.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Peran Pendidikan Luar Sekolah dalam Pembangunan SDM dan Pemasyarakatan Budaya Baca
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      Page 7
      Page 8
      Page 9
      Page 10
      Page 11
      Page 12
      All Pages

      1.  Pendirian Taman Bacaan Masyarakat (TBM)

      Program TBM telah dimulai sejak tahun 1992/1993. Pendirian TBM ini merupakan pembaharuan dari Taman Pustaka Rakyat (TPR) yang didirikan oleh Pendidikan Masyarakat pada tahun 1950-an. Program TBM mempunyai secara umum mempunyai tujuan untuk membangkitkan dan meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat untuk membaca dan belajar sehingga tercipta menyarakat belajar. Sedangkan secara khusus ditujukan untuk memfasilitasi aksarawan baru pada program keaksaraan fungsional agar kemampuan membaca mereka tetap dapat terjaga dan dapat ditingkatkan sehingga tidak buta aksara kembali. Di samping itu TBM juga dimaksudkan untuk memfasilitasi terciptanya suasana belajar di masyarakat, sehingga muncul kesadaran kritis dalam mensikapi perkembangan di lingkungannya. TBM dengan kata lain merupakan perpustakaan kecil masyarakat, yang mempunyai koleksi buku relatif sesuai dengan kebutuhan lingkungan masyarakat setempat, dengan demikian TBM mempunyai buku-buku yang bersifat fungsional. TBM mendapatkan dana bantuan pembelian buku dari pemerintah dan para donotur yang peduli terhadap pendidikan dan pemasyarakatan budaya membaca. Untuk menumbuhkan dan membangun minat baca masyarakat tidak semudah membalikkan tangan, apalagi menciptakan budaya baca dan belajar. Berbagai hambatan struktural seperti keterbatasan anggaran, tenaga, sarana/prasarana, mekanisme kerja, luasnya sasaran yang harus dilayani serta sikap mental petugas dan masyarakat sangat berpengaruh terhadap kebijakan yang akan diambil. Sementara itu perubahan eksternal yang terus berlanjut seperti perkembangan iptek dan kebutuhan masyarakat yang semakin pesat turut mempersulit dalam menentukan alternatif-alternatif pilihan yang dianggap paling tepat. Taman  Bacaan Masyarakat (TBM) didirikan hingga pelosok desa, dimaksudkan untuk memberikan kesempatan dan peluang bagi warga masyarakat desa untuk membangkitkan budaya baca dan belajar. Dengan adanya budaya baca dan belajar diharapkan masyarakat dapat pula meningkatkan wawasan dan pengetahuannya. Melalui sarana pembelajaran yang tersedia diharapkan dapat mendukung prinsip pembelajaran di mana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Namun ini semua hanya mungkin terlaksana apabila ada upaya  yang terus menerus untuk untuk menciptakan lingkungan belajar (learning einveronment) dengan mengkondisikan dan mendorong masyarakat agar senantiasa belajar dan gemar belajar. Upaya ini merupakan tanggungjawab kita semua. Untuk menciptakan lingkungan belajar perlu dukungan dan kerjasama semua pihak. Peran dari para politisi, akademisi/pakar, pejabat, pengusaha, pemuka agama dan tokoh masyarakat, serta masyarakat lainnya amatlah besar demi terciptanya kondisi gemar belajar pada masyarakat. Dukungan dan motivasi itu misalnya adanya peraturan “jam belajar masyarakat” seperti yang terjadi di daerah Yogyakarta dan Cirebon, dimana pada jam-jam tertentu (jam 18.00-20.00) warga masyarakat dilarang keluar rumah kecuali untuk kegiatan belajar. Apabila ada dukungan dari semua pihak termasuk setiap keluarga tidaklah sulit untuk menciptakan gemar membaca dan belajar  di kalangan masyarakat. Bantuan untuk mennumbuhkan TBM setiap tahunnya  sangat menggembirakan, yaitu: berkisar antara 700 TBM sampai dengan 900 TBM bahkan pada tahun 2005 direncanakan akan diberikan bantuan sebanyak 2000 TBM, besar bantuan sekitar 4 juta rupiah. 

      Atas dasar pemikiran di atas, maka diharapkan semua komponen yang ada di masyarakat berperanserta dalam upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, sehingga upaya membangun budaya baca dan belajar masyarakat akan terwujud. Oleh karena itu segala upaya untuk mendorong setiap orang agar gemar membaca dan tidak berhenti belajar, harus terus menerus didukung dan digalakkan agar bangsa ini mampu bersaing di era globalisasi ini. Optimalisasi segala sumber dan potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Sejauh mungkin mengupayakan keterlibatan dari berbagai unsur dari mulai lembaga keluarga, RT/RW, Desa/Kelurahan, perusahaan, lembaga/organisasi sosial, dinas/instansi terkait, serta menggerakkan para tokoh masyarakat. Memperluas jaringan informasi dan kerjasama dengan berbagai instansi, organisasi, dunia usaha, LSM dan tokoh masyarakat atas dasar saling memberi manfaat. Buku-buku yang tersedia di TBM disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu perlu disediakan buku-buku yang bervariasi sesuai dengan minat masyarakat. Untuk memperoleh buku-buku yang bervariasi tersebut, maka dijalin kerjasama dengan berbagai instansi/lembaga lain, khususnya dengan penerbit. Untuk masa yang akan datang perlu menjalin kerjasama yang lebih intensif dengan penerbit, perpustakaan, lembaga-lembaga perbukuan dan para pecinta buku, perpustakaan dan kalayak umum, serta para donotur yang ada di seluruh Indonesia, sehingga seluruh TBM dapat memiliki buku-buku yang berkualitas dan bervariasi. Setiap Desa atau PKBM diupayakan memiliki TBM. Koleksi buku yang ada di setiap TBM/perpustakaan umum diusahakan selalu menarik, sehingga minat baca masyarakat cenderung akan semakin tinggi dan minat untuk mengunjungi serta memanfaatkan keberadaan TBM/perpustakaan umum juga tinggi. Apabila masyarakat sering mengunjungi dan memanfaatkan keberadaannya, maka diharapkan masyarakat gemar membaca dan belajar segera terwujud.

      1. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

       Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat adalah adalah sebuah lembaga atau wadah menampung kegiatan belajar masyarakatehingga keberadaannya merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih atau dijadikan ajang pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan pemikiran melembagakan  PKBM, maka potensi yang selama ini tidak tergali akan dapat digali, ditumbuhkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

      Gagasan menggulirkan PKBM ini timbul karena luasnya sasaran layanan, kompleksitas permasalahan dan kendala yang dihadapi masyarakat. Hal ini menyadarkan dan menyemangati pelaku pembangunan untuk melakukan berbagai upaya pembelajaran masyarakat yang berpangkal pada masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat, berada dalam lingkungan masyarakat dan bermakna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Strategi ini digunakan agar dalam setiap penyelenggaraan program pembelajaran masyarakat senantiasa dalam koridor pemberdayaan masyarakat. Dalam perspektif itulah pelaksanaan strategi mendinamisasi peran serta masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan, mengembangkan dan melembagakan kegiatan belajarnya yang diaktualisasikan dengan pembentukan PKBM.

      Prinsip utama pembentukan PKBM adalah bertolak dari kebermaknaan, kebermanfaatan dan keterlibatan warga belajar dalam perencanaan dan pelaksanaan program belajar. PKBM tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk masyarakat dan pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator. PKBM bukan milik pemerintah, tetapi miliki masyarakat yang dikelola oleh masyarakat setempat dimana PKBM berada. Bagaimanapun, keberhasilan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara keluarga, pemerintah dan masyarakat.
      Keterlibatan masyarakat dalam proses pendidikan secara tidak langsung akan meberikan ruang gerak yang lebih luas, sehingga masyarakat akan semakin dewasadan semakin mandiri dalam menentukan masa depannya. Dengan demikian pengembangan program-program yang ada di PKBM diarahkan pada pengembangan potensi masyarakat. Anggota masyarakat yang memiliki kelebihan, baik dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan membantu mereka yang masih ketinggalan pendidikannya, sehingga masyarakat mampu untuk mandiri, menopang kehidupan keluarga dan mendukung pembangunan masyarakatnya. Dengan kata lain, apabila potensi yang ada di masyarakat dapat berkembang secara optimal, maka keberadaan PKBM akan selalu mendapat tempat dan dukungan dari masyarakat yang mengarah pada suatu tujuan, yaitu terciptanya masyarakat yang gemar belajar, kreatif, dinamis, mandiri, memiliki daya saing serta sanggup menghadapi segala tantangan ke depan.

      Dewasa ini tercatat sekitar 1.500 PKBM tersebar di seluruh Indonesia. Dukungan pemerintah dalam upaya meningkatkan kemampuan kelembagaan PKBM antara lain berupa: (1) peningkatan kemampuan tenaga pengelola PKBM melalui kegiatan pelatihan, (2) pemberian subsidi kepada PKBM. Dengan dana subsidi diharapkan PKBM mampu mandiri dan dapat memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang terus meningkat dan beragam.



      Comments
      ernie   |2009-10-13 23:40:30
      Thanks, artikel peran PLS dalam pembengunan dst, sangat membantu sekali
      Achmad Firdaus  - -     |2009-10-26 17:44:01
      Artikel ini bagus sekali, menambah wawasan daya memahami peran pendidikan PLS
      khususnya dalam peningkatan SDM dan minat baca warga pendidikan luar sekolah.
      rustan abbas  - Edisi Buku     |2009-11-03 23:01:17
      Bisakah artikel tentang Taman Baca dan peningkatan pendidikan bisa dikemas dalam
      Edisi Buku sehingga dapat dibaca oleh pengunjung Rumah Baca Anatta

      Terima
      Kasih
      Rumah Baca Anatta
      Jl. Kangkung No 42 Wawondula Towuti Kab. Luwu Timur
      Propinsi Sulawesi Selatan
      Suherman   |2009-11-25 16:53:03
      sangat bisa, silakan. kalau bisa pak Abbas buat draft-nya, kebetulan saya dekat
      dengan beberapa penerbit
      mharywa  - sektor primer     |2009-11-19 11:00:07
      mau tanya, industri manufaktur bisa dikategorikan ke dalam sektor primer juga
      atau tidak pak? mengingat terminologi industri manufaktur sebagai industri
      penghasil barang, yg berarti termasuk komoditas primer seperti pertanian, air,
      listrik, dan gaas. terimakasih sebelumnya.
      Arief  - Artikel yg berkualitas   |2010-04-19 19:48:41
      artikel ini sangat berkualitas dan penting bagi saya sebagai calon penerus
      perjuangan PLS. semoga jaya terus... amin
      darlina  - artikel bgs   |2010-04-19 23:43:03
      artikel'y bgs.. mohon bantuan'y lbh lengkap ttg kaecakapan berpikir'y..
      ihsan  - terim kasih     |2010-05-04 21:24:46
      salam sejahtera bagi kita semua....
      melihat begtu pentingnya peran dari TBM
      untk memasyarakatkan baca.. maka dukungan dari pemerintah pun harus semakin
      nyata..
      kemudian sebenarnya terkadang timbul pertanyaan dari benak saya.. dari
      semua TBM yang telah ada apakah sudah memberikan dampak yang kiranya sangat
      dirasakan sekali dalam hal ini memebrikan kepuasan bagi masyarakat
      penggunanya...
      seringkali apablia ada seorang yang datang kali pertama untuk
      mengunjungi TBM dan kemudian dia mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan
      sekali maka bisa dijamin dia tidak akan pernah kembali.... nah disiniliah
      kiranya motivasi yang bagaiaman yang harus dibangun untuk menumbuhkan semnagat
      melayani masayarakat secara maksimal... meskipun TBM ini bukan lembaga yang
      menghitungkan profit (non profit)
      begitulah... saya harap hal ini perlu
      didiskusikan....
      terima kasih
      Suherman   |2010-05-05 17:18:37
      Untuk mengetahui dampak tersebut perlu sebuah penelitian (kesempatan untuk yang
      sedang nyusun skripsi nih...).
      Sekarang ini, pengelola TBM hanya berbekal
      idealisme. Perhatian dari pemerintah sudah ada tapi belum memadai. Untuk
      menciptakan para pengelola yang profesional harus dibuat sebuah program bersama.
      Mungkin bisa seminar atau workshop yang membahas tentang tantangan dan peluang
      (prospek) menjadi pengelola TBM.
      SETH MIKO   |2010-07-15 17:19:25
      Semangat terus untuk para pejuang-pejuang PLS......
      vony r.a  - pls   |2010-09-01 21:56:54
      thank taz adanya artikel nie.............
      pls caaaak...skses slalu.
      zulanwar  - pendidikan   |2012-03-01 21:27:29
      good..
      zulanwar  - pendidikan     |2012-03-01 21:31:25
      good
      elina   |2012-08-04 02:02:12
      bagus :)
      elina   |2012-08-04 02:04:09
      bgus :)
      elina  - bgus   |2012-08-04 02:05:27
      apiik
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 846219 clicks
      • Average hits: 6716 clicks / month
      • Number of words: 14803
      • Number of characters: 116086
      • Created 11 years and 6 months ago at Thursday, 04 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 216
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127078
      bacalah.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC