.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Politik
E-mail

SENIN, 31 AGUSTUS 2009 MEDIA INDONESIA

Ironi-lroni Pendidikan Kita


Oleh Marwan Saridjo

Pengasuh Pesantren dan Madrasah AI-Manar, Bogor

BERTEPATAN dengari peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, terbit sebuah buku berjudul Pendi­dikan Untuk Pembangunan Nasional, Menuju Bangsa Indonesia yang Mandiri Dan Berdaya Saing Tinggi yang ditulis Mohammad Ali, guru besar Universitas Pendidikan Indo­nesia (UPI) Bandung yang saat ini menjabat Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama. Buku tersebut mengupas, me-maparkan, dan menganalisis sejumlah tajuk dengan topik yang berkaitan dengan isu ke-sinambungan pendidikan nasional, jalur pembangunan sumber daya manusia yang seharusnya ditempuh, isu tentang pertumbuhan ekonomi dan kaitannya dengan pendidikan serta pemerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan berkualitas.

Pandangan Mohammad Ali tentang pendi­dikan nasional terlihat cukup komprehensif, terutama dalam usaha memetakan tantangan pendidikan nasional saat ini. Selain itu, wawasan, pemikiran, dan analisis yang digunakannya tentang apa, mengapa, dan bagaimana seharusnya kita melakukan komitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana utama menuju terwujudnya bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi melalui program-program pembangunan nasional juga layak untuk direspons secara positif.

Last Updated on Friday, 02 March 2012 05:48 Read more...
 
E-mail

800x600 Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

SENIN, 7 SEPTEMBER 2009 MEDIA INDONESIA


Intoleransi Agama dan Pendidikan Agama terhadap Korupsi

Oleh Fuad Fachruddin

Direktur Eksekutif INSEP, Jakarta

AKHIR-AKHIR ini, ada dua hal penting yang terkait dengan topik ini, tapi terkesan tidak mendapatkan perhatian publik secara serius, yaitu RUU Tipikor dan politik uang. Umat khususnya organisasi Islam dan partai Islam terkesan tidak agresif atau 'adem ayem' merespons perjalanan RUU Tipikor dan juga praktik korupsi. Misalnya, upaya menekan pihak-pihak yang terkait dengan pengesahan RUU Tipikor, intensifikasi gerakan atau upa­ya pencegahan dan penindakan segala bentuk atau praktik korupsi (grand and petty corruption serta red tip atau grey area) dalam berbagai dimensi kehidupan sebagai manifestasi amar maruf nahyi munkar tidak tampak kuat. Ada kesan yang berbeda ketika publik khususnya organisasi Islam dan atau partai Islam menyikapi RUU Pornografi dan Pornoaksi. Upa­ya menekan pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU tersebut sangat kuat. Pasal-pasal yang dipandang sensitif mendapat respons khusus, misalnya, pengerahan massa besar-besaran (demonstrasi).

Sikap 'adem ayem' juga terpantul dalam menyikapi praktik politik uang yang hampir tidak menjadi rahasia lagi dalam praktik for­mal politik di Indonesia. Reaksi kolektif umat . seperti organisasi Islam dan partai Islam nyaris tidak terdengar dalam media apalagi dalam pengerahan massa (demonstrasi). Prak­tik politik uang secara jorjoran untuk memenuhi syahwat kekuasaan terkesan dibiarkan. Bahkan, masa-masa kampanye pemilihan umum, pilkada dan pilkades acap kali dimanfaatkan sekelompok orang untuk menangguk infak sukarela yang hipokratik. Juga kita be-lum mendengar MUI mengeluarkan fatwanya secara tegas mengharamkan 'money politics atau sumbangan yang diberikan pada masa kampanye pada kelompok yang memiliki basis umat.'

Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:28 Read more...
 
E-mail

KOMPAS, SABTU, 2 MEI 2009

Hilangnya Sistem Pendidikan Nasional

Oleh DARMANINGTYAS


Sistem pendidikan nasional telah kehilangan roh nasionalnya akibat kebijakannya yang bertumpu pada basis ma­terial dan formalisasi agama. Kuatnya basis material itu dipicu dorongan dari luar, sedangkan kuatnya formalisasi agama merupakan dorongan dari dalam pascareformasi politik 1998.

Kuatnya peran kapital dalam pendidikan_itu ditandai oleh rmmculnya berbagai kebijakan yang lebih bersifat padat modal, misalnya pendidikan berbasis IT, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, sertifikasi ISO, world class university, double degree, memprivatisasi perguruan tinggi negeri menjadi perguruan tinggi badan hukum milik negara, hingga mem­privatisasi semua lembaga pendidikan melalui pengesahan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan. Semua kebijakan itu lalu membentuk watak pendidikan men­jadi korporasi, menutup akses orang miskin untuk mendapat layanan pendidikan, praksis pendidikan pun menjadi monoton, kering, tidak berpijak pada budaya ma­syarakat. Fungsi pendidikan sebagai pro­ses integrasi bangsa terabaikan.

Dampak kuatnya peran kapital itu secara institusional, cara menilai kinerja Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pun hanya dari satu sisi, yaitu daya serap anggaran, tidak dilihat bagaimana implikasi penggunaan anggaran terhadap kesejahteraan masyarakat.

Last Updated on Friday, 02 March 2012 05:42 Read more...
 
E-mail

 

Pikiran Rakyat, 28 Juli 2009

 

Presiden Peduli Pendidikan

Oleh KI SUPRIYOKO

MESKIPUN diwarnai dengan ketidakpuasan tentang Daftar Pemilih Tetap (DPT), tetapi pemilihan presiden dan wakil presiden yang dilangsungkan pada 8 Juli 2009 lalu boleh dinyatakan sukses. Sebanyak 120-an juta rakyat Indonesia telah berbondong-bondong hadir di tempat pemungutan suara (TPS) untuk melaksanakan hak politiknya de­ngan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diinginkannya.

Setelah memakan waktu lebih dari dua minggu untuk perhitungan suara yang dilakukan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hasilnya tentu telah diketahui, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono berhasil meraih suara terbanyak. Atas perolehan suara terbanyak itu, maka SBY kelak akan mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indone­sia, sedangkan Boediono sebagai Wakil Presiden Republik In­donesia masa bakti 2009 s.d. 2014.

Sebagai bangsa yang besar sudah barang tentu kita wajib bangga telah mendapatkan seorang presiden dan seorang wakil presiden yang dipilih rakyat secara demokratis.

Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:28 Read more...
 


Page 2 of 11

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 102
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125057
bacalah.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC