.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Perbukuan
E-mail

Melongok Dunia Melalui Buku Lawas


DIJUAL buku kuno, "Dibawah Bendera Revolusi karya

Bung Karno " asli, ejaan la­ma, Jilid i dan 2 cetakan

kedua. Harga satu setRp 5Ojuta. Kondisi masih bagus

dan masih terawat. Berminat hubungi Yudha

o8ig2i64XXXX.

IKLAN penawaran buku kaiya sang proklamator Soekarno berjudul Dibawah Bendera Revolusi, pada 2005 atau tepatnya menjelang peringatan 100 Tahun Bung Karno, mewarnai sejumlah media cetak tanah air juga di media internet. Alasannya, pasca rubuhnya pemerintahan Orde Baru, banyak kaum nasionalis yang berniat memiliki buku DBR (Dibawah Bendera Revolusi).

Sebab, begitu hebatnya kampanye "desukarnoisasi" yang dilakukan secara permanen dan sistematis terhadap sejarah bangsa kita, dan begitu parahnya trauma yang diakibatkan oleh tindakan para pendiri Orde Baru terhadap Bung Kar­no sehingga banyak orang tidak berani menyimpan (atau menjual) buku-buku yang berisi karya-karyanya.

"Bahkan, konon, tidak sedikit yang terpaksa menyembunyikannya rapat-rapat, membakarnya, atau menghancurkannya secara diam-diam. Oleh karena itu, amatlah sulit sekarang ini untuk bisa mendapatkan buku Dibawah Ben­dera Revolusi, baik dikota-kota besar Indonesia, (apalagi!) di kota-kota kecil. Di perpustakaan umum maupun perpustakaan universitas dan lembaga-lembaga penting pun, buku ini juga sudah 'menghilang' atau dihilangkan," ujar Ny. Dwi Sukarni (63), kolektor buku-buku lama.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 07:59 Read more...
 
E-mail

KORAN TEMPO, SABTU, 2 JANUARI 2010

Melarang Buku Sebuah Klise

DianR. Basuki

PENULIS, TINGGAL Dl BANDUNG

Sebuah klise kembali diulang: sejumlah buku dilarang beredar. Atas nama menjaga ketertiban umum, Kejaksaan Agung melarang peredaran lima judul buku (Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto, dll). Benarkah buku-buku itu akan atau telah melanggar keter­tiban umum? Atau justru pelarangan ini, yang disiarkan oleh media massa, yang jus­tru menciptakan gangguan pada ketertiban umum?

Tak ubahnya promosi gratis, pelarangan itu malah mendorong publik, yang semula tidak mengetahui buku-buku terlarang tersebut, kini malah mencarinya. Kalaupun buku-buku itu ditarik dari peredaran, ma-syarakat akan memburu buku-buku yang dilarang tersebut, apa pun caranya: membe­li di pasar gelap, memfotokopi, atau meminjam. Alamiah belaka, pelarangan justru mendorong rasa ingin tahu mereka.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 07:58 Read more...
 
E-mail

KORAN TEMPO, KAMIS, 14 JANUARI 2010

Melarang Buku, Menerbitkan Kegelapan

StephTupengWitin,

MAHASISWA MAGISTER JURNALISTIK IISIP JAKARTA

Melarang peredaran sebuah buku me-rupakan tindakan yang tidak demokratis. Buku adalah ruang bagi siapa pun untuk mengekspresikan kemerdekaan berpikir dan kebebasan mengakses informasi. Peran ini menempatkan buku sebagai cahaya, terang bagi peradaban. Maka, ketika sebuah buku hendak dilarang peredarannya dari tengah publik, sesungguhnya cahaya, terang peradaban, itu sedang dipadamkan. Lembaga atau instansi formal yang melarang peredaran sebuah buku sesungguhnya tengah menghadirkan dan menerbitkan kegelapan bagi peradaban. Tindakan itu merupakan kiamat bagi dinamisme sejarah peradaban dan perkembangan demokrasi.

Menurut Goenawan Mohamad, pelarangan sebuah buku merupakan tindakan yang me-nakjubkan. Ketakjuban itu tidak sebatas bahwa buku tersebut akan menjadi komoditas bisnis yang menggairahkan penulis dan penerbit. Tetapi bahwa kebebasan berpikir, berpendapat, yang terekspresikan dalam buku yang dilarang itu sesungguhnya akan semakin mendapatkan apresiasi mendalam. Publik akan semakin keranjingan memburu pikiran dan gagasan yang dilarang itu. Perburuan intelektual itu akan semakin mengagungkan pikiran dan gagasan. Pada saat yang sama, negara yang disimbolkan oleh instansi formal tertentu yang melarang buku itu akan semakin menuai badai kecaman, si-nisme, dan terpinggirkan dari ranah percaturan civil society.

Buku memainkan peran penting dan strategis dalam ranah kehidupan manusia. Kehadirannya, meski menuai kontroversi, akan bersentuhan dengan publik karena ia menghadirkan pikiran, gagasan, dan ide yang dibutuhkan. Pikiran, gagasan, dan ide itu merupakan rekonstruksi atas realitas publik. Maka buku merupakan cermin untuk membaca realitas secara lebih intens. Ketika buku itu dilarang, publik akan melakukan perlawanan karena kebebasan berpikir, perbedaan berpendapat, dan keberagaman perspektif dalam membaca kenyataan yang merupakan hak asasi itu sedang dilanggar. Pelarangan sebuah buku yang berarti pemutusan ruang bagi publik untuk membaca kenya-taan secara subtil tidak lain merupakan se-buah upaya sistematis menggiring publik untuk melakukan perlawanan terhadap ke-kuasaan otoriter-represif, yang dicemaskan dan digelisahkan oleh eksistensi sebuah buku.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 07:56 Read more...
 
E-mail

Media cetak mendekati kematian?


Oleh HlLMAN HlDAYAT Wartawan Bisnis Indonesia

Ketika media cetak mendapat pukulan telak atas kehadiran radio pada 1909, media cetak bertahan. Kemudian pada 1939 di saat siaran TV mengudara yang berlanjut sampai saat ini, media cetak masih tahan, meski agak kelimpungan.

Nah, pada era teknologi informasi seperti saat ini bagai hantaman yang ketiga bagi media cetak. Bahkan Bill Gates pada awal 2000 sudah memberikan sinyal datangnya era kematian surat kabar dan me­dia cetak lainnya. Runtuhkah eksistensi media cetak?

Sejumlah diskusi para praktisi dan akademisi jurnalistik masih menyimpulkan media cetak tidak akan pernah mati meski teknologi informasi berkembang terus. Hanya saja kesimpulan itu sedikit goyah. Setidaknya, kegamangan itu tercermin dalam rapat kerja Serikat Pekerja Pers (SPS) yang dihadiri oleh pemilik surat kabar, seperti Jacob Oetama, H. Sukamdani S. Gitosardjono, Dahlan Iskan, Leo Batubara, Soemadi M. Wonohito, Fikri Jufri, Parni Hadi, serta tokoh pers na-sional lainnya, menyiratkan kekhawatiran mendasar akan masa depan media cetak.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 07:53 Read more...
 


Page 6 of 24

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 127
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125313
bacalah.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC