.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      SENIN, 26JULI 2010, MEDIA INDONESIA

      Merayakan Kelahiran Penerbit Daring

      Upaya menggairahkan dunia penerbitan buku di Indonesia melalui internet mulai dilakukan sejumlah start-up lokal. Sudah ada Evolitera, Nulls Buku, dan Papataka.


      Sica Harum

      RUANGAN yang disebut kantor itu terletak di atas wartel di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Selasa (20/7), Dhiratara Widhya, salah satu pendiri dan direktur Evolitera menyapa ramah. Wajahnya sedikit berkeringat. "AMs ngepel," ujarnya lalu nyengir.

      Dhira menunjukkan tangga ke lantai tiga. Di sana, tiga lelaki sudah menunggu. Semuanya masih muda, rata-rata baru seperempat abad. Dhira sendiri baru diwisuda menjadi sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia. Umurnya baru 21 tahun. Mereka berempat, ditambah satu pemrogram, ialah otak di balik Evolitera, penerbit daring yang pertama di Indonesia.

      "Awalnya, karena saya punya pacar yang juga penulis. Saya pikir, banyak orang punya bakat menulis tapi sulit menerbitkan buku-buku mereka," ujar Eduardus Christmas, pendiri sekaligus CEO Evolitera mengenang ide pada awal 2009.

      Ide itu berbuah menjadi net publishing bernama Evolitera dan meraih Indigo Fellowship 2009 untuk kategori karya cipta kreatif. Lantas Eduardus melengkapi timnya dan mulai mengumpulkah modal. "Masih di bawah Rp 500 juta. Proporsi terbesar dialokasikan untuk pengembangan fitur," katanya.

      Saat dirilis pada Februari 2009, laman Evolitera memuat sekitar 20 judul buku elektronik (e-book) yang bisa diunduh dalam format PDF. Semuanya merupakan buku-buku tanpa hak cipta alias public domain.

       

      Saat diakses pada Sabtu (24/7), laman Evolitera telah memuat sekitar 200 judul. Sebagian besar masih berupa buku-buku tanpa hak cipta semisal The Adventures of Sherlock Holmes karya Sir Arthur Con an Doyle ataupun Around The World in 80 Days yang ditulis Jules Verne. Lainnya merupakan karya penulis lokal.

      Buku bertajuk 6 Pola Candlestick yang Paling Menguntungkan dalam Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia ialah buku yang paling banyak diunduh, sebanyak 678 kali. Adapun buku yang paling disuka anggota Evolitera ialah komik strip berjudul Why Did The Chicken Watch The World Cup? karya Diki Andeas. Pilihan lain ialah karya Title Said dan La Rose.

      "Kebetulan keluarga saya dekat dengan La Rose. Saat minta izin untuk dipublikasikan di Evolitera, langsung diberi. Dari pertemuan itu, saya jadi kenal dengan Ibu Titie Saicl Sekali bertemu, Ibu Title langsung setuju," cerita Edmund Setyono, Editor in Chief Evolitera.

      Evolitera juga kedatangan penulis asing. Matthew Taylor dari Inggris memublikasikan karyanya, Jailbreak di Evolitera. "Ada juga yang dari Malaysia. Penginnya sih bisa jadi one stop global literary," kata Eduardus lalu tersenyum.

      Dia menambahkan untuk menggaet lebih banyak penulis, Evolitera mengada- kan ajang Evolitera Award 2010. Sepuluh buku paling disukai anggota Evolitera akan diberi hadiah.

      Ragam fitur

      Salah satu fitur yang disediakan Evoli­tera untuk membaca ialah Flip Book. Buku terbuka dua halaman, seperti halnya buku fisik. Tampilannya bisa dioptimalkan dengan memilih mode full screen dengan huruf yang dibesarkan. Layanan ini hanya bisa diakses melalui internet dan tentu saja enak dibaca melalui layar monitor PC ataupun laptop.

      "Kami sedang bekerja untuk mobile device. Nanti juga kita akan kembangkan format HTML sehingga mudah dibaca dengan perangkat apa pun," janji Eduardus. Sementara ini, jika Anda ingin membaca secara offline, bisa mengunduh format PDF. Syaratnya, harus mendaftar terlebih dahulu. Gratis. "Sampai sekarang, anggota Evolitera mencapai sekitar 4.000. Paling banyak usia 18-24 tahun," ujar Dhira.

      Pada hari kerja, lanjut Dhira, tercatat rata-rata 1.000 kunjungan ke laman Evo­litera. Jumlah itu turun menjadi sekitar 300 kunjungan pada akhir pekan. Angka itu penring bagi format bisnis Evolitera. Karena, kelak, buku-buku itu diharapkan mendapat pemasukan dari iklan.

      "Misalnya, kalau bukunya metropop, maka iklan lifestyle bisa masuk. Buku tentang kesehatan, maka iklan sejenis bisa ditayangkan," ujar Eduardus.

      Untuk pembagian pendapatan, Edwin Kurniawan Wijaya, CCO Evolitera menyebutkan proporsi 50:50 untuk penulis dan Evolitera. "Jadi pembaca tetap gratis mengunduh dan membaca," kata Edwin yang meninggalkan pekerjaan di sebuah bank swasta demi membangun net pub­lisher bersama teman-temannya.

      Lantaran itu, dalam kontrak perjanjian awal Evolitera dengan para penulis, sejauh ini hanya disebutkan potensi pendapatan iklan. "Plus pemasukan dari donasi. Ka­rena Evolitera memang lebih ke penerbit-an sosial," tegas Eduard Idealisms

      Pada dasarnya, Evolitera cukup fleksibel mengakomodasi kebutuhan penerbitan. Mereka bisa bertindak sebagai major publishing yang berarti mengurus layout, desain sampul, editing, sampai pendaftaran ISBN. Atau bisa juga sebagai co publishing.

      "Yang pasti, kita tidak mendistribusikan materi bajakan, juga yang mengandung pornografi dan SARA," kata Dhira.

      Aturan untuk material itu juga dipegang Nulis Buku, start-up lain di dunia penerbitan buku melalui internet. Bedanya dengan Evolitera, Nulis Buku tegas-tegas menyebutkan diri bukan penerbit.

      "Kami hanya memfasilitasi para penu­lis untuk menjadi penerbit sendiri. Jadi hak cipta tetap pada penulis," kata Aulia Halimatussadiah yang akrab dipanggil Ollie, saat dihubungi pada Sabtu (24/7).

      Hanya saja, jika penulis butuh bantuan mendesain sampul, layout, editing, sampai pengurusan ISBN, Nulis Buku siap memberikan layanan tersebut. Tentu saja berbayar sehingga penulis bisa memasukkan biaya itu sebagai komponen produksi.

      Pada laman Nulisbuku.com, penulis bisa menetapkan sendiri harga bukunya dengan memasukkan komponen ongkos produksi, royalti penulis, dan komisi untuk.'Mih's Buku. Komposisi royalti penulis dan komisi untuk Nulis Buku, 60:40.

      "Jadi yang dijual tetap buku fisik. Kami tidak menjual e-book. Buku dicetak print on demand dengan kualitas tidak kalah dengan buku-buku yang banyak beredar saat ini," kata Ollie yang juga pemilik toko buku daring Kutukutubuku.com.

      Layanan Nulis Buku memang serupa dengan Lulu.com yang berbasis di Amerika Serikat. Penulis bisa mengetahui jumlah buku yang dicetak karena sistem dibuat transparan. Saat ini, Nulis Buku disebut Ollie masih berada pada fase finishing. "Masih bug test, baru cek mana fitur yang bermasalah dan sebagainya," katanya.

      Sebagai pertimbangan pembelian buku, Anda bisa mengunduh .sebagian kecil isi buku dari laman Nulisbuku.com dalam format dokumen Microsoft Word. "Intinya Nulis Buku memberi ruang bagi idealisme penulis yang belum diakomodasi penerbit konvensional," ujar Ollie.

      Evolitera dan Nulis Buku menggenapi langkah Papataka yang juga mulai menyediakan buku-buku elektronik dari penulis lokal. Butuh waktu untuk menjawab, apakah net publishing bisa sebenderang net label yang ikut sukses membesarkan musik-musik non main­stream melalui internet. Namun yang jelas, orang-orang muda itu berada pada gerbong awal evolusi dunia literasi In­donesia. (X-5)

      This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:13  

      Items details

      • Hits: 1688 clicks
      • Average hits: 18.3 clicks / month
      • Number of words: 3500
      • Number of characters: 30338
      • Created 7 years and 8 months ago at Tuesday, 13 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 8 months ago at Tuesday, 13 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 74
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124792
      Dialog_Peradaban.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC