.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Taman Bacaan Cegah Perdagangan Anak

      Membaca, memberi banyak pilihan untuk bertahan hidup bagi anak dari kalangan marjinal, termasuk saat menghadapi perangkap trafficking


      Kartono

      Prita Hendriana Wijayanti

      ANAK dikonsepkan sebagai pelengkap kehidupan berumah tangga secara universal. Sosoknya sering diasumsikan sebagai bagian dari kaum lemah. Karena itu, ia rentan disakiti ataupun dimanfaatkan orang yang merasa lebih kuat, baik fisik maupun kuasanya.

      Kini, anak pun terjamah dan hak-haknya terampas. Padahal, hak asasi anak merupakan bagian dari hak asasi manusia, termuat dalam UUD 45 dan Konvensi PBB tentang hak-hak anak.

      Komitmen itu tentu perlu didukung oleh aksi yang nyata untuk menunjukkan keseriusan lebih lanjut. Tumbuhnya taman baca masyarakat atas inisiatif individu yang masih memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak bangsa seharusnya dapat menjadi hawa segar. Sebab terjerumusnya para korban perdagangan orang, khususnya anak-anak, banyak diakibatkan oleh minimnya pengetahuan yang dimiliki. Keberadaan sebuah taman baca atau per-pustakaan independen dapat menjadi jembatan transformasi pengetahuan. Taman baca masyarakat dalam konteks kekiniannya dapat diasumsikan lebih dari sekadar menyediakan bahan bacaan.

       

      Lebih dari itu, taman baca yang banyak tersebar di seluruh daerah, baik kota maupun desa, meski belum bisa dikatakan merata, dapat melakukanberagam aktivitas, disesuaikan dengan karakteristik masyarakatnya. Seperti Taman Bacaan Kawan Kami yang terletak di tengah-tengah lokalisasi Dolly, yang bahkan disebut-sebut terbesar se-Asia Tenggara.

      Taman baca tersebut, dengan dipimpin seorang mantan muncikari, Pak Katono, aktif melakukan sosialisasi melalui pelatihan pengenalan hak-hak anak, seluk-beluk trafficking (perdagangan orang), serta memfasilitasi anak-anak putus sekolah untuk memperoleh pendidikan tambahan melalui kursus-kursus yang sesuai dengan potensi masing-masing. Kemudian, itu ditindaklanjuti membuka usaha sendiri.

      Minimal, si anak tidak tertarik untuk mengikuti jejak orang tuanya yang memilih jalan hidupnya untuk menjadi muncikari atau bahkan pekerja seks komersial (PSK).

      Taman Baca Komunitas Hamba Allah Bale Gunung Kawitan di Dusun Sebaluh, Desa Pandesari, Pujon, Malang. Orang tua yang mayoritas mengurusi ladang dan peternakan sapi sudah tak sempat memperhatikan anak mereka.

      Sepulang sekolah, mereka keluyuran tak tentu arah. Karena itu pula, Cak Ali 'Gimbal' merasa terpanggil menyediakan sarana berkumpul bagi anak-anak dengan menyediakan buku-buku, balai-balai untuk bersantai, sambil beraktivitas peduli lingkungan.

      Di rumahnya yang juga jadi markas agak-anak, ia mencontohkan rasa peduli lingkun­gan. Mereka menanam dan merawat berbagai jenis tanaman, membuat pupuk kompos, sampai beternak ayam dan kelinci, hingga membuat kreasi kerajinan tangan dari bahan alami.

      Memang tak berlebihan karena aset daerah Pujon memang sangat kaya dan Berpotensi untuk mengarah ke pengembangan ekowisata. Dengan beragam aktivitas positif yang tetap melibatkan kearifan lokal, anak-anak belajar menghargai alam dan mengenal potensi daerah sehingga kelak bisa mengembangkan usaha mereka sendiri. Dengan demikian, ia tidak akan ter­tarik dengan tawaran-tawaran menggiurkan untuk bekerja di daerah atau negeri orang. Memang, peranan taman baca seperti Ta­man Bacaan Kawan Kami dan Taman Baca Ko­munitas Hamba Allah Bale Gunung Kawitan membutuhkan tenaga yang lebih daripada sekadar bayangan pustakawan kantoran. la rela dan ikhlas tanpa pamrih demi berbagi pengetahuan lewat apapun yang mereka bisa.

      Akses informasi yang mudah dan murah yang disediakan taman baca tidak bisa dis-epelekan karena jika kita menguak lebih dalam apa saja yang terkandung di dalam informasi "tersebut, hasilnya akan sungguh luar biasa bagi peningkatan pengetahuan anak-anak di sekitar taman baca tersebut. Sesuai dengan esensi membaca yang sesungguhnya, membaca apa saja yang ada di sekitar kita. (M-5)

      muda This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Friday, 02 March 2012 05:17  

      Items details

      • Hits: 540 clicks
      • Average hits: 5.9 clicks / month
      • Number of words: 2739
      • Number of characters: 24520
      • Created 7 years and 8 months ago at Friday, 02 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 8 months ago at Friday, 02 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 71
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124923
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC