.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Siswa
E-mail

BISNIS INDONESIA, 15 OKTOBER 2006

Homeschooling jadi alternatif mendidik anak

Oleh MIA CHITRA DINISARI

Kontributor Bisnis Indonesia

Apakah anak Anda bosan mengikuti pendidikan formal?

Homeschooling bisa jadi alternatif. Dengan pendampingan

orangtua atau guru privat, belajar bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

 

 
E-mail

MEDIA INDONESIA, 19 SEPTEMBER 2008

Berpacu Menegejar Kemajuan

Oleh Toeti Adhitama

Anggota Dewan Redaksi Media Group

Apakah negara-negara maju peduli berapa besar kesenjangan antara mereka dan negara-negara   terbelakang? Sekalipun mereka selalu menyatakan bersedia membantu, rasanya mereka tidak mungkin melambankan laju perkembangan demi kepentingan kita Maka semua bergantung pada kita sendiri apakah akan mampu dan mau mengejar kemajuan mereka Bagaimana kita memanfaatkan kekayaan alam dan tenaga kerja yang kita punyai sehingga bisa efektif untuk kemajuan? Kita memerlukan jawaban yang tidak membodohi diri sendiri.

Misalnya, sekitar pertengahan massa Orde Baru kita pernah diramaikan secara muluk-muluk akan menjadi salah satu macan Asia. Bahkan futurolog Dr Marvin Cetron, yang waktu itu memimpin perusahaan Forecasting International di Amerika, meramalkan Indonesia antara tahun 1996-2005 akan menjadi negara ke-7 termaju di dunia. Hanya kalah antara lain oleh Australia, Amerika Serikat, dan Jerman (Barat). Kesimpulan itu dihasilkan dari olahan komputer setelah mendapatkan input dari 64 indikator, lebih dari 200 tren, dan lebih dari 3.500 peristiwa. Semua ada kaitannya dengan masalah energi, sosial, politik, serta ekonomi. Tetapi kom­puter memerlukan data untuk diprogram sesuai kebutuhan. Bagaimana input tentang manusia Indonesia? Apakah ada input tentang, misalnya, sikapnya dalam berpolitik? Politik menentukan kebijakan dalam segala hal. Apakah dalam pengolahan data itu tecermin sistem pendidikan yang dipilih Indonesia akan membawanya semaju yang diramalkan?

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 11:54 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS, 5 AGUSTUS 2008

 

93,8 Persen Siswa SMP-T Berhenti

JAKARTA, KOMPAS - Sekitar 93,8 persen siswa Sekolah Menengah Pertama Terbuka atau SMP-T tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Anak-anak berusia belasan tahun tersebut umumnya langsung bekerja membantu perekonomian keluarga.Anak-anak tersebut mempunyai kondisi khusus, seperti lokasi permukimannya terpencil secara geografis, tidak mampu secara ekonomi, dan harus mem­bantu orangtua bekerja Berdasarkan data Departemen Pendi­dikan Nasional, hanya sekitar 6 persen siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya."Mereka terganjal kondisi sosial dan ekonomi sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan," kata Menteri Pendidikan Nasi­onal Bambang Sudibyo ketika membuka Kegiatan Lomba Motivasi Belajar Mandiri Siswa SMP Terbuka Tingkat Nasional 2008, Senin (4/8) di Jakarta.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 10:34 Read more...
 


Page 5 of 5

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 79
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125122
Dialog_Peradaban.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC