.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Perbukuan
E-mail

KORAN TEMPO, RABU, 30 AGUSTUS 2006

Menyongsong Kurikulum Pendidikan 2009/2010


Razali Ritonga

PEJABAT BADAN PUSAT STATISTIK

Di tengah keprihatinan akan kuali­tas pendidikan Mta saat ini,tim Olimpiade Fisika kita di Singapura beberapa waktu yang lalu berhasil mengukir prestasi yang sangat menakjubkan. Indonesia memperoleh empat emas dan satu perak serta salah satu di antara empat medali emas itu memper­oleh nilai mutiak (the absolute winner). Pencapaian itu membukukan Indonesia sebagai juara dunia Olimpiade Fisika Internasional 2006.

Prestasi Indonesia dalam ajang olimpiade itu dapat dipandang sebagai salah satu wujud visi pendidikan berkualitas dan hal itu berlaku secara universal. Setiap negara menginginkan prestasi serupa. Namun sayang, tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada mereka yang ikut berlomba, pencapaian prestasi itu belum bisa merefleksikan kondisi pendidikan di Tanah Air yang sebenarnya.

Prestasi yang dicapai siswa yang menang dalam olimpiade itu hanya segelintir dari, jutaan siswa yang kualitasnya masih memprihatinkan. Kenyataan ini antara lain terindikasi dari standar nilai kelulusan, seperti yang diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melepas guru favorit Sumatera-Jawa, yang akan melakukan studi banding ke negara ASEAN pada Juli 2006.

Lebih jauh beliau mengatakan bahwa dari tiga mata pelajaran yang diujikan, yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan matematika, nilai kelulusan yang ditetapkan minimal 4,25, sedangkan Malaysia memakai standar nilai kelulusan 6 dan Singapura 8. Posisi Indonesia hanya sebanding dengan Filipina (Koran Tempo, 17 Ju­li 2006).

Maka; dalam rangka mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan kita, pemerintah terus berupaya meningkatkan standar ke­lulusan 0,5 poin setiap tahun. Dengan demikian, pada 2009/2010 diharapkan kuali­tas pendidikan kita paling tidak menyamai Malaysia. Keseriusan pemerintah mengejar pendidikan berkualitas itu tampaknya bukan sekadar wacana. Hal ini terindikasi de­ngan dikeluarkannya peraturan nomor 22 dan 23 tahun 2006 oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:11 Read more...
 
E-mail

Republika, 4 Januari 2010

Menyikapi buku Kontroversial

M Bachrul llmi, Fitriyan Zamzami

Ada dua peristiwa yang berkaitan dengan buku pada 23 Desember 2009. Pertama, Kejaksaan Agung mengumumkan pelarangan lima buku. Kedua, buku kontroversial berjudul Membongkar Gurita Cikeas; Di Balik Skandal Bank Century diluncurkan di Yogyakarta.

Seperti buku-buku terdahulunya yang selalu menggedor 'ring I', Membongkar Gurita Cikeas (MGC) karangan George Junus Aditjondro kali ini juga membuat pihak Istana dan lingkar dalamnya 'kebakaran jenggot'. Apalagi, buku itu muncul saat Pantia Khusus (Pansus) Angket Bank Century sedang menyelidiki kisruh Bank Century.

Anggota Pansus, Bambang Soesatyo, misalnya, langsung memborong 40 buku untuk dibagikan kepada koleganya di pansus. Dia juga menyatakan sebagian orang yang ditulis dalam buku itu, sudah masuk dalam tar­get Pansus untuk dipanggil.

Beragam istilah yang digunakan pihak Istana untuk menyikapi buku itu: fitnah, infotainment ghibah, sinetron mistis, berdaya analisa rendah, dan lain-lain. Bahkan, Rabu pekan lalu, salah satu politisi Partai Demokrat (PD), Ramadhan Pohan, mendatangi launching buku itu di Doekoen Cafe, Jakarta Selatan, khusus untuk 'memberi pelajaran' kepada Aditjondro.

Dan, di lokasi launching yang sempit dan penuh sesak, pendingin suhu udara tak lagi mampu mendinginkan aura panas yang merebak. Pohan.yang diberi kesempatan berbicara lima menit soal buku itu, tak urung membuat Aditjondro bereaksi mengayun buku ke arah Pohan.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:10 Read more...
 
E-mail

Menurunkan Harga Buku

Oleh S SAHALA TUA SARAGIH


Ini kisah nyata Pada awal Mei lalu, sepasang suami istri sempat cekcok soal anggaran belanja keluarga Sang istri yang berprofesi ibu rumah tangga sejak beberapa bulan lalu selalu mengeluh tiap kali pulang dari pasar. Uang Rp 50.000, katanya, nyaris tak berartilagi. Harga berbagai kebutuhan pokok secarabertahap terus meroket

Sejak awal Mei lalu giliran sang suami mengeluh karena harga semua jenis media massa cetak dan buku naik lebih kurang 30 persen. ; Alasan penerbit, harga kertas di pa­sar internasional terus naik, sedangkan sebagian besar konsumsi kertas nasional berasal dari luar negeri. Padahal, Indonesia terkenal sebagai negara besar di bidang ekspor kayu gelondongan. Sungguh ironis!

Kebutuhan primer bernama ke­butuhan pokok jauh lebih penting dan mendesak daripada bahan bacaan. Inilah penyebab pertengkaran mereka selama berhari-hari pada awal Mei lalu. Dari dahulu kelu­arga tersebut berlangganan empat-lima koran harian, tiga majalah mingguan dan bulanan, serta dua-tiga buku teks per bulan. Pengeluaran keluarga tersebut untuk ba­han bacaan saja lebih dari Rp 500.000 per bulan.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:10 Read more...
 
E-mail

SEPUTARINDONESIA, 9 M El 2 010

Menjual Keunikan BukuBekas

JAKARTA (SI) -Identik dengan buku-buku bekas bernuansa sastra, seni dan budaya, Galeri Buku Bengkel Deklamasi, ternyata terkenal di luar negeri. Konsep ini, bahkan diadopsi di beberapa daerah di Indonesia.

Keunikan dari buku bekas inilah yang juga membawa kebanggaan pemilik galeri karena pernah suatu waktu 500 koleksi bukunya dibeli untuk koleksi sebuah museum di Inggris. Ini karena buku-buku di toko ini berbeda dari toko buku konvensional lainnya, termasuk tata letaknya yang terbilang sederhananya.

Jika Anda penasaran, tidak ada salahnya berjalan-jalan di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Tempat inilah galeri buku itu berada. Bagi penyuka seni dan pertunjukan sastra, TIM merupakan lokasi favorit buat melepas kepenatan setelah seharian beraktivitas.

Bagi penyuka buku-buku lawas, Galeri Buku bengkel Deklamasi juga bisa menjadi pengobat rindu. Letaknya di bagian paling pojok sebelahkanan dari arahdepanpusat kesenian bersejarah itu, membuat toko buku ini mudah ditemui.

Jika datang ke lokasi, pengunjung biasanya akan disambut seorang laki-laki paro baya berambut panjang. Dia adalah Jose Rizal Manua, yang dikenal sebagai pemilik Galeri Buku Bengkel Deklamasi itu.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:09 Read more...
 


Page 2 of 24

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 51
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124866
bacalah.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC