.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      STRATEGI INDUK KAMPANYE NASIONAL " INDONESIA MEMBACA "
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      All Pages

      STRATEGI INDUK KAMPANYE NASIONAL

      " INDONESIA MEMBACA "

      Oleh :

      Firdaus Oemar

       

      lngin selamat di dunia, milikilah ILMU,

      lngin selamat di akhirat milikilah ILMU,

      lngin selamat di dunia dan di akhirat, milikilah ILMU.

      ILMU ada dalam BUKU, MEMBACA………KUNCl-nya

      Buku dapat berperan sebagai sarana pembangunan manusia Indonesia seutuh- nya dalam peri kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Karena itu adalah kewajiban kita semua untuk meningkatkan peran buku sebagai sarana mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia. 

      Kegiatan gemar membaca perlu mendapat dukungan semua pihak karena program tersebut dalam rangka membina kader-kader bangsa yang berkualitas, beriman dan bertaqwa, berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, professional, bertanggung jawab dan produktif, serta sehat lahir batin. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan. menimba ilmu dari buku serta meningkatkan kegemaran membaca. 

      Bangsa Indonesia telah menjadikan bulan Mei sebagai bulan Buku Nasional serta Bulan September sebagai bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustaka- an, yang telah dicanangkan oleh Presiden R.l. pada tahun 1995. Dalam kegiatan- nya kedua peristiwa itu saling menopang satu sama lainnya, sebab kegemaran membaca sulit berkembang tanpa adanya bahan bacaan. 

      Dicanangkannya Bulan Buku Nasional serta Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan, Pemerintah bermaksud untuk membangkitkan minat baca masyarakat, karena disadari bahwa minat baca bangsa Indonesia masih perlu ditingkatkan apabila dibandingkan dengan minat baca bangsa di beberapa negara lain di Asia. Apabila bangsa Indonesia sudah memiliki kegemaran membaca niscaya akan menjadikan membaca sebagai kebutuhan, sehingga industri per- bukuan di Indonesia akan lebih maju dan berkembang. Dengan bangkitnya bangsa Indonesia dari budaya lisan menjadi budaya membaca akan timbul kesadaran betapa pentingnya arti membaca selain akan memiliki keluasan pengetahuan juga akan mengantar bangsa Indonesia dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang sudah maju. 

      Pernah dilangsungkan pencanangan ”Gerakan Membaca Nasional" pada tahun 2003 oleh Presiden R.l, tetapi tidak diimplementasikan di lapangan, sehingga setelah acara bubar, selesailah pencanangan itu, tapi masyarakat tidak bisa mengambil manfaat. 

      Pemerintah Republik Indonesia periode 2005 - 2009 dibawah pimpinan Presiden R.I Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden R.I. Muhammad Yusuf Kalla, diharapkan punya kepedulian terhadap minat baca bangsa, karenanya diharapkan dalam masa kepemimpinannya terdapat bukti keberpihakan dan kepedulian pemerintah terhadap budaya baca bangsa, kita semua butuh perubahan........ 'Bersama kita maju'. 

       

      Kondisi Objektif

      Ada beberapa kondisi yang menjadi dasar pertimbangan mengapa masalah kampanye nasional untuk membangkitkan minat baca perlu diselenggarakan:

      Pertama,  HDI (Human Development Index) Indonesia termasuk nomor urut 110 untuk tingkat dunia. Sementara negara Thailand no 70, Malaysia 59, Philipina 77, Cina 96, dan Vietnam 109, dibanding 177 negara di dunia. Jelas sekali bahwa kita masih sangat jauh tertinggal dari berbagai negara berkembang. ( Sumber UNDP).

      Kedua, sasaran pendidikan kita untuk umur 7 s/d 24 tahun adalah 78.203.400 orang..Yang terlaksana terdidik sebanyak 39.770.490, yang masih harus ditingkatkan pendidikannya (yang tidak terlayani oleh pemerintah) 38.432.910 orang, artinya 49,14%. Jumlah untuk umur 0 - 6 tahun, dari jumlah 104.376.163 anak, terlayani 46.929.690 anak, dan yang belum terlayani 57.446.473 anak atau 55,04%. Ini semua menjadi lahan bagi masyarakat untuk turut mengatasi problem pendidikan di Indonesia umumnya, khususnya di Sumatera Barat. (Sumber data dari Balitbang Diknas).

      Ketiga, keadaan anak dini usia yang memerlukan perhatian kita bersama ada 26,17 juta anak. Yang terlayani baru 7,16 juta anak, jadi 19,01 juta anak atau 72,64% masih memerlukan perhatian masyarakat. ( data dari Balitbang Diknas ).

      Keempat, penduduk BUTA AKSARA ada 200.000 orang (data 2003), Sebagian dari mereka ada di Sumatera Barat.

      Kelima, Masyarakat Perbukuan di Indonesia:a) naskah atau hasil karya cipta seseorang, agar dapat dinikmati dan dibaca oleh khalayak ramai, maka perlu dijadikan buku. Kumpulan (organisasi) dari para penulis/pengarang buku di Indonesia kita kenail dengan nama AKSARA dan WPI (Wanita Penulis Indonesia). b) buku berbahasa asing diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh seorang atau lebih penterjemah. Organisasi Penterjemah di Indonesia adalah HPI (Himpunan Penterjemah Indonesia). c) naskah oleh seorang penulis dikirim ke sebuah penerbit untuk dapat diterbitkan menjadi buku. Penerbit di Indonesia berjumlah lebih dari 300 penerbit, yang terorganisir dalam IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia). d) naskah setelah diedit oleh editor diserahkan ke sebuah percetakan untuk dijadikan buku. Organisasi percetakan dinamakan PPGI (Perhimpunan Pengusaha Grafika Indonesia).e) setelah dicetak menjadi buku, maka penerbit mendistribusikan dan menjual buku-buku tersebut kepada toko buku atau agen. Ikatan para pengusaha Toko Buku dinamakan GATBI (Gabungan Toko Buku Indonesia). f) di toko buku u masyarakat dapat membeli buku-buku sesuai dengan kebutuhannya. BUKU juga dapat dibaca dan dipinjam di prpustakaan . Organisasi Pustakawan di Indonesia kita kenail IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) dan KPI (Klub Pustakawan Indonesia). g) dalam masyarakat dikenal berbagai organisasi yang peduli pada minat baca masyarakat. Antara lain, Dewan Buku Nasionl, JENDELA DUNIA. PMGM (Perhimpunan Masyarakat Gemar Membaca), GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca), MGM ( Masyarakat Gemar Membaca), Kelompok Cinta Baca, Rumah Buku, TBM-TBM dan lain-lain.



      Comments
      Budi Purnomo  - Pendiri/Mantan Ketua Umum     |2009-08-13 21:41:35
      Salam,
      Dari dari Jaringan Epistoholik Jakarta (JEJAK) atau Komunitas Penulis
      Surat Pembaca, ingin berpartisipasi dalam kegiatan Kampanye Nasional Indonesia
      Membaca. Adapun partisipasi yang dapat kami lakukan adalah dengan melakukan
      sosialisasi kampanye tersebut melalui Surat Pembaca di berbagai media
      cetak.
      Demikianlah harapan kami, mudah-mudahan kegiatan yang dilakukan sukses
      selalu.(Budi Purnomo, HP/SMS : 081388277788).
      suryadi  - harapan     |2010-04-15 14:40:59
      mudah-mudahan bukan sekedar slogan..... yang terpenting langkah nyata......
      di
      sekolah dasar sangat menanti uluran tangan, gagasan n langkah nyata para inohong
      untuk tingkatkan budaya baca.
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 112757 clicks
      • Average hits: 939.6 clicks / month
      • Number of words: 6418
      • Number of characters: 50222
      • Created 10 years ago at Thursday, 04 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Google+ Facebook Twitter mail SC