubungan dengan buku saja.

      Di antaranya ada kegiatan menonton film di sebuah ruangan, yang terletak di samping toko nuku. Selain itu, juga ada pergelaran kesenian, saik musik maupun teater yang digelar di ha-laman belakang bangunan toko buku.

      Selain toko buku, Ultimus juga memiliki perpustakaan. Tidak perlu merogoh kocek, jika ngin membaca, bahkan saat malam hari, juga iitawarkan kopi gratis untuk pengunjungnya.

      "Sepertinya, pendekatan-pendekatan seperti nilah yang membuat konsumen toko buku alternatif merasa dekat dengan toko buku tersebut. Kedekatan ini menguntungkan kedua belah pihak," lanjut Eka.

      Berbeda dengan Ultimus, Reading Lights jutru menitikberatkan pentingnya suasana yai nyaman bagi konsumen. Toko buku alternatif ditata layaknya suasana rumah sendiri, yar membuat pengunjungnya kerasan untuk merr lih dan membaca buku di tempat ini.

      "Suasana nyaman ini makin membuat kera an, karena ada coffeeshop. Saat menjelang magri tidak sedikit pengunjung yang sengaja berbul puasa dan memilih melakukannya di coffeeshop sambil tetap membaca buku," papar Anthon salah seorang pengelola Reading Lights.

      Di toko buku ini, seluruh buku yang dijual adalah buku bekas dan semuanya buku berbahasa asing, Inggris, Belanda, Jerman, dan Prarcis. Kebanyakan bukunya adalah novel, dan beberapa lainnya majalah asing.

      Reading Lights, menurut Anthony, menawai kan buku-buku bekas bermutu dengan harg relatif murah, antara Rp20 ribu hingga Rp40 ribu. Tapi, yang tidak ingin merogoh kocek, bisa juga membacanya dengan gratis di tempat.

      Untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen, Reading Lights juga membuat program unik, yakni mempersilakan konsumen membuat resensi buku yang ada di toko ini.(*/SG/EM/O-2

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Friday, 02 March 2012 05:24  

      Items details

      • Hits: 527 clicks
      • Average hits: 5.7 clicks / month
      • Number of words: 4928
      • Number of characters: 44226
      • Created 7 years and 8 months ago at Friday, 02 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 8 months ago at Friday, 02 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 65
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124588
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC