.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      kompas 2 mei 2008

       

      Peradaban dalam Social Marketing

      Oleh WILLIAM CHANG

      Menyikapi tindakan pihak keamanan RRC di Tibet, segelintir pemimpin negara akan memboikot Olimpiade 2008 di Beijing. Tindakan itu mengantar penguasa RRC dan utusan Dalai Lama ke meja perundingan.

      Sepuluh tahun silam, saat tragedi kemanusiaan 13-15 Mei meletus di Jakarta dan sejumlah kota di Tanah Air, muncul gelombang protes di Malaysia, Singapura, Filipina, Hongkong, dan Taiwan. Dunia geram menyaksikan kebiadaban itu. Hingga kini penanganan kasus tersebut belum tuntas. Tragedi itu seolah terkubur bersama korban tirani. Tampaknya jalan masuk menerobos jaringan mafia nonmanusiawi itu sudah tertutup. Padahal, tidak sedikit keluarga dan sanak famili korban masih mengharapkan pertanggungjawaban pengendali kuasa saat itu.

       

      "Social marketing"

      Menanggapi aneka bentuk devaluasi peradaban dewasa ini, media komunikasi sosial pernah menggelar program social mar­keting dalam salah satu pertemuan antarbangsa di India. Perspektif peradaban kemanusiaan menjadi entry point diskusi tentang social marketing. Ide revolusioner yang kreatif dalam social marketing, tutur Lawrence John, Ketua Signis Asia, ingin mempromosikan sebuah masyarakat yang terutama menghidupi nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan hidup (2007).

      Perubahan sosial yang memengaruhi berbagai keyakinan, perilaku, dan sikap manusia atau organisasi demi kepentingan so­sial termasuk salah satu sasaran hakiki social marketing. Sistem marketing ini meng-cownter perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur martabat manu­sia. Tak heran, terpampang aneka slogan di tempat umum, seperti "Jagalah kebersihan.", "Lingkungan yang lebih baik", "Tidak merokok!", "Hormati sesamamu!".

      Internalisasi dan sosialisasi ni­lai-nilai kemanusiaan menjadi target utama social marketing sebab nilai-nilai ini sudah tercemar tindak kejahatan dan kekerasan. Yang dicari bukan keuntungan pribadi, melainkan kepentingan dan keuntungan sosial. Keadaan sosial lebih diutamakan daripada kepentingan sektarian yang membahayakan kehidupan bersama masyarakat majemuk.

      Reformasi "mind set"

      Rentetan kekacauan dan kerusuhan sosial sejak tahun 1965 mencerminkan kebobrokan sistem pemerintahan dalam menghadapi aneka masalah sosial, ekonomi, politik, budaya, dan agama.

      Penyiksaan dan pembunuhan terjadi di mana-mana. Arogansi premanisme dan kekerasan sistemik masih diandalkan di Tanah Air. Ternyata, selain menimbulkan kerugian material, tindakan anarkis juga mendatangkan trau­ma psikologis berkepanjangan.

      Keberanian moral untuk mereformasi mind set yang destruktif merupakan sebuah keharusan etis dalam era globalisasi, desentralisasi, dan otonomi daerah. Menyiksa dan membunuh sesama manusia sama sekali bukan jalan pemecahan sebuah masa­lah. Kekerasan menelurkan ke­kerasan. Reformasi bangsa menghargai kemanusiaan yang ilahi dan universal yang terlepas dari belenggu eksklusivisme rasial.

      Pertalian tradisional dalam se­buah masyarakat majemuk perlu memupuk jiwa kekeluargaan, keserasian etnisitas, dan berbagai pandangan rohani yang dapat di-share-kan. Sikap tanggung jawab dan setia kawan akan menggalang kerja sama yang lebih baik dari waktu ke waktu. Keadaan ini memungkinkan pertumbuhan ekonomi dan hidup sosial yang lebih adil dan sejahtera (Jeremy Rifkin, The Age of Access, 2000).

      Proses perbaikan peradaban, menurut Norbert Elias (1982), menyadarkan manusia untuk terus mengembangkan kaidah etiket antarpribadi, pengendalian dorongan emosional, dan sosialisasi adat istiadat luhur supaya terwujud sebuah masyarakat yang lebih damai, serasi, dan pe­merintahan yang lebih bersih.

      Kecenderungan depersonalisasi melalui sikap "anti" ini-itu perlu diterangi cahaya persaudaraan universal. Program-prog­ram tentang pergeseran paradigma (shift of paradigm) dan perubahan sosial yang berorientasi pada habitus yang baik perlu diterapkan dalam sebuah sistem sosial yang instabil dan dapat berubah sewaktu-waktu.

      WILLIAM CHANG

      Ketua Program Pascasarjana

      STT Pastor Bonus


       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 23 February 2012 10:17  

      Items details

      • Hits: 1060 clicks
      • Average hits: 13.1 clicks / month
      • Number of words: 1619
      • Number of characters: 12982
      • Created 6 years and 9 months ago at Thursday, 23 February 2012 by Administrator
      • Modified 6 years and 9 months ago at Thursday, 23 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 115
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091244
      Dialog_Peradaban.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC