.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Politik
E-mail

 

Pikiran Rakyat, 9 Oktober 2008

 

Wujudkan Pendidikan Gratis

Oleh Dr. H. DADANG DALLY

Menarik sekali artikel Pjofesor H. Mohamad Surya yang dimuat harian ini Selasa (7/10) berjudul "Jangan Katakan, Pendidikan Gratis". kata beliau, sebutan, "gratis" bukan istilah pendidikan, tapi istilah dalam proses transaksi yang berbentuk pembayaran berapa uang atau bukan uang, yang biasa diLakukan dalam suatu proses "jual beli" baik barang maupun jasa. Secara konsepsional, pen­didikan bukan satu proses "transaksi" melainkan suatu proses "transformasi". Prof. Surya berargumen, yang dila­kukan pendidik kepada peserta didik melalui interaksi pendi­dikan dan dalam situasi pendi­dikan adalah suatu proses transformasi yaitu pembentukan kepribadian peserta didik ke arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Saya tidak bermaksud menyangkal pendapat Prof. Surya. Sebagai gurunya para guru, gagasan beliau tentu didorong oleh rasa tanggung jawab untuk meluruskan yang bengkok demi masa depan bangsa yang lebih baik. Saya setuju tidak menggunakan kata "gratis" da­lam pendidikan, jika di dalamnya bermakna transaksi seperti orang yang berdagang. Meminjam istilah ahli pendidikan besar dari Brazil, Paulo Freire, pendidikan harus dibedakan dengan melakukan transaksi di bank. Tidak bisa sebentar se­perti "mendepositkan" ilmu ke dalam kepala siswa. Oleh karena itu, pendidikan tidak sama dengan transaksi jual beli. So­crates juga mengatakan, guru yang bijaksana bertindak sebagai pembimbing, mendorong siswa agar berani, menjadi pemandu, mentoring, dan mendukung proses bejalar siswa. Ji­ka pendidikan dilakukan secara transaksional maka tindakan guru seperti itu sulit tercapai. Pendidik akan

Last Updated on Friday, 24 February 2012 07:40 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 13 MEI 2008

 

Sudut Amerika di IAIN Semarang

Kebutuhan akan informasi terasa sangat penting di era yang serba instan seperti sekarang ini. Semua orang, terlebih mahasiswa, dituntut selalu siap bersaing menjadi pemilik pertama sebuah informasi. Adagium terkenal mengatakan siapa yang paling awal mendapatkan informasi dialah yang akan menjadi pemenang. Karena itu, kemudahan dalam mengakses in­formasi merupakan hal yang sangat penting artinya.

Selain itu, penguasaan bahasa asing, terutama Inggris, menja­di faktor penting memudahkan akses infor­masi. Hal itulah yang dapat Anda lihat di salah satu sudut IAIN Walisongo Semarang. Di sudut utara wilayah Kampus III IAIN Walisongo terdapat gedung yang berdiri atas hasil kerja sama IAIN Walisongo dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), yaitu American Corner (Amcor).

Last Updated on Friday, 24 February 2012 07:18 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, SELASA, 2 September 2008

 

Sekolah Gratis Sebatas Janji

INDONESIA telah lama menghirup angin kebebasan dari belenggu penjajahan bangsa asing. Kini cita-cita kemerdekaan pun terwujud hingga tak terasa 63 tahun telah dilewati. Bagi sebuah bangsa yang ingin maju, kemerdekaan tidak hanya sebagai cita-cita, tapi juga merupakan sesuatu yang akan terus diperjuangkan baik secara kooperatif maupun angkat senjata serta dipertahankan demi utuhnya suatu kedaulatan negara.

Dalam rangka mempertahankan kemerdekaan itu, kiranya bangsa Indonesia harus memiliki sumber daya manusia yang cerdas serta memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sebagai generasi yang akan mewarisi estafet kepemimpinan nasional. Untuk mewujudkan itu semua, sektor pendidikan memiliki peran besar dalam mencetak generasi muda Indonesia yang cerdas. Karena, lingkungan pendidikan para ge­nerasi muda ini akan dipupuk dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan serta sejarah bangsa Indonesia. Diharapkan, dari pemaparan keilmuan itu rasa nasionalisme di kalangan generasi bangsa Indonesia kemudian timbul. Lantas timbul pertanyaan yang menggelitik, bagaimana potret pendidikan bangsa Indonesia kini ?

Last Updated on Friday, 24 February 2012 07:07 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, SELASA, 2 SEPTEMBER 2008

 

Potret Buram Pendidikan Indonesia

MASALAH dunia pendidikan di Indonesia seakan tidak ada habisnya. Ibarat benang kusut, sejumlah permasalahan klasik masih saja melingkupi dunia pen­didikan kita. Tidak hanya pemerataan kesempatan pendidikan, tingginya biaya pendidikan yang bermutu, peningkatan kualitas dan fasilitas, tapi juga rendahnya tingkat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kakunya kurikulum dan celakanya harus ditambah dengan perubahan-perubahan kuriku­lum yang sering terjadi, namun tanpa dibarengi dengan perbaikan mutu pendidikan sendiri. Perubahan kurikulum justru dijadikan ajang bisnis, beda kuriku­lum berarti beda buku pedoman. Amanat undang-undang dasar untuk menganggarkan dana 20% dari APBN belum mampu dipenuhi pemerintah.

Di satu bagian wilayah Indo­nesia, dekat perbatasan Indonesia dan Malaysia, ada satu sekolah yang hanya diajar oleh satu guru. Tiga ruang yang saling berhubungan dan tiap ruang diisi oleh gabungan dua kelas. Hal tersebut menjadi salah satu dari sekian banyak potret suram pendidikan di Indonesia. Pendidikan untuk semua juga masih dalam batas tataran janji.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 06:26 Read more...
 


Page 7 of 11

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 94
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125057
DSCF8761.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC