.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Taman Bacaan
E-mail

KORAN TEMPO, 31 OKTOBER 2008

YANG COZY buat PEMBURU BUKU

Memasarkan buku dengan hanya memajang rapi di rak yang ditunggui penjaga terasa kuno. Gantinya adalah toko buku yang terintegrasi dengan layanan yang menyenangkan buat pembeli. Sofa-sofa yang nyaman atau kafe kecil misalnya.

Kita tentu ingat, beberapa tahun lalu jaringan QB World menggebrak Jakarta de­ngan konsep yang mengedepankan kenyamanan. Lalu Bukafe. Aksara, yang melengkapi salah satu tokonya dengan bilik yang bisa dipakai untuk mendongeng, pun demikian.

Belakangan, di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Leksika Bookstore cukup menyita perhatian. Toko seluas 1.300 meter persegi yang berdiri sejak Juli lalu ini sangat diakrabi kalangan mahasiswa di jalur bercokolnya sederet kampus ternama.

Last Updated on Friday, 02 March 2012 05:26 Read more...
 
E-mail

MEDIA INDONESIA, 30 SEPTEMBER 2006

TOKO BUKU ALTERNATIF DI BULAN PUASA

GUNTUR, 21, tengah membolak-balik lembar demi lembar halaman sebuah buku yang tengah dipegangnya. Se-orang pria yang semula berada di belakang se­buah meja, beranjak mendekatinya.Beberapa menit kemudian, keduanya terlibat dalam sebuah diskusi. Tidak lama, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung itu menganggukkan kepala dan beranjak ke kasir, membayar buku yang diminatinya.

Peristiwa di Toko Buku Ultimus, di Jl Lengkong Besar, Kota Bandung ini bukan untuk pertama kalinya terjadi. Di bulah Puasa, peman-dangan seperti itu lebih sering terjadi, sejalan de­ngan meningkatnya jumlah pengunjung.Ultimus adalah salah satu toko buku alternatif di Bandung. Di toko buku seperti ini, tidak hanya buku yang didagangkan, tapi ada tawaran lain, yakni interaksi efektif antara calon konsumen dan pengelolanya.

"Pelayanan ekstra menjadi ciri khas toko buku alternatif. Pengelola selalu siap memberi informasi tentang isi buku, sekaligus merekomendasikan buku-buku yang baru dan bagus," papar pengelola Ultimus, Bilven.

Last Updated on Friday, 02 March 2012 05:24 Read more...
 
E-mail

KORAN TEMPO, 02 MEI 2010

TBM@MAL

Sekitar 12 taman bacaan masyarakat kini hadir di sejumlah pusat belanja di Ja­karta, Serang, dan Bandung. Di tempat ini, masyarakat bisa duduk di kursi-kursi nyaman sembari membaca buku secara gra­tis. Atau juga sembari menyeruput minuman kopi yang dipesan dari kafe sebelah. Suasana taman bacaan mirip kafe, atau toko buku, atau tempat bermain anak (kid corners).

TBM@MAL, yang dibangun Kementerian Pendidikan Nasional, adalah sebuah konsep tem­pat dan kegiatan untuk mensosialisasi kegemaran membaca buku, yang disesuaikan dengan psikologi pengunjung pusat be­lanja, khususnya mal. TBM ada­lah taman bacaan masyarakat mirip perpustakaan, tapi memiliki konsep lebih, yaitu mendatangkan suasana rekreatif.

TBM@MAL sebetulnya tak memilih konsep jadi. Dalam tataran konsep, TBM@MAL memperoleh penafsiran dari beberapa pendukungnya. Ada yang menafsirkan bahwa TBM@MAL haruslah menghadirkan suasana fun (senang), berdesain interior funky, serta menyediakan buku-buku instan dan bergambar. Lalu ada yang mengusulkan agar TBM@MAL memberikan fasilitas bermain untuk anak (kids corner), panggung ekspresi, dan lain-lain. Dalam penerapannya di lapangan, dipastikan bentuknya menjadi variatif.

Last Updated on Friday, 02 March 2012 05:22 Read more...
 
E-mail

PIKIRAN RAKYAT, 27 OKTOBER 2010

Taman Bacaan Pesisir Beralih Fungsi

CIREBON, (PR).-

Taman Bacaan Indonesia (TBI) Pesisir senilai Rp 500 ju­ta yang diresmikan oleh Presi­den Megawati Soekarnoputri 5 Maret 2004 lalu, beralih fungsi menjadi ruang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pesisir. Peralihan fungsi TBI di Kampung Pesisir Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk tersebut terjadi sejak akhir 2008 lalu.

Pembangunan taman bacaan itu merupakan bagian dari program kemitraan bina lingkungan (PKBL) PT Pelindo II Cirebon tahun anggaran 2004. Nilai bangunan yang berlokasi" di tengah-tengah empat sekolah yakni SPN Pesisir, Pesisir Baru, Panjunan dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tidak termasuk tanah, sekitar Rp 500 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Selasa (26/10), tidak adanya sokongan dana untuk membayar honor pegawai dan -pemeliharaan, menjadi alasan ditutupnya TBI sejak akhir 2008 lalu. Semula ada tiga institusi yang ditawari untuk memanfaatkan bangunan bekas TBI itu masing-masing Polresta Cirebon karena TBI berlokasi dibelakang asrama polisi milik Pol­resta Cirebon, Perpustakaan 400 karena sama-sama satu bidang dan Dinas Pendidikan ka­rena berada dalam satu kompleks dengan tiga SDN dan MI.

Last Updated on Friday, 02 March 2012 05:19 Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 6

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,788
  • Sedang Online 136
  • Anggota Terakhir Robertrab

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9091240
Jantung_Sekolah1.jpg

Kalender & Agenda

November 2018
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC