.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      Pikiran Rakyat, 28 Juli 2009

       

      Presiden Peduli Pendidikan

      Oleh KI SUPRIYOKO

      MESKIPUN diwarnai dengan ketidakpuasan tentang Daftar Pemilih Tetap (DPT), tetapi pemilihan presiden dan wakil presiden yang dilangsungkan pada 8 Juli 2009 lalu boleh dinyatakan sukses. Sebanyak 120-an juta rakyat Indonesia telah berbondong-bondong hadir di tempat pemungutan suara (TPS) untuk melaksanakan hak politiknya de­ngan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diinginkannya.

      Setelah memakan waktu lebih dari dua minggu untuk perhitungan suara yang dilakukan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hasilnya tentu telah diketahui, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono berhasil meraih suara terbanyak. Atas perolehan suara terbanyak itu, maka SBY kelak akan mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indone­sia, sedangkan Boediono sebagai Wakil Presiden Republik In­donesia masa bakti 2009 s.d. 2014.

      Sebagai bangsa yang besar sudah barang tentu kita wajib bangga telah mendapatkan seorang presiden dan seorang wakil presiden yang dipilih rakyat secara demokratis.

       

      Peduli pendidikan

      Kita menaruh harapan besar bagi presiden terpilih untuk memedulikan pendidikan di negara kita karena tanpa kepeduliannya akan semakin sulit bangsa kita berdiri sama tinggi dengan negara-negara maju yang kese-jahteraan rakyatnya telah memadai.

      Permasalahannya, adakah contoh di Asia ini presiden yang benar-benar peduli pada pendi­dikan dan terbukti berhasil membawa negaranya pada kemajuan dan rakyatnya pada kesejahteraan? Ada! Mahathir Mohammad yang notabene menjadi perdana menteri Malaysia selama 22 tahun, dari 16 Juli 1981 s.d 31oktober 2003, merupakan salah satu contohnya. Memang negeri jiran ini tidak mengenal terminologi presiden ba­gi pemimpinnya; tetapi dikenal sebagai perdana menteri.

      Selama kepemimpinan Ma­hathir, pendidikan di Malaysia berjalan cepat sehingga mampu "melampaui" Indonesia sebagai gurunya. Di tahun 7o-an dan 8o-an Malaysia "mengimpor" ribuan guru dan dosen dari In­donesia. Saya sendiri pernah menjadi dosen tamu (guest lec­turer) di Universiti Malaya (UM) Kuala Lumpur. Pemuda Malaysia pun banyak yang dikirim untuk belajar di Indonesia.

      Bagaimana sekarang? Boro-boro mengirim pemuda untuk belajar di Indonesia; sekarang kondisinya berbalik, banyak pe­muda Indonesia yang menimba ilmu di Malaysia, di UM Kuala Lumpur, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Selangor, Uni­versiti Putra Malaysia (UPM) Selangor, Universiti TeknoL Malaysia (UTM) Johor, da: bagainya. Implikasinya, kesejahteraan rakyat Malaysia pun jauh lebih memadai dibandingkan dengan rakyat Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Human Development Index (HDI) Malaysia berkisar di posi-si 50-an sementara Indonesia di posisi no-an. Indikator lain bisa dilihat dari Gross Domgstic Product (GDP) per kapita yang sudah mencapai angka di atas 3.000 US dolar untuk Malaysia sedangkan Indonesia masih sekitar 1000 US dolar. Dari angka ini, bisa ditafsirkan bahwa kesejahteraan rakyat Malaysia sudah mencapai tiga kali lipat kesejahteraan rakyat Indonesia.

      Contoh lain adalah Presiden Lee Teng-hui yang memimpin Taiwan atau Republic of China (ROC) selama 12 tahun dari 13 Januari s.d. 20 Mei. Kalau presiden AS, Barack Obama, pernah membuat "geger" Indonesia karena dia dibesarkan di Jakarta; tidak banyak orang tahu kalau presiden Taiwan, Lee Teng-hui, adalah anak cerdas kelahiran Jakarta. Di masa kepemimpinannya, pendidikan Taiwan maju pesat dan kesejah-teraan rakyat pun meningkat se-cara signifikan. la dikenal seba­gai Bapak Demokrasi Taiwan dan banyak mengirim pemuda Taiwan untuk belajar di Ameri-ka Serikat (AS), Inggris. Jerman, bahkan juga Jepang.

      Peningkatan anggaran

      Apakah kriteria presiden yang peduli pendidikan? Kriterianya adalah presiden yang secara riil mau meningkatkan anggaran pendidikan. Dengan anggaran pendidikan itulah berbagai kemajuan akan dicapai.

      Saya beruntung pernah diterima secara langsung oleh Presiden Lee Teng-hui ui isiaim r.c-presidenan Taiwan. Ketika saya tanyakan kepada beliau tentang rahasia kemajuan pendidikan Taiwan, beliau menjawab salah satunya adalah meningkatkan anggaran pendidikan. Dinyata­kan bahwa idealnya anggaran. pendidikan suatu negara itu antara 20 s/d 25 persen dari total belanja negara (kalau kita APBN). Setidak-tidaknya angka 15 persen harus disisihkan untuk anggaran pendidikan. Dengan anggaran pendidikan yang cukup, rakyat akan menda­patkan pelayanan pendidikan yang bermutu para pemuda pun dapat dikirim ke berbagai perguruan tinggi terbaik dunia.

      Malaysia sendiri ketika Maha­thir berkuasa anggaran pendidikannya tidak pernah kurang dari 15 persen dari total belanja negara. Dengan anggaran ini, guru di Malaysia dibayar mahal, sarana dan fasilitas belajar dilengkapi, dan kegiatan pembelajaran dimodernkan.

      Akankah kita mendapatkan presiden yang benar-benar pe­duli terhadap pendidikan? Semoga!!!

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:28  

      Items details

      • Hits: 708 clicks
      • Average hits: 8.7 clicks / month
      • Number of words: 3050
      • Number of characters: 25098
      • Created 6 years and 9 months ago at Monday, 27 February 2012 by Administrator
      • Modified 5 years and 6 months ago at Thursday, 30 May 2013 by Suherman

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 138
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091307
      DSCF8754.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC