.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      MEDIA INDONESIA, SELASA, 2 September 2008

       

      Sekolah Gratis Sebatas Janji

      INDONESIA telah lama menghirup angin kebebasan dari belenggu penjajahan bangsa asing. Kini cita-cita kemerdekaan pun terwujud hingga tak terasa 63 tahun telah dilewati. Bagi sebuah bangsa yang ingin maju, kemerdekaan tidak hanya sebagai cita-cita, tapi juga merupakan sesuatu yang akan terus diperjuangkan baik secara kooperatif maupun angkat senjata serta dipertahankan demi utuhnya suatu kedaulatan negara.

      Dalam rangka mempertahankan kemerdekaan itu, kiranya bangsa Indonesia harus memiliki sumber daya manusia yang cerdas serta memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sebagai generasi yang akan mewarisi estafet kepemimpinan nasional. Untuk mewujudkan itu semua, sektor pendidikan memiliki peran besar dalam mencetak generasi muda Indonesia yang cerdas. Karena, lingkungan pendidikan para ge­nerasi muda ini akan dipupuk dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan serta sejarah bangsa Indonesia. Diharapkan, dari pemaparan keilmuan itu rasa nasionalisme di kalangan generasi bangsa Indonesia kemudian timbul. Lantas timbul pertanyaan yang menggelitik, bagaimana potret pendidikan bangsa Indonesia kini ?

       

      Pendidikan di negeri ini menjadi suatu barang yang mahal. Apalagi saat ini rakyat Indonesia tengah mengalami keterpurukan ekonomi. Angka putus sekolah tinggi karena banyak orang tua yang tidak mampu membiayai anak-anak mereka untuk sekolah. Semakin termarginalkan saja kaum miskin kota dan desa untuk mendapat pendidikan. Padahal hak untuk mendapatkan pendi­dikan itu dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tetapi semua baru tercantum secara kontekstual saja, belum ada komitmen dari pemerintah untuk merealisasikannya. Menjelang pesta demokrasi 2009 nanti, isu pendi­dikan gratis santer diberitakan di beberapa media, baik dilakukan oleh para calon kepala daerah maupun calon kepala negara. Akan tetapi, itu akan sia-sia apabila hanya menjadi komoditas politik semata demi meraup simpati rakyat. Rakyat sudah jengah dengan kebohongan para elite politik.

      Pendidikan gratis sudah men­jadi isu sentral di masyarakat In­donesia dan perkembangannya pun semakin aktual dan banyak dipublikasikain di media massa melalui iklan-iklan politik.

      Bagi masyarakat yang pro terhadap pendidikan gratis, sudah barang tentu menyambutnya dengan bahagia. Tetapi di pihak lain merupakan suatu dilema. Pro-kontra seputar pendidikan gratis secara tidak langsung akan muncul ke permukaan, Apabila pemerintah dalam menentukan kebijakannya tidak berpihak kepada kepentingan rakyat kecil, sudah tentu rakyat akan semakin terpuruk dalam belenggu kebodohan. Tuntutan masyarakat atas pendidikan gratis merupakan suatu tuntutan yang logis dan berdasar. Apalagi itu merupakan hak-hak rakyat yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 serta merupakan tujuan dari negara Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD1945, yaitu untuk mencerdaskan bangsa. Sektor pendidikanlah yang harus mendapat sorotan lebih.

      Apabila kita mengkaji kembali dan menelaah lebih jauh amanat perubahan Pasal 31 ayat (2) dan ayat (4) UUD 1945 yang diperjelas oleh UU No 20 Tahun 2003 Pasal 11 ayat (2), di situ secara tegas disebutkan tentang kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan dasar.

      Persoalan berikutnya adalah sejauh mana pemerintah dan pe­merintah daerah mau melakukan komitmen atas amanat UU tersebut. Kiranya realisasi anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD menjadi sesuatu yang logis dan penting un­tuk menjawab semuanya. Pendi­dikan gratis merupakan amanat UU. Untuk dapat merealisasikan amanat tersebut setidaknya ada beberapa tahap yang harus ditempuh.

      Pertama, adanya kemauan politik dari para pemimpin pemerintahan kita, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif da­lam perencanaan pendidikan mulai dari pengaturan UU, realisasi anggaran, pelaksanaan di lapangan, sampai pada penindakan atau pemberian sanksi jika terjadi penyimpangan.

      Kedua yaitu realisasikan ang­garan sebesar 20% dari APBN dan APBD untuk pendidikan.

      Ketiga, bersihkan lingkungan pendidikan khususnya Dinas Pendidikan dan pengelola seko­lah dari tangan-tangan koruptor.

      Akhirnya menjadi sesuatu yang patut diingat oleh pemerin­tah dan pemerinteh daerah, sam­pai detik ini masyarakat menghendaki pendidikan gratis mengingat kemampuan ekonomi ma­syarakat yang lemah.

      Kiranya 2009 nanti harus menjadi penentu, apakah pen­didikan gratis di Indonesia dapat terwujud ? Apa pun dan siapa pun kelak yang memimpin Indo­nesia ke depan, rakyat Indonesia mengharapkan figur pemimpin yang berkomitmen dan cinta terhadap pendidikan.

      Arfan Hamdani/T-1

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Friday, 24 February 2012 07:07  

      Items details

      • Hits: 424 clicks
      • Average hits: 4.5 clicks / month
      • Number of words: 2575
      • Number of characters: 20321
      • Created 7 years and 10 months ago at Friday, 24 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 10 months ago at Friday, 24 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 63
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127482
      Jantung_Sekolah1.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC