.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Skillpreuner

      Rahardi Ramelan

      Pengamat Teknologi dan Masyarakat



      Pada dasawarsa 1970-1990, pasar dunia dikejutkan dengan kemajuan industri di beberapa negara yang kemudian dinamakan sebagai negara-negara in­dustri baru. Sejak akhir Perang Dunia II, sudah tampak adanya perbedaan perkembangan indusri di negara-ne­gara yang dikatakan terbelakang.

      Negara-negara yang kemudian disebut The rest, negara yang mempunyai industri tetapi tidak termasuk ne­gara maju. Mereka adalah negara yang mempunyai manufacturing experience dari industri tradisionalnya. Satu kemampuan yang merupakan bagian dari budaya dan sudah berlangsung secara turun-temurun. Merupakan kearifan tradisonal yang bisa menjadi modal masyarakat atau social capital. Di an-taranya adalah Cina, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Taiwan, dan Thailand di Asia; Argentina, Brasil, Chile, dan Meksiko di Amerika Latin; serta Turki di Timur Tengah.

      Negara-negara tersebut mempunyai pengalaman yang cukup panjang dalam .kemampuan manufacturing, antara lain, dalam memproduksi tekstil (tenun, batik, pewarnaan), sutra, alat-alat kebutuhan rumah tangga dan pertanian, senjata, proses pengawetan bahan makanan,, dan lainnya. Kemudian ne­gara-negara tersebut memasuki ke da­lam industri dengan teknologi menengah dan kemudian industri dengan teknologi tinggi.

      Perkembangan pesat yang terjadi di negara-negara tersebut, yang tadinya dikatagorikan sebagai negara terbe­lakang karena tidak memiliki propri­etary innovations dan teknologi, merupakan fenomena yang menjadi perhatian banyak pakar, scholars dan politikus. Tidak dimilikinya propri­etary innovations and technology menyebabkan negara-negara ini lambat memasuki industrialisasi (late in­dustrialization). Keberhasilan mereka mengembangkan industrinya didasari atas kemampuan belajar walaupun tergantung dari teknologi dari negara-ne­gara industri maju yang tersedia di pasar atau commercialized technology.

      Kemudian pada awal abad ke-21 ini, cendekiawan dan akademisi serta pelaku bisnis dan pemerintah banyak membahas masalah ekonomi kreatif dan industri kreatif. Sebetulnya, dimulai pada 1990-an, sewaktu terjadi in-tensifikasi teknologi informasi bersamaan dengan kreativitas yang ke­mudian banyak dikenal sebagai ekonomi kreatif dengan dukungan in­dustri kreatif.

      Daniel H Pink (2005) kemudian memperkenalkan pemikiran bahwa abad ini ditandai sebagai Conceptual Age, yang didominasi oleh peran otak sebelah kanan. Tetapi, harus diingat bahwa lahirnya pemikiran tersebut oleh Daniel H Pink didasari adanya pergeseran di dalam ekonomi negara-negara maju, bahwa globalisasi telah mengurangi peran industri manuf aktur mereka menghadapi persaingan dari Asia, antara lain, Jepang, Cina, Korea, dan Taiwan (serta Indonesia?).

      Demikian juga dalam bidang teknologi informasi, khususnya soft­ware, misalnya, telah lahir kekuatan besar dunia di Bangalore, India. Kenyataan inilah yang mendesak bahwa kreativitas harus mempunyai peran yang lebih intensif. Baik kreativitas yang berbasis pada hasil ekspresi bu­daya maupun yang bertumpu pada inovasi teknologi.

      Mengikuti teknologi

      Yang sering kita lupakan bahwa masyarakat dan bangsa Indonesia sudah lama menikmati keberadaan per-orangan atau individu yang terampil dalam berbagai bidang. Keterampilan yang didapatkan dan  dikembangkan baik secara turun-temurun, pelatihan ataupun 'magang'.

      Kita lihat para empu keris yang begitu terampilnya membuat keris. Keter­ampilan dalam bidang logam ini kemudian mempengaruhi sektor logam lainnya seperti alat pertanian dan rumah tangga.

      Selain itu, beberapa dekade yang lalu dan masih kita jumpai sampai sekarang, sehari-hari kita menyaksikan tukang patri, tukang cukur, dan tukang sol sepatu yang sering menyusuri jalan-jalan sempit di lingkungan perumahan kumuh. Di pasar tradisional kita mengetahui adanya jasa keuangan dari para tukang kredit. Mereka mengem­bangkan usaha pribadinya sesuai de­ngan keterampilan atau skill yang mereka miliki. Masih banyak bidang-bidang lain yang dilaksanakan oleh kelompok yang saya sebut sebagai skill-preuner.

      Dalam dunia modern, terutama setelah krisis 1997 dan 1998 yang melanda kita, muncul berbagai "tukang" perorangan yang bisa dipanggil untuk berbagai pekerjaan yang sifatnya sangat khusus. Misalnya, tukang kayu, tukang las, tukang tembok, tukang listrik, plumber, pembersih kolam re-nang, montir mobil, butik mobil keliling, tukang jahit, tukang pijat dan terapis, serta lain sebagainya terutama di bidang elektronika. Tukang keliling sekarang ini telah menyesuaikan de­ngan teknologi, dan rnemanfaatkan se-peda dan motor serta telepon seluler.

      Beberapa skillpreuner lainnya, seperti kurator lukisan dan barang antik serta pemandu wisata masih belum berkembang dengan baik. Yang baru dalam bidang keuangan ada usaha perorangan mandiri, seperti pialang bursa efek, bursa komoditas, konsultan pajak, konsultan investasi, dan aset. Perkembangan peran "tukang" ini menjadi usaha dan berdiri sebagai wirausaha perorangan, mereka adalah skillpreuner, jumlah dan bidangnya se-makin meningkat.

      Mereka memberikan jasa dengan keterampilan yang dimiliki dan sangat diskret. Berkat meluasnya jasa telekomunikasi, khususnya telepon seluler, bisnis tukang ini menjadi sangat kompetitif dan populer. Kita sadari betapa kehidupan kini dan yang akan datang semakiii berat dan tingkat persaingan di segala dimensi kehidupan semakin ketat, baik dalam skala nasional mau­pun mondial. Untuk menghadapinya, selain dibutuhkan iptek, kreativitas dan inovasi, serta keterampilan, juga dibutuhkan semangat juang dan berkompetisi dengan tetap mempertahankan kepribadian dan jati diri sebagai bangsa.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 561 clicks
      • Average hits: 7.1 clicks / month
      • Number of words: 2170
      • Number of characters: 18804
      • Created 6 years and 7 months ago at Tuesday, 01 May 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 144
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091311
      bacalah.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC