.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      PIKIRAN RAKYAT, 03 DESEMBER 2009

      Merevisi Lampiran Permendiknas 20/2007


      Oleh MOHAMMAD CAHYA

      UJIAN Nasional (UN) merupakan hasil pemikiran  pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan mutu SDM Indonesia. Pemerintah, dalam hal ini Mendiknas, mengeluarkan Permendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

      Sebagai penyempurna dari Lampiran Permendiknas tersebut, Mendiknas mengeluarkan Permendiknas No. 78 Tahun 2009 yang mengatur penyelenggaraan UN 2008-2009. Dari Lampiran Permendiknas 20/2007 dan disempurnakan dengan Permendiknas 78/-2009, dapatlah dipahami, pe­merintah sangat peduli terhadap mutu pendidikan Indone­sia. Namun, bagi sekolah, kedua Permendiknas itu menjadi tanggung jawab berat karena aturan kelulusan (peserta didik di setiap satuan pendidikan di seluruh Indonesia) yang dijadikan pedoman baku adalah kriteria kelulusan UN dari menteri. Pendek kata, aturan kelulus­an siswa ditentukan pemerin­tah. Dengan adanya asumsi aturan itu, penulis menyesalkan pemerintah (Depdiknas) yang membiarkan aturan itu berkembang dan berlaku. Hal ini sebenarnya telah terdeteksi sejak Desember 2007 oleh Komisi X DPR RI periode 2004-2009. Namun, perjuangan DPR tidak membuahkan hasil signifikan.

       

      Untuk menguji kebenaran bahwa aturan kelulusan peser­ta didik ditetapkan oleh menteri, penulis mencoba mencermati isi Lampiran Permendiknas 20/2007 bagian G butir 6 pada bagian klausul yang berbunyi, hasil UN digunakan sebagai sa-lah satu penentu kelulusan pe­serta didik dari satuan pendi­dikan. Dari klausul itu, penulis berpendapat, hasil UN yang dimulai Depdiknas hanyalah seba­gai salah satu komponen dari berbagai komponen penentu kelulusan (peserta didik di se­tiap satuan pendidikan) yang lain, seperti hasil nilai ujian se­kolah dan praktik yang didapat peserta didik, hasil penilaian kepribadian yang didapat pe­serta didik, dan absensi peserta didik. Dengan demikian, kelirulah pemerintah jika penentuan kelulusan peserta didik pada setiap satuan pendidikan didasarkan atas hasil nilai UN. Sebaliknya, benarlah (pendapat penulis) jika penentuan kelu­lusan peserta didik di setiap sa­tuan pendidikan didasarkan atas hasil penilaian sekolah.

      Sebagai pemerkuat argumen tentang pihak yang kompeten menentukan kelulusan peserta didik sebagaimana disebutkan tadi, penulis mengajukan dua hal yang berhubungan dengan kesempurnaan penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik di setiap satuan pendidik­an. Pertama, pemerintah (Dep­diknas) hanya bisa menilai sa­lah satu komponen dari berba­gai komponen kelulusan peser­ta didik, yakni UN. Kedua, se­kolah bisa menilai berbagai komponen kelulusan, yakni UN, ujian praktik kepribadian, dan absensi.

      Jelaslah sekolah akan lebih sempurna penilaiannya dibandingkan dengan pemerintah (Depdiknas). Namun, Depdik­nas harus tetap menyelenggarakan UN dengan aturan menterinya agar mutu pendidikan bisa terukur. Kemudian hasil UN dari peserta didik dijadikan sebagai pertimbangan untuk seleksi masuk jenjang pendi­dikan berikutnya.

      Satu hal lagi, bagaimana jika soal UN salah, apakah Depdiknas bisa meralat kesalahan itu dengan cepat keseluruh sekolah di pelosok Indonesia? Jawabannya, tidak bisa. Karena dari pengalaman UN 2008-2009, Depdiknas tidak meralat kesalahan soal ke seluruh seko­lah penyelenggara UN. Kesa­lahan itu ada pada soal nomor 12 Paket A (P 12) atau soal no­mor 4 Paket B (P 45) UN 2008-2009 mata pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SMP/MTs. yang keduanya mempertanyakan simpulan isi tajuk. Isi tajuk memaparkan tentang dampak kenaikan harga sembako, sedangkan opsi jawaban sama sekali tidak berhu­bungan dengan isi tajuk. Tidak tertutup kemungkinan nilai yang didapat peserta didik, banyak yang berkurang satu. De­ngan kata lain, penilaian UN 2008-2009 boleh dikatakan ti­dak akurat atau dapat merugikan peserta didik.

      Untuk perbaikan UN, mutu pendidikan, ataupun mutu SDM di Indonesia ke depan, Mendiknas haruslah berbesar hati merevisi Lampiran Per­mendiknas No. 20/2007 bagi­an G butir 6. Adapun contoh revisinya adalah Hasil UN di­gunakan sebagai salah satu pe­nentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan kriteria kelulusan UN ditetapkan setiap tahun oleh Menteri berdasarkan rekomendasi BSNP dan kesetujuan DPR kemudian hasil UN dijadikan pedoman sebagaimana disebut pada ba­gian G butir 5 Lampiran Per­mendiknas No. 20/2007. Adapun isi Lampiran Permendik­nas No. 20/2007 bagian G bu­tir 5 adalah sebagai berikut. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik pada seleksi masuk jen­jang pendidikan berikutnya.

      Masih adakah waktu bagi Mendiknas merevisi lampiran Permendiknas tadi. Penulis optimistis akan niat baik dari Mendiknas baru karena waktu UN tersisa sekitar lima bulan lagi atau dua bulan lagi menjelang kebiasaan terbitnya permen penyempurna dari Lampiran Permendiknas No. 20 Tahun 2007. Di samping itu, penulis pun optimistis Mendiknas memiliki komitmen yang kuat terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia.

      Terakhir, penulis pun opti­mistis dengan adanya tulisan ini, Mendiknas beserta jajarannya akan segera menindaklanjuti kekurangan-kekurangan Lampiran Permendiknas No. 20 Tahun 2007 dan menggodoknya bersama-sama dengan DPR. Amin.

      Penulis, Ketua SDM MGMP Bahasa Indonesia Bandung Timur, PKS Kuriklum SMP YPU, serta guru bahasa Indonesia SMPMuslimin 3 dan SMPNasional Bandung.

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Monday, 27 February 2012 08:04  

      Items details

      • Hits: 9186 clicks
      • Average hits: 97.7 clicks / month
      • Number of words: 2452
      • Number of characters: 19134
      • Created 7 years and 10 months ago at Monday, 27 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 10 months ago at Monday, 27 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 304
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127328
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC