.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Peran Pendidikan Luar Sekolah dalam Pembangunan SDM dan Pemasyarakatan Budaya Baca
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      Page 7
      Page 8
      Page 9
      Page 10
      Page 11
      Page 12
      All Pages

      Kondisi  penduduk buta huruf tidak terlepas juga dari kurangnya perhatian terhadap pendidikan anak usia dini/pra sekolah sekarang ini.  Pendidikan anak usia dini tidak dipersiapkan secara maksimal. Pendidikan, perawatan kesehatan, dan gizi anak usia dini belum menjadi pusat perhatian yang intensif dari seluruh komponen bangsa ini, sehingga hal ini juga mendukung lemahnya anak memasuki proses pembelajaran di pendidikan formal dan non formal. Kurangnya perhatian tersebut dapat dilihat dari tabel data pencapaian pendidikan pada anak usia dini saat ini.

      Tabel Distribusi anak dini usia (0-6 tahun)   yang terakses

      melalui layanan pendidikan  tahun 2002

      No.

      Propinsi

      Jumlah

      Anak

      Usia

      0-6 tahun

       

       Jumlah anak yang memperoleh layanan pendidikan melalui

      Jumlah

      %

      Terakses

      SD

      BKB

      TK

      RA

      KB

      TPA

      1

      2

      3

      4

      5

      6

      7

      8

      9

      10 (4s/d9)

      11(10:3)

      1

      Jawa Barat & Banten

      5.648.080

      498.777

      629.333

      148.424

      44.884

      480

      1.704

      1.329.209

      24 %

      2

      Jawa Timur

      3.900.814

      338.815

      602.600

      508.576

      123.891

      288

      84

      1.585.803

      41 %

      3

      Jawa Tengah

      3.634.847

      420.648

      408.183

      286.060

      125.070

      432

      252

      1.242.044

      34 %

      4

      Sumatra Utara

      1.683.083

      171.163

      212.401

      37.375

      5.554

      48

      3.816

      431.047

      26 %

      5

      Aceh

      566.553

      45.798

      163.905

      24.470

      4.500

      24

      360

      232.613

      41 %

      6

      Yogyakarta

      273.825

      33.744

      47.484

      57.551

      2.328

      264

      324

      142.622

      52 %

      7

      Sulawesi Selatan

      1.064.517

      91.562

      28.633

      51.288

      11.937

      *)

      36

      185.285

      17 %

      8

      Sumatra Barat

      618.885

      57.322

      22.539

      37.512

      8.174

      336

      132

      126.571

      20 %

      9

      Jakarta

      929.633

      121.131

      47.690

      83.038

      14.744

      2.424

      228

      269.709

      29 %

      10

      Lampung

      916.436

      105.516

      22.859

      43.071

      4.961

      168

      72

      185.465

      20 %

      11

      Kalimantan Timur

      351.630

      44.056

      38.621

      20.614

      2.083

      120

      120

      106.682

      30 %

      12

      Sulut & Gorontalo

      347.750

      46.554

      30.750

      26.806

      464

      *)

      12

      106.385

      31 %

      13

      B a l I

      369.157

      42.903

      25.937

      34.289

      1.750

      *)

      36

      108.659

      29 %

      14

      R i a u

      669.552

      78.886

      21.495

      28.111

      4.460

      *)

      720

      136.862

      20 %

      15

      J a m b I

      322.608

      35.881

      26.278

      11.280

      2.758

      120

      48

      77.525

      24 %

      16

      Bengkulu

      201.598

      25.411

      35.306

      8.783

      1.880

      *)

      48

      71.742

      36 %

      17

      Kalimantan Selatan

      388.438

      45.047

      11.197

      25.899

      12.640

      96

      *)

      102.347

      26 %

      18

      Sulawesi Tengah

      320.756

      32.965

      15.020

      17.964

      2.152

      *)

      12

      68.992

      22 %

      19

      Sumsel & Babel

      982.503

      120.718

      32.351

      29.040

      6.711

      *)

      156

      189.641

      19 %

      20

      Irian Jaya

      360.416

      37.472

      6.239

      12.916

      562

      *)

      540

      58.559

      16 %

      21

      Sulawesi Tenggara

      278.367

      34.112

      29.624

      12.721

      1.039

      *)

      12

      78.300

      28 %

      22

      Kalimantan Tengah

      235.447

      25.067

      3.946

      10.407

      2.861

      48

      12

      42.379

      18 %

      23

      Kalimantan Barat

      527.733

      64.095

      22.941

      11.422

      2.848

      *)

      444

      101.487

      19 %

      24

      NTT

      660.615

      40.568

      15.277

      18.787

      1.485

      *)

      12

      77.502

      12 %

      25

      N T B

      564.943

      45.578

      12.271

      25.274

      *)

      *)

      36

      84.050

      15 %

      26

      Maluku & Malut

      354.577

      37.473

      13.325

      11.789

      557

      *)

      *)

      58.511

      17 %

       

      Jumlah

      26.172.763

      2.641.262

      2.526.204

      1.583.467

      390.413

      4.848

      9.216

      7.199.990

      27 %

        *) tidak ada data

      Sumber: SD (Depdiknas,00/01), BKB (BKKBN,00/01), TK (Depdiknas,00/01), RA (Depag,98/99), TPA & KB (Depsos & Depdiknas,00/01).

      Data di atas memberikan makna bahwa dari 26.172.763 anak usia 0-6 th, hanya 7.199.990  (27%) anak yang baru dapat terlayani pada program pendidikan anak usia dini. Sedangkan 73% anak usia dini tidak terfasilitasi pengembangan kemampuannya. Padahal anak-anak tersebut sangat membutuhkan perhatian yang sangat serius. Masa Golden age tersebut seharusnya mendapatkan stimulasi yang maksimal dan mendapat perawatan kesehatan dan gizi yang standar. Pada masa-masa itu (0-6 th) perkembangan otak anak dapat mencapai 85%.

      Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa baik secara kuantitatif dan kualitatif maka pencapaian pendidikan di Indonesia masih jauh dari apa yang diharapkan. Posisi negara Indonesia di Asia dan dunia internasional ternyata menunjukkan posisi yang selalu di bawah negara-negara ASEAN, bahkan di bandingkan dengan negara Vietnam Indonesia masih lebih rendah. Target-target pendidikan tidak sepenuhnya tercapai. 



      Comments
      ernie   |2009-10-13 23:40:30
      Thanks, artikel peran PLS dalam pembengunan dst, sangat membantu sekali
      Achmad Firdaus  - -     |2009-10-26 17:44:01
      Artikel ini bagus sekali, menambah wawasan daya memahami peran pendidikan PLS
      khususnya dalam peningkatan SDM dan minat baca warga pendidikan luar sekolah.
      rustan abbas  - Edisi Buku     |2009-11-03 23:01:17
      Bisakah artikel tentang Taman Baca dan peningkatan pendidikan bisa dikemas dalam
      Edisi Buku sehingga dapat dibaca oleh pengunjung Rumah Baca Anatta

      Terima
      Kasih
      Rumah Baca Anatta
      Jl. Kangkung No 42 Wawondula Towuti Kab. Luwu Timur
      Propinsi Sulawesi Selatan
      Suherman   |2009-11-25 16:53:03
      sangat bisa, silakan. kalau bisa pak Abbas buat draft-nya, kebetulan saya dekat
      dengan beberapa penerbit
      mharywa  - sektor primer     |2009-11-19 11:00:07
      mau tanya, industri manufaktur bisa dikategorikan ke dalam sektor primer juga
      atau tidak pak? mengingat terminologi industri manufaktur sebagai industri
      penghasil barang, yg berarti termasuk komoditas primer seperti pertanian, air,
      listrik, dan gaas. terimakasih sebelumnya.
      Arief  - Artikel yg berkualitas   |2010-04-19 19:48:41
      artikel ini sangat berkualitas dan penting bagi saya sebagai calon penerus
      perjuangan PLS. semoga jaya terus... amin
      darlina  - artikel bgs   |2010-04-19 23:43:03
      artikel'y bgs.. mohon bantuan'y lbh lengkap ttg kaecakapan berpikir'y..
      ihsan  - terim kasih     |2010-05-04 21:24:46
      salam sejahtera bagi kita semua....
      melihat begtu pentingnya peran dari TBM
      untk memasyarakatkan baca.. maka dukungan dari pemerintah pun harus semakin
      nyata..
      kemudian sebenarnya terkadang timbul pertanyaan dari benak saya.. dari
      semua TBM yang telah ada apakah sudah memberikan dampak yang kiranya sangat
      dirasakan sekali dalam hal ini memebrikan kepuasan bagi masyarakat
      penggunanya...
      seringkali apablia ada seorang yang datang kali pertama untuk
      mengunjungi TBM dan kemudian dia mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan
      sekali maka bisa dijamin dia tidak akan pernah kembali.... nah disiniliah
      kiranya motivasi yang bagaiaman yang harus dibangun untuk menumbuhkan semnagat
      melayani masayarakat secara maksimal... meskipun TBM ini bukan lembaga yang
      menghitungkan profit (non profit)
      begitulah... saya harap hal ini perlu
      didiskusikan....
      terima kasih
      Suherman   |2010-05-05 17:18:37
      Untuk mengetahui dampak tersebut perlu sebuah penelitian (kesempatan untuk yang
      sedang nyusun skripsi nih...).
      Sekarang ini, pengelola TBM hanya berbekal
      idealisme. Perhatian dari pemerintah sudah ada tapi belum memadai. Untuk
      menciptakan para pengelola yang profesional harus dibuat sebuah program bersama.
      Mungkin bisa seminar atau workshop yang membahas tentang tantangan dan peluang
      (prospek) menjadi pengelola TBM.
      SETH MIKO   |2010-07-15 17:19:25
      Semangat terus untuk para pejuang-pejuang PLS......
      vony r.a  - pls   |2010-09-01 21:56:54
      thank taz adanya artikel nie.............
      pls caaaak...skses slalu.
      zulanwar  - pendidikan   |2012-03-01 21:27:29
      good..
      zulanwar  - pendidikan     |2012-03-01 21:31:25
      good
      elina   |2012-08-04 02:02:12
      bagus :)
      elina   |2012-08-04 02:04:09
      bgus :)
      elina  - bgus   |2012-08-04 02:05:27
      apiik
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 835621 clicks
      • Average hits: 6685 clicks / month
      • Number of words: 14803
      • Number of characters: 116086
      • Created 11 years and 5 months ago at Thursday, 04 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 122
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124473
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC