.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Peran Strategis Perpustakaan Keliling
      Page 2
      All Pages

      Peran Strategis Perpustakaan Keliling

      Informasi adalah nyawa peradaban sebuah bangsa, kapan dan di mana pun. Hidup-matinya sebuah peradaban atau maju–terbelakangnya sebuah bangsa sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan informasi masyarakatnya. Realitas ini semakin terasa ketika peradaban memasuki gelombang ketiga. Informasi bukan saja menjadi elan vital akan tetapi juga sudah menjadi komoditas yang diperebutkan oleh manusia di pentas kehidupan global ini.

      Namun demikian, masyarakat kita adalah masyarakat yang terbelah kalau dilihat dari sudut pandang literasi informasi. Di satu pihak masih ada yang masih hidup di alam praliterasi, yaitu kehidupan yang masih didominasi oleh tradisi lisan dan sulit mengakses sumber informasi. Di pihak lain, ada sebagian masyarkat yang mengalami banjir informasi. Di mana manusia merasa kebingungan karena terlalu banyaknya informasi sebagai ekses dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Maka terjadilah kesenjangan informasi (information gap) yang akan membawa kepada kesenjangan intelektual. Oleh karena itu pemerataan informasi adalah sebuah keniscayaan.

      Kesenjangan informasi ini terjadi disebabkan oleh baik faktor kultural maupun faktor struktural. Yang dimksud dengan faktor kultural adalah apabila ketertinggalan informasi itu karena kurangnya daya juang seseorang untuk memperolehnya, karena malas, tidak ada dukungan dari tradisi, atau lingkungan. Sedangkan apabila ketertinggalan informasi itu karena tidak tersedianya akses kepada sumber informasi, karena ketidakadilan atau karena ketidakpedulian pemerintah terhadapa kehidupan rakyatnya , ini disebut dengan faktor struktural.

      Menurut Fasli Jalal, secara kultural masyarakat Indonesia memang tidak memiliki tradisi membaca sejak jaman nenek moyang. Sebagaimana bisa ditelusur melalui literatur-literatur yang ada, perilaku membaca masyarakat Indonesia hampir dapat dikatakan “tidak ada”. Hal ini bisa dibuktikan dengan tiadanya artefak tulisan dalam jumlah yang banyak. Artefak tulisan hanya bisa ditemukan pada prasasti-prasasti berbahan baku batu atau tulisan kuna yang ditorehkan pada daun lontar, kulit binatang, atau pada kulit kayu. Dengan bahan baku demikian maka jumlahnya tidak bisa banyak (tidak massal). Situasi ini atau mungkin juga karena sebab lain, pada hampir seluruh etnis di Indonesia ini berkembang budaya lisan (folklore). Betapa mudah budaya (bahkan sastra) lisan bisa ditemukan di segenap penjuru tanah air. Segenap dongeng-dongen, mitos, fabel, puisi, pantun, petatah-petitih, peribahasa, syair, dan cerita rakyat dituturkan secara lisan, tanpa ada naskah tetulisnya.

      Hambatan struktural digambarkan oleh A.M. Fatwa dengan berpendapat bahwa justru bagi bangsa Indonesia, tradisi membaca sesungguhnya memiliki legitimasi historis. Para tokoh pendiri Republik ini adalah sosok-sosok yang memiliki kegandrungan luar biasa terhadap buku. Soekarno, Sjahrir, Soepomo, Agus Salim, dan tokoh lainnya adalah tokoh-tokoh yang kutu buku. Mereka besar bukan sekadar karena sejarah pergerakan politiknya, tetapi mereka juga dikenal karena kualitas intelektualnya yang dibangun melalui membaca buku.

      Sayangnya tradisi membaca yang telah ditunjukkan oleh para founding fathers kita tidak terwarisi secara baik oleh pemimpin-pemimpin berikutnya. Tradisi membaca yang diperlihatkan oleh para tokoh pergerakan dan telah ikut mengantarkan kemerdekaan ini diletakkan sebatas kenangan sejarah masa lalu. Gemerlap pembangunan yang dicanangkan oleh rezim Orde Baru telah mengeliminasi tradisi membaca yang seharusnya menjadi landasan pembangunan itu sendiri.

      Pendekatan stabilitas yang diterapkan rezim Orde Baru demi pertumbuhan ekonomi, telah membatasi ruang kebebasan untuk membaca. Masyarakat dibatasi haknya untuk membaca buku-buku tertentu. Kebijakan politik yang justru menenggelamkan tradisi membaca ini semakin memperparah budaya baca masyarakat yang memang belum maksimal. Seleksi atas terbitan buku-buku didasarkan pada pertimbangan politik kekuasaan. Tidak heran apabila sebagian generasi bangsa ini terputus dengan sejarah masa lalunya karena intervensi kekuasaan terhadap dunia perbukuan.

      Rendahnya budaya membaca karena kebijakan politik pembangunan tersebut telah menyebabkan negara seperti bangunan yang tidak memiliki landasan yang kokoh. Gemerlap pembangunan fisik telah menyeret masyarakat pada budaya baru yang justru mematikan budaya baca, yaitu budaya konsumerisme. Dunia hiburan menjadi menu utama dalam kehidupan masyarakat. Bahkan menurut laporan Unesco, pada tahun 1973 Indonesia mengalami masa buram dunia baca ketika tak satu pun buku terbit pada tahun itu. Itulah masa peceklik buku di negeri ini, sehingga melengkapi potret buram dunia baca pada masyarakat kita.

      Dari semua itu, menyediakan infrastruktur yang merata di seluruh lapisan masyarakat akan dapat menjadi salah satu solusi dari problematika kesenjangan informasi di masyarakat yang diakibatkan oleh faktor kultural dan struktural seperti di atas. Sebab bagaimana minat baca masyarakat akan tumbuh dan budaya baca akan tercipta apabila masyarakat tidak memiliki akses yang mudah pada sumber informasi (bahan bacaan).



      Comments
      Safi'i Akbar  - Salam hangat   |2011-04-08 14:49:35
      Baru membaca artikel nya sudah tertarik, tanya? bagaimana untuk dapat
      mendatangkan pelayanan perpustakaan keliling ke sekkolah kami. karena siswa/i
      ingin merasakan membaca buku di perpustakaan tapi dengan nuansa yang berbeda.
      kira2 bisa tidak ya (kirim alamat/ no.tlp yang dapat saya hubungi).---
      Perpustakaan Lazuardi Hayati / Cinere - Depok
      Rian hamzah     |2012-04-01 22:43:14
      Salam pustaka... saya Rian hamzah pustakawan mobil perpustakaan keliling mudah
      mudahan bisa jadi bahan , seandainya ada yang membutuhkan kedatangan
      perpustakaan keliling yang saya kelola bisa hubungi di no087878598759, atw
      081318274323, ats perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
      suherman   |2011-04-10 20:59:45
      Silahkan hubungi Perpustakaan Umum Daerah (Tingkat kabupaten/Kota) Setempat.
      Mereka mempunyai layanan perpustakaan keliling.
      Tyo  - Share   |2011-04-30 03:29:10
      Bagaimna langkah strategis dengan pemanfaatan mobilitas vperpustakaan keliling
      ini jika terbatas oleh waktu,padahal setelah minat baca muncul kendaraan harus
      meneruskan target teritorial?
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 10762 clicks
      • Average hits: 95.2 clicks / month
      • Number of words: 1301
      • Number of characters: 10128
      • Created 9 years and 5 months ago at Tuesday, 02 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 121
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091493
      bacalah.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC