.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Perbukuan
E-mail

Kertas Dan Revolusi Budaya

Produksi kertas tak hanya memberi rangsangan luar biasa untuk menuntut ilmu, tetapi membuat harga buku semakin murah dan mudah diperoleh. Hasil akhirnya adalah revolusi budaya, cetus Cendekiawan Muslim, Ziauddin Sardar.

Menurut dia, produksi buku dalam skala yang tak pernah terjadi sebelumnya mem­buat konsep ilmubertransformasi menjadi sebuah praktik yang benar-benar distributif.

Bermunculannya industri kertas pada era kejayaan Islam jugatelah melahirkan sejumlah profesi baru. Salah satunya adalah warraq. Mereka menjual kertas dan berperan sebagai agen. Selain itu, warraq juga bekerja sebagai penulis yang menyalin berbagai manuskrip yang dipesan para pelanggannya. Mereka juga menjual buku dan membukatoko buku.

Menurut Sardar, sebagai agen, warraqin juga sering membuat sendiri kertas untuk mencetak buku. Sebagai penjual buku, war­raqin mengatur segalanya, mulai dari mendirikan kios di pinggir jalan hingga toko-toko besar yang nyaman jauh dari debu-debu pasar. Kios-kios buku itu umumnya berdiri di jantung kota-kota besar, seperti Baghdad, Damskus, kairo, Granada, dan Fez.

Last Updated on Monday, 12 March 2012 07:38 Read more...
 
E-mail

Kematian Media Cetak

Sekitar 20 tahun lagi, media cetak akan mati. Ramalan itu pasti memanaskan telingabanyak pemilik dan pekerjadi.industri media cetak ter­masuk para jurnalisnya. Bill Gates pernah. membuat prediksi bahwa Internet akan menyatukan dunia, menjadi pemimpin industry media di masa depan dan media cetak akan mati. Karena itu, tak heran kalau perdebatan sengit soal itu terjadi pada diskusi yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Terlepas dari berbagai perdebatan yang ada, kita sadari bahwa, mungkin kita-kita yang saat ini sedang berdebat mungkin juga tidak pernah menikmati masa-masa itu. Karena selain sebagian dari kita saat itu sudah masuk dalam kategori usia nonproduktif, atau bahkan mungkin sebagian dari kita sudah tiada. mengelola media-media dengan paradigma yang jauh berbeda dengan kita saat ini. Mereka adalah generasi yang sangat akrab dengan teknologi dunia maya tanpa batas yang sangat menarik dan interaktif.

Namun, bukan berarti saat itu koran, majalah, dan tabloid akan mati. Mereka akan tetap hidup, namun tidak perlu di print, alias dicetak. Hanya kalau memang user menginginkannya media-media itu dapat dicetak, bahkan berulang-ulang.

Ini hampir mirip dengan fenomena studio cuci cetak foto, yang saat ini mulai tampak berguguran semenjak teknologi foto digital marak. Setiap orang tetap akan mendokumentasikan aktifitasnya, bahkan lebih sering dari sebelumnya, hanya soal cetak mencetak bukan merupakan keharusan, tergan-tung kebutuhan. Jadi fenomena ini sebetulnya tidak perlu merisaukan rekan-rekan pemilik dan pekerja di industri media cetak termasuk para jurnalisnya.

Yang menikmati masa 2020-2026 itu adalah anak-anak kita yang saat ini baru menonton pertandingan kesebelahir alias balita sampai yang kini di kesayangan kita, dengan call bangku SMP. Mereka jugalah yang akan replay.

Last Updated on Monday, 12 March 2012 07:35 Read more...
 
E-mail

Kearifan Menyeleksi Buku

Kuswaidi Syafi'ie

PERDEBATAN cukup panjang dan melelahkan yang diturunkan koran ini sejak beberapa minggu lalu seputar inleleklual gadungan atawa tukang oplos. sesungguh-nya hanyalah satu lajur dari keseluruhan spektrum keilmuan yang memiliki bentuk seni, medium dan perspektif

Sejumlah intelektual gadungan atawa tukang oplos dalam mener-bitkan buku memang tidak bisa dipungkiri keberadaannya, bahkan predikat yang tidak begitu menge-nakkan itu tidak hanya disandang oleh sebagian penulis di negeri ini, tapi juga di negeri-negeri lain di berbagai penjuru dunia.

Namun inilah yang pasti keberadaan segelintir intelektual gadu­ngan atawa tukang oplos itu bukanlah merupakan hal utama dan dominan dalam menentukan suram tidaknya gelanggang intelektualitas di negeri ini. Bahkan kita bisa mengungkapkan dalam logika perbandingan bahwa keberadaan in­telektual gadungan atawa tukang oplos itu sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk mengukuhkan eksistensi intelektual-intelektual yang asli atau waras.

Read more...
 
E-mail

Kearifan Menyeleksi Buku

Kuswaidi Syafi'ie

PERDEBATAN cukup panjang dan melelahkan yang diturunkan koran ini sejak beberapa minggu lalu seputar inleleklual gadungan atawa tukang oplos. sesungguh-nya hanyalah satu lajur dari keseluruhan spektrum keilmuan yang memiliki bentuk seni, medium dan perspektif

Sejumlah intelektual gadungan atawa tukang oplos dalam mener-bitkan buku memang tidak bisa dipungkiri keberadaannya, bahkan predikat yang tidak begitu menge-nakkan itu tidak hanya disandang oleh sebagian penulis di negeri ini, tapi juga di negeri-negeri lain di berbagai penjuru dunia.

Namun inilah yang pasti keberadaan segelintir intelektual gadu­ngan atawa tukang oplos itu bukanlah merupakan hal utama dan dominan dalam menentukan suram tidaknya gelanggang intelektualitas di negeri ini. Bahkan kita bisa mengungkapkan dalam logika perbandingan bahwa keberadaan in­telektual gadungan atawa tukang oplos itu sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk mengukuhkan eksistensi intelektual-intelektual yang asli atau waras.

Last Updated on Monday, 12 March 2012 07:34 Read more...
 


Page 9 of 24

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 85
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124581
DSCF8761.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC