.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Siswa
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 30  november  2009

Derita UN

HARUSKAH sebuah kesadaran sosial selalu bermula dari sebuah kontroversi yuridis? Jika ya, bukankah ini berarti suatu bentuk kejanggalan dari produk dan proses pendidikan kita, saat seharusnya sebuah kesadaran moral harusnya ber­mula dan tumbuh? Atau jangan-jangan akan ada lagi gelombang protes dari masyarakat yang menolak ujian nasional (UN) seperti penolakan terhadap kriminalisasi KPK?

Para punggawa pendidikan di kementerian pendidikan harus mau diuji, dikritik, sekaligus dievaluasi bahwa keluarnya putusan Mahkamah Agung yang melarang pelaksanaan ujian na­sional (UN) merupakan bentuk peniegasan legal bahwa sistem evaluasi akhir pendidikan di In­donesia masih banyak masalah. Untuk memperbaikinya, perlu dilakukan evaluasi total terhadap model dan sistem pelaksanaan UN. Tidak bisa diragukan, bahwa angka kelulusan siswa secara nasional yang pertahunnya di atas 90% tidak serta-merta mengindikasikan kesuksesan pemerintah. Karena, praktik UN sendi ri banyak sekali terjadi kecurangan berjemaah dilakukan, baik oleh birokrat yang ingin daerah nya diang-gap paling tinggi angka kelulusannya, para guru yang tidak ingin disalahkan karena kompetensinya rendah, hingga orang tua yang tidak ingin anaknya tidak lulus. Bagi orang tua, ketidaklulusan anaknya dapat mengganggu ekonomi keluarga, selain rasa malu.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 06:15 Read more...
 
E-mail

 

Media Indonesia 5 Mei 2008

 

Ujian Nasional dan Budaya Belajar Siswa

Oleh Syamsir Alam

Peneliti Pada lndonesian Institute for Society Empowerment (INSEP) dan Praktisi Pendidikan Sekolah Sukma Bangsa -NAD

KONTROVERSI soal pemanfaatan standardized test pada sistem pendidikan dasar dan menengah merupakan fenomena umum yang selalu menjadi bahan kajian dan perdebatan para pakar dan praktisi pendidikan. Hal itu bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di banyak negara terkemuka termasuk Amerika Serikat yang merupakan negara terdepan dalam pengembangan ilmu pengukuran pendidikan dan memelopori penggunaan tes standar atau commercial test pada sistem pendidikan, dunia kerja, dan korporasi.

Beberapa penolakan terhadap penerapan ujian nasional (UN) pada siswa sebagai alat untuk menentukan kelulusan (certifica­tion) sebenarnya memiliki dasar keilmuan, pertimbangan psikologis dan ekonomis yang cukup mendasar dan sahih. Namun, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) selalu mengesampingkan semua pemikiran kritis terhadap UN dan memilih untuk terus maju dengan program tahunan yang biayanya diperkirakan lebih dari Rp250 miliar.

Secara teknis, UN yang sekarang diterapkan mengandung sejumlah kelemahan, khususnya bila dikaji dari konsep unified validity, yaitu pemanfaatan dan penafsiran hasil/skor ujian untuk kepentingan penentuan kelulusan dan konsep keadilan (test fairness) serta potensi terjadinya bias pada tes karena masih lebarnya diskrepansi kualitas guru, sarana, dan fasilitas belajar pada sistem pendidikan di Tanah Air. Hasil ujian nasional juga memiliki kendala teknis untuk diperbandingkan karena soal tes yang digunakan tidak dikalibrasi sehingga belum memiliki skala yang sama. Karena itu, untuk mengatakan hasil ujian nasional tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya juga sulit dilakukan (baseless).

Last Updated on Friday, 24 February 2012 10:40 Read more...
 
E-mail

 

Seputar Indonesia 9 Juni 2008

 

Siswa Belajar dan Bergaul dengan Gembira

Bagaimana bersekolah dengan teman-teman yang berbeda kulit, agama, dan suku bangsa?

Bagi para Siswa di sekolah internasional, menjalin pertemanan dengan teman-teman berbeda kewarganegaraan ini meinang menyenangkan.

Saya berteman akrab dengan   Annabel   yang orang Inggris. Bahasa Indonesianya masih belum bagus, jadi kami biasanya menggunakan bahasa Ing­gris saja," ujar Hana Fiona Tinjau,  siswa  year 11 (Academic Colleges Group ), yang berdarah Indoesia ini. Rupanya bisa membangun hubungan dengan teman berbeda dan menajamkan bahasa Inggris, tidak hanya menjadi patokan Hana dalam memilih ACG.

Hanna yang berusia 16 tahun ini menuturkan, ACG  tidak hanya menekankan para siswanya untuk aktif dan menguasai kemampuan akademik, tetapi kemampuan non akademik juga sangat diperhatikan. "Saya suka art dan musik, di sini saya dapat menggali potensi saya dengan lebih bagus karena dibimbing oleh guru-guru yang andal dalam bidahg ini. Saya bisa main piano dan biola di bawah pengjaran mereka," akunya.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 10:38 Read more...
 
E-mail

 

Sekolah Bukan Urusan Gengsi

ARTIS Venna Melinda menilai, pendidikan terhadap anak harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan zaman. Atas pertimbangan itu, artis yang jago menari salsa ini menyekolahkan kedua anaknya di sekolah internasional. "Kedua anak saya, Verrel dan Athalla, bersekolah di High Scope di daerah Fatmawati. Kakaknya, Verrel, di grade tujuh, sedang adiknya di grade lima," katanya.

Venna yang mantan None Jakarta dan Putri Indonesia ini mengaku menyekolahan buah hatinya di sekolah internasional bukan untuk gaya atau sekadar gengsi. Menurut dia, sistem belajar­mengajar di sekolah internasional membuat anak tidak egois, paham persoalan dan tahu apa yang akan dilakukannya nanti.

"Di High Scope itu kan sistemnya active learning. Jadi anak dirangsang untuk memahami persoalan dengan balk. Juga membuat anak percaya din. Karena mereka diajarkan untuk berbicara di depan umum untuk menyampaikan pendapatnya," kata Venna. Satu hal yang disukai Venna dari sekolah internasional, adalah mereka menyiapkan anak agar mampu bersaing di era global.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 10:34 Read more...
 


Page 2 of 5

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 68
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124846
DSCF8768.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC