.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Politik
E-mail

 

Pikiran Rakyat 17 September 2008

 

Menyambut Lonceng Kematian LPTK

Oleh UK NURULPAIK

UNDANG-UNDANG Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen secara moral telah memberikan harapan dan kebanggaan kepada masyarakat profesi kependi­dikan (khususnya guru). UU tersebut telah mendorong lahirnya spirit bam untuk terns meningkatkan kualitas diri, dan martabat profesinya. Terjadi pu-la tren apresiasi dan minat masyarakat yang semakin baik untuk membidik profesi ini. UU tersebut menggariskan bahwa profesi gura minimal berpendidikan S-1 atau D-4, baik kependidikan maupun nonkependidikan. Keputusan politik ini mengisyaratkan bahwa pro­fesi guru merupakan profesi yang bersifat terbuka, bukan hanya bagi lulus-an dari lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), melainkan pula dari non-LPTK.

Lalu apa urgensi eksistensi LPTK kalau profesi guru itu pun secara yuridis dan akademik berhak dimasuki oleh mereka yang tidak dipersiapkan di LPTK. Mereka yang berlatar pendi­dikan dari non-LPTK/non kependidikan untuk menjadi guru cukup mengikuti pendidikan sertifikasi profesi gu­ru. Kalau demikian, LPTK cukup difungsikan sebagai lembaga sertifikasi profesi guru saja setelah menempuh sarjana bidang ilmu (subject matter) yang relevan. Mengacu pada UU ter­sebut, lulusan LPTK pun harus mengikuti pendidikan sertifikasi profesi un­tuk memperoleh sertifikat sebagai pendidik/guru profesional. Kualifikasi profesional melalui perolehan pen­didikan akta mengajar (akta IV selama ini) tidak lagi diakui sebagai lisensi profesional gura. Dalam UU itu digariskan, guru wajib memiliki dua hal. Pertama, kualifikasi akademiknya mi­nimal sarjana atau diploma IV setara S-1. Kedua, kompetensi sebagai guru1 profesional hanya dapat diperoleh melalui pendidikan profesi. Artinya, dapat dikatakan pula bahwa guru yang belum lulus pendidikan profesi adalah guru amatiran. Begitukah?

Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:32 Read more...
 
E-mail

KOMPAS 11 MEI 2008

 

Kini saat sungguh-sungguh Memperhatikan Pendidikan

 

Kejadian yang sama setiap tahun berulang saat penyelenggaraan ujian nasional. Berkali-kali dan bukan di satu tempat muncul laporan guru-guru yang ikut membocorkan jawaban soal ujian, bahkan mengganti jawaban siswa-siswinya.

OLEH NINUK M PAMBUDY

Pertanyaannya, mengapa guru-guru tersebut nekat melakukan hal yang sebetulnya tidak boleh mereka lakukan? Bukankah pendidikan seharusnya mengajarkan kejujuran?

Tampaknya, persoalan terse­but barulah puncak gunung es dari persoalan mendasar pendi-dikan nasional Indonesia.Menteri Pendidikan 1978-1983 Daoed Joesoef, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia dan Rektor IKIP Jakarta 1975-1980 Winarno Surakhmad,  dan  tokoh  pendidik Arief Rachman sama-sama berpendapat, ujian nasional hanyalah detail dari sebuah konsep , sistem pendidikan nasional.

"Ujian nasional itu seperti pintu dari bangiirian besar sistem pendidikan nasional," tandas Daoed Joesoef; Bila sistem pen­didikan nasional sudah ditata, demikian Daoed, tidak akan terjadi kisruh.dalam pelaksanaan ujian nasional seperti saat ini. Daoed menyebutkan, pendi­dikan sekarang dilepaskan dari tujuan menjadikan manusia yang semakin berpembawaan budaya dengan orientasi pada masa depan. Pendidikan sebagai bagian dari budaya, yaitu semua yang diciptakan manusia, mengembangkan sistem nilai dan memberi makna pada sistem nilai tersebut. Di sini pendidikan berperan mengajarkan semangat keilmuan dan perigetahuan ilmiah.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 10:01 Read more...
 
E-mail

 

Bisnis Indonesia 20-04-2006

 

Daya saing 'negara' Jabar di bawah Indonesia


Oleh HlLMAN HlDAYAT

Wartawan Bisnis Indonesia

Seandainya Provinsi Jawa Barat dianggap sebagai negara tersendiri, kemudian diukur daya saingnya berdasarkan instrumen versi World Economic Fo­rum (WEF), maka hasilnya mencengangkan.Berdasarkan pengukuran daya saing Jawa Barat yang dilakukan oleh Centre for Innovation, Entrepreneurship, & Leadership School of Business & Mana­gement (CJEL) SBM-Institut Teknologi Bandung (TTB), bekerja sama dengan Dinas Perindag Jabar dan Senada-USAID. 2006, ternyata peringkat daya saing Provinsi Jabar (bila menjadi se­buah negara tersendiri) berada di urut­an ke-85 dari 118 negara.

Indonesia saja yang dirasa tingkat korupsinya masih tinggi, daya saingnya berdasarkan WEF ada di urutan ke-50 dari 125 negara. Bila melihat 'negara' Provinsi Jawa Barat yang berada di urutan 85, maka betapa tidak kompetitifnya iklim usaha di Jabar.Dwi Larso, Wakil Ketua Forum Peningkatan Daya Saing Jabar dan juga Kepala CIEL-SBMITB, bersama timnya melakukan penelitian daya saing Jawa Barat pada 2006 dengan dukungan sejumlah pihak.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 09:26 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS 21 Agustus 2008

 

Ambruknya PTS Kita

Oleh AGUS SUWIGNYO

Ditengah gencarnya ikhtiar menjawab tantangan global, banyak perguruan tinggi swasta di Indonesia yang nyaris ambruk. Berita Kompas dua pekan lalu menyebutkan, hanya 50 persen dari 2.756 PTS di Indonesia saat ini yang dinyatakan "sehat" dalam hal jurnlah mahasiswa, rasio dosen-mahasiswa, dan ketersediaan fasilitas. Di Jawa Tengah 174 dari 323 PTS terancam ditutup karena kurang diminati maha­siswa. Di Yogyakarta jumlah mahasiswa baru PTS cenderung turun. Situasi ini sangat memprihatinkan!

Ambruknya sejumlah PTS merupakan efek privatisasi dan deregulasi pendidikan. Di sisi lain, kondisi ini mencerminkan mutu manajemen pendidikan tinggi kita, khususnya PTS, amat buruk.Seberapa siap PT(S) di Indonesia menghadapi persaingan yang semakin terbuka? Pantaskah pemerintah berdiam diri menyaksikan ratusan PTS sekarat?

Last Updated on Friday, 24 February 2012 09:20 Read more...
 


Page 6 of 11

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 80
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125087
DSCF8790.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC