.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Perbukuan
E-mail

Menekan Harga Buku dengan Membeli Hak Cipta

Oleh TONGGO ANTHON

 

KELUHAN masyarakat soal mahalaya buku teks pelajaran (BTP), mulai direspons pemerintah dengan membeli hak cipta BTP. Tahun ini pemerintah menganggarkan Rp 4 miliar untuk 59 jilid buku dan mengundang para penulis untuk mengirim naskahnya hingga 5 Oktober 2007. Naskah ini akan diperbanyak dalam bentuk disket, cakram, dan e-book di internet.

Masyarakat mengaksesnya secara gratis. Sedangkan untuk kepentingan komersial harus mendapat izin, seperti para penerbit buku cetak. Butir perjanjian yang akan diikat bahwa para penerbit harus menjual dengan harga 50 persen lebih murah dari saat ini. Apakah kebijakan ini dapat menolong daya beli masyarakat dalam melaksanakan hak untuk memperoleh pendidikan?

Yang paling penting dari daya beli adalah bukan hanya menekan harga jual BTP-nya, tetapi keseimbangan antara keadaan keuangan dengan harta BTP. Padahal, keseimbangan antara keadaan keuangan dan harga BTP itu tidak hanya dengan rendahnya 50 per­sen harga BTP dari saat ini, tapi juga dari tidak bertambah tmgginya inflasi dan harga barang serta jasa kebutuhan hidup yang lainnya demi meningkatnya pendapatan masyarakat.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:03 Read more...
 
E-mail

Menebar Buku Terjemahan

Sekitar 40 pener­bit telah menjadi mitra lembaga penerjemahan khusus buku berbahasa Arab, Kuwais.

Buku terje­mahan asal Ti­mur Te­ngah ternyata cukup diminati masyarakat pecinta buku di Tanah Air. Tak heran, bila penerbit buku berlomba-lomba untuk menerbitkannya.

Di balik berkilaunya buku-buku asal Timur Tengah itu, ternyata ada peran besar yang sering dilupakan, yakni para penerjemah. Atas peran para penerjemahlah, buku-buku karya penulis hebat di luar negeri bisa dinikmati. Seiring derasnya per-mintaan terhadap buku-buku asal Timur Tengah, profesi penerjemah pun terus berkembang.

Awalnya, para penerjemah itu bekerja secara personal, JSTamun, mulai tiga tahun lalu sudah berdiri lembaga penerjemah khusus buku-buku dari Timur Tengah. Lembaga ini mulai dirintis oleh beberapa alumni Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Lembaga penerjemah bernama CV Kuwais Media Kreasi, misalnya, berdiri pada Juni2002.

Lembaga ini menyediakan jasa un­tuk menerjemahkan buku-buku dari Timur Tengah. Hasil terjemahan itu kemudian ditawarkan kepada para penerbit yang ada di Tanah Air. "Di Indonesia, mungkin baru ada satu lem­baga penerjemah buku dari Timur Tengah yang resmi," ujar Ahmad Hadi Yasin, Wakil Direktur CV Kuwais Media Kreasi.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:02 Read more...
 
E-mail

RUANG BACA FEBRUARI 2007

Menakar Kontribusi Buku-Buku Spiritual Populer


Oleh: WIWIK SUDIATr

Sejak krisis politik dan ekonomi menandai berakhirnya pemerintahan Orde Bam, masyarakat Indonesia berada dalam cengkeraman situasi yang serba tak menentu. Pesimisme mewabah, kekacauan terjadi dimana-mana, uforia reformasi belum membuahkan hasil, dan pengangguran makin membengkak.

Secara teoritis maupun praktis, masalah-masalah sosial tersebut seharusnya segera dicarikan solusinya, agar tidak muncul masalah-masalah sosial lain yang lebih serius. Pada kenyataannya, para pemimpin negeri ini sampai sekarang belum mampu menemukan formula yang ampuh untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hingga titik tertentu, kepercayaan masyara­kat terhadap para pemimpinnya semakin mengabur. Perhatian terhadap isu-isu sosial politik nasional pun merosot.

Dalam perspektif psikologis, kondisi sosial yang semakin terpuruk itu mendorong masyarakat untuk mencari kompensasi psikologis sebagai strategi untuk tetap survive. Bentuk kompensasi psikologis yang mudah
diamati akhir-akhir ini adalah meningkatnya konsumsi buku-buku spiritual populer di masyarakat. Bila dilihat secara sepintas, ini seakan-akan memberi tanda bahwa kehidupan spiritual masyarakat Indonesia semakin berkualitas. Padahal, jika diamati lebih seksama, fenomena ini sebenarnya tak ada bedanya dengan bentuk kompensasi-kompensasi psiko­logis lain, misalnya pergi ke diskotek atau memancing (tentu, dalam konteks sebagai strategi).

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:01 Read more...
 
E-mail

Memimpikan Baku Murah

Suatu hari, dalam sebuah rapat akbar, Presiden Soekarno dengan berapi-api berorasi. Sang Proklamator memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Priyono, untuk menerbitkan buku murah bagi masyarakat. Sayang, mimpi Soekarno agar rakyatnya bisa menikmati buku murah hingga kini tak pernah terwujud, bahkan semakin jauh.

Saat ini, minat baca rakyat masih rendah. Namun, harga buku di Tanah Air justru kian mahal saja. Dua kenyataan itu turut berperan membuat indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terpuruk di peringkat 115 dari 150 negara di dunia. Bagaimana masyarakat dan bangsa ini bisa cerdas dan maju kalau harga buku tak lagi terjangkau?

Tapi, mengapa harga 'sang jendela dunia' demikian mahal? Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Makhfudin Wirya Atmaja, menuding penyebabnya adalah kurangnya perhatian pemerintah. Padahal, kata dia, untuk membuat harga buku menjadi murah, bisa dilakukan dengan cara memproduksi kertas khusus yang ringan dan murah, seperti dilakukan India.

Alih-alih menyiasati agar harga buku menjadi murah, pemerintah justru membebani setiap buku yang terbit denganpajak sebesar 10 persen. Padahal, harga produksi buku di Indonesia sendiri masih tinggi.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:00 Read more...
 


Page 5 of 24

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 115
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125078
DSCF8790.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC