.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Politik
E-mail

 

SENIN, 14 SEPTEMBER 2009 MEDIA INDONESIA

Soft Power  dan  Soft Skills  Melawan Terorisme

 

Oleh Amich Alhumami

Peneliti sosial Department of Anthropology, University of Sussex, Inggris

Ahmad Baedowi

Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta

IIKA kekuasaan dimaknai sebagai kemampuan untuk memengaruhi orang lain agar bersedia melakukan suatu perbuatan atau aksi, itu bisa ditempuh melalui tiga cara. Pertama, memaksa di-sertai ancaman agar orang merasa takut bila tak melaksanakan instruksi. K,edua, membujuk disertai imbalan materi atau sesuatu yang bernilai agar orang mau mengikuti perintah. Ketiga, memikat dengan aneka cara disertai proses kooptasi sehingga orang dengan suka relamenuruti apa sajayang dimaui pihaklain. Joseph Nye (2004) menyebut cara ketiga itu dengan istilah soft power yang didefinisikan the ability to get what you want through attraction rather than coercion, threats, or payments. Perdefinisi, soft power berbeda secara diametral dengan hard power dalam wujud kekuatan militer yang penuh dengan kekerasan seba-gaimana lazim digunakan negara.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 07:45 Read more...
 
E-mail

 

REPUBLIKA  09 SEPETEMBER 2009

 

Rekonstruksi dunia perfilman

 

Oleh H Irwan Prayitno Ketua Komisi x DPR RI

Perfilman memiliki peran teramat   penting   untuk membangun peradaban bangsa   sebesar  Indonesia. Film sebagai karya seni budaya memiliki peran strategis dalam peningkatan ke-tahanan budaya bangsa dan kese-jahteraan masyarakat lahir batin.  Bahkan, film juga bisa berfungsi sebagai sarana pencerdasan kehidupan bangsa, pengembangan potensi diri, pembinaan akhlak mulia, dan media komunikasi massa dalam era globalisasi.

Adanya keberpihakan serta perhatian pemerintah dalam mengem-bangkan dunia perfilman dalam ke-rangka memajukan budaya bangsa adalah menjadi keniscayaan. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 32 ayat (1) menegaskan, "Bahwa Negara memajukan kebudayaan na-sional Indonesia di tengah perada¬ban dunia dengan menjamin kebeba-san masyarakat dalam memelihara' dan mengembangkan nilai-nilai budayanya." Oleh sebab itulah, amanat konstitusi ini harus terwujud se-cara konkret dalam implementasi-nya.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 07:38 Read more...
 
E-mail

KORAN TEMPO KAMIS, 7 MEI 2009

 

Agenda Pendidikan Calon Presiden

Dr Mohammad Abduhzen, sekretaris institute for education reform universitas paramadina jakarta,

KETUA DEPARTEMEN LITBANG P&PGRI

Dekadensi akal pikiran, kata Bung Karno, merupakan bencana batin yang paling besar bagi bangsa. Ketika kebodohan bersemayam di dalam jiwa, maka karakter bangsa menjadi lemah dan inferior. Para pemimpin dan masyarakatnya sukar mengerti posisi dan situasi dirinya, sehingga kemakmuran, alam yang ada akan dengan mudah dirampas dan sulit diraih kembali. Kaum imperialis dan kolonialis berkepentingan de­ngan kebodohan serupa itu, karena dengan demikian tanpa kesukaran mereka dapat terus-menerus menancapkan kukunya di Bumi Pertiwi.

Sadarkah kita bahwa situasi keterjajahan dan/atau keterpinggiran itu hingga kini masih dan terus melingkupi kita? Penguasaan kekayaan alam oleh kekuatan neokapitalisme dewasa ini bermula dari penguasaan alam pikiran para intelektual kita, kemudian turun menjadi berbagai regulasi yang menata kehidupan kita. Jatuhnya marwah (harga diri) bangsa berawal dari rendahnya tingkat kapabilitas dan integritas penduduk negeri akibat buruknya kualitas pendidikan. "The human mind is our fundamental resource," kata John E Ken­nedy. Pemikiran seperti inilah yang mendorong perlunya kita mempertanyakan agenda pemerintah dalam bidang pendi­dikan dan mengkritik setiap kebijakan pendidikan, seperti Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 07:11 Read more...
 
E-mail

Media Indonesia 25 mei 2009

 

Action Research

 

SEORANG teman yang bekerja di sebuah lembaga donor ternama dari Australia, datang mengunjungi kami di sekolah Sukma Bangsa di Pidie, Aceh. Mohammad Najib, teman kita ini secara kasatmata amat terkesan dengan bentuk bangunan fisik sekolah yang menurutnya sangat indah, berbanding dengan ratusan sekolah yang dia kunjungi selama bekerja 4 tahun di Aceh. Kesan bersih, penataan ruangan yang apik, serta keasrian lingkungan sekolah yang terjaga merupakan impresi pertama Najib terhadap sekolah kami. Ketika masuk ke lingkungan seko­lah, kesan berikutnya muncul lagi ketika dia melihat begitu banyak anak belajar di selasar sekolah, perpustakaan, bahkan di koridor antar ruangan sekolah.


Semua anak yang melihat kami datang menghampiri dengan penuh senyum dan menyapa seperti biasa, "Assalamualaikum, Pak. Apa kabar?" Sambil tak lupa anak-anak menyalami dan mencium tangan kami dengan santun satu per satu. Najib berseloroh. "Rasanya belum pernah aku berkunjung ke suatu sekolah di Aceh mendapat sambutan hangat seperti ini," katanya kepada Edu. Di samping itu, Najib juga langsung dikerubuti para siswa yang cornel bertanya tentang maksud kedatangan, dari mana asalnya, dan apa pekerjaannya. Di akhir dialog akrab namun singkat tersebut, anak-anak meminta Pak Najib mengajarkan mereka satu hal yang berkaitan dengan profesi Pak Najib. Menanggapi permintaan ini Najib sedikit grogi karena permintaan itu begitu tiba-tiba.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 07:09 Read more...
 


Page 10 of 11

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 107
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124807
DSCF8754.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC