.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Politik
E-mail

PIKIRAN RAKYAT, 17 SEPTEMBER 2008

Akademisi, Bisnis, & Pemerintahan

Oleh TRESNA DERMAWAN KUNAEFI

Kondisi daya beli bangsa (GDP) saat ini yang tidak beranjak naik harus diakui, karena kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terpuruk dan ti­dak ada yang merancang secara komprehensif tentang nasib SDM kita mendatang di tengah-tengah persaingan glo­bal. Tingkat GDP berkorelasi positif dengan lama sekolah. Di Indonesia, hingga Februari 2007, dari sekitar tujuh ratus ribu orang penganggur berpendidikan tinggi, hampir 60% atau lebih dari empat ra­tus ribu penganggur berpendidikan sarjana. Jauh lebih ting­gi dibandingkan lulusan D-1 dan D-2 yang menganggur yang hanya 21% dari jumlah penganggur    berpendidikan tinggi atau lulusan D-3 yang hanya 25%-nya. Saat ini penduduk Indonesia baru 18% yang menjadi mahasiswa dan temuan yang membuat kita miris, ternyata makin tinggi pendidikan, makin rendah kemandirian dan semangat kewirausahaannya. Hampir seluruh lulusan sarjana, lebih dari 80%, memilih menjadi karyawan dan hanya sekitar 4% yang membuka usaha sendiri setelah lulus. Dari data ini, pertanyaannya, ada apa de­ngan pendidikan tinggi kita?

Di sisi lain, dunia usaha menuntut kualitas SDM yang sesuai dengan perubahan paradigma bisnis yang sedang berkembang. Pada masa post industries, perusahaan mengarah pada small companies yaitu perusahaan yang ram­ping dalam kuantitas personel, namun tinggi mobilitasnya dan punya keahlian yang spesifik. Mereka mensyaratkan orang-orang tersebut harus mampu berkomunikasi, juga memiliki kompetensi dan kepribadian yang siap untuk belajar tahu, belajar bekerja dalam tim, belajar mandiri, serta motivasi yang kuat.

Read more...
 
E-mail

PIKIRAN RAKYAT, 17 SEPTEMBER 2008

Akademisi, Bisnis, & Pemerintahan

Oleh TRESNA DERMAWAN KUNAEFI

Kondisi daya beli bangsa (GDP) saat ini yang tidak beranjak naik harus diakui, karena kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terpuruk dan ti­dak ada yang merancang secara komprehensif tentang nasib SDM kita mendatang di tengah-tengah persaingan glo­bal. Tingkat GDP berkorelasi positif dengan lama sekolah. Di Indonesia, hingga Februari 2007, dari sekitar tujuh ratus ribu orang penganggur berpendidikan tinggi, hampir 60% atau lebih dari empat ra­tus ribu penganggur berpendidikan sarjana. Jauh lebih ting­gi dibandingkan lulusan D-1 dan D-2 yang menganggur yang hanya 21% dari jumlah penganggur    berpendidikan tinggi atau lulusan D-3 yang hanya 25%-nya. Saat ini penduduk Indonesia baru 18% yang menjadi mahasiswa dan temuan yang membuat kita miris, ternyata makin tinggi pendidikan, makin rendah kemandirian dan semangat kewirausahaannya. Hampir seluruh lulusan sarjana, lebih dari 80%, memilih menjadi karyawan dan hanya sekitar 4% yang membuka usaha sendiri setelah lulus. Dari data ini, pertanyaannya, ada apa de­ngan pendidikan tinggi kita?

Di sisi lain, dunia usaha menuntut kualitas SDM yang sesuai dengan perubahan paradigma bisnis yang sedang berkembang. Pada masa post industries, perusahaan mengarah pada small companies yaitu perusahaan yang ram­ping dalam kuantitas personel, namun tinggi mobilitasnya dan punya keahlian yang spesifik. Mereka mensyaratkan orang-orang tersebut harus mampu berkomunikasi, juga memiliki kompetensi dan kepribadian yang siap untuk belajar tahu, belajar bekerja dalam tim, belajar mandiri, serta motivasi yang kuat.

Read more...
 
E-mail

MEDIA INDONESIA, 15 MEI 2008

 

‘Menjual’ Iptek pada Pemilu 2009

 

Oleh Amir F Manurung

Analis Hubungan Internasional

Satu tahun menjelang Pemilu 2009, pengalaman demokrasi diperkaya dengan berbagai ingar-bingar pesta demokrasi tingkat daerah. Menarik untuk dilihat, wacana teknologi ternyata tidak pernah dijadikan sebagai 'bahan jualan' oleh para kandidat dalam berbagai putaran pilkada. Kasus yang seharusnya meletakkan teknologi sebagai cerita utama misalnya perbaikan layanan transportasi dan energi melalui iptek. Hal itu belum diangkat menjadi topik hangat. Sungguhkah politik tidak bisa merangkul masalah iptek?

Tengoklah jelang pemilu Amerika Serikat. Media nasional kita banyak menyadur berita kampanye calon kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton dan Barack Obama. Di sana ceritanya berbeda. Kedua kandidat berusaha menyampaikan visi mengubah lukisan wajah AS, yang dituding dunia internasional sebagai negara rakus minyak bumi sehingga tega mencaplok Irak. 'Kuas' yang dipakai untuk mengubah lukisan tersebut adalah teknologi dan inovasi.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 10:31 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS 24 November 2009

 

Transaksi Pendidikan

 

Oleh MARIA FK NAMANG


Berita pelaksanaan ujian nasional bulan Maret 2010 seharusnya tidak mengagetkan (Kompas, 12/11).

Tiap tahun, menjelang ujian nasional, cepat atau lambat, ada "pemadatan pengajaran". Konsentrasi anak hanya dipusatkan pada  menjawab pertanyaan secara tepat.Apakah para pengambil kepu-tusan sadar bahwa yang "meng-gembirakan" dari ujian nasional hanya pemadatan pengajaran, bu-kan pemadatan pembelajaran?

Sistem mekanis

Dalam Introduction a la Filosofia de la Education (TW Moo­re, 1987), pendidikan sering dipahami secara keliru, sekadar transaksi. Ibarat jualbeli, guru yang (diandaikan) memiliki keunggulan pengetahuan dan pengalaman ditawarkan kepada siswa. Guru menjadi sumber informasi, instruktur, ahli, dan animator.Agar proses belajar-mengajar tidak terkesan vertikal, otoriter, atau sekadar mendikte, yang notabene sudah bukan zamannya lagi, guru mencari aneka "strategi pengajaran". Berbagai cara dikembangkan, bukan untuk menguatkan jelajah intelektual, tetapi sekadar menguatkan daya hafal dan kalatenan melaksanakan instruksi. Sekolah pun gembira saat apa yang diajarkan dikuasai sangat baik oleh siswa dan hal itu terbukti dalam ujian.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 08:09 Read more...
 


Page 9 of 11

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 81
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124539
Jantung_Sekolah1.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC