.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pendidik
E-mail

 

MEDIA INDONESIA » SENIN, 16 JUNI 2008

Masalah Otoritas Guru

Oleh Ahmad Baedowi

Direktur Pendidikan YAYASAN SUKMA Jakarta

PALING tidak ada dua pendekatanbagi para guru di Indone­sia untukmenunjukkan jatidiri mereka sebagai 'pendekar pendidikan' nasional. Pertama, secara politis dapat memperkuat lembaga-lembaga yang menaungi profesi guru seperti PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), sedangkan kedua mereka dapat membenruk wadah-wadah baru yang secara khusus dibuat oleh para guru untuk dan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalitas guru secara berkesinambungan. Kedua cara ini pada akhirnya nanti diharapkan akan mampu memperkuat arah otonomisasi pendidikan kita, dengan memperkuat komunitas sekolah sebagai basis analisis seluruh persoalan pendi­dikan.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 10:11 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS 24 September 2004

 

Kontroversi Pendidikan Profesi Guru

Oleh WARAS KAMDI

The power to change educati­on—for better or worse—is and always has been in the hands of teachers (Judith Lloyd Yero, 2003).

Begitu strategisnya posisi guru dalam pen-didikan, maka tidak salah jika pemerintah mem-prioritaskan peningkatan mutu pendidik melalui Pen­didikan Profesi Guru sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan nasional

Melalui partisipasi guru, sadar atau tidak, guru secara individual memiliki kekuatan untuk mem-buat usaha pembaruan pendidik­an yang berhasil atau sebaliknya, merusaknya.

Melalui situsnya, beberapa pekan terakhir, Direktorat Ketena-gaan Ditjen Pendidikan Tinggi memublikasikan Rancangan Per-mendiknas Pendidikan Profesi Guru disertai Pedoman Pendidik­an Profesi Guru Pra-jabatan, dan , Naskah Akademiknya.

Sebenarnya, sejak diedarkan terbatas Juni 2007, Rancangan Pendidikan Profesi Guru itu telah menuai kontroversi. Perbedaan pandangan mencuat tajam antara tim ad hoc dengan sejumlah tokoh dan pemerhati pendidikan guru dalam pertemuan yang digelar Ditjen Dikti di Hotel Jayakarta Jakarta, 30 Maret 2008. Namun, hingga draf rancangan yang dipublikasikan itu, nyaris tak ada perubahan berarti.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 10:05 Read more...
 
E-mail

 

Media Indonesia Senin 9 Juni 2008

 

Kepemimpinan Sekolah Efektif

Oleh Ahmad Baedowi

Direktur Pendidikan Yayayan Sukma Jakarta

"Kepemimpinan adalah sebuah kombinasi antara strategi dan karakter. Jika Anda hams bertindak tanpa salah satu dari keduanya, lebih baik bertindak tanpa strategi."

(H Norman Schwarzkopf)

PENELITIAN tentang efektivitas sekolah merupakan wilayah yang tumbuh dan berkembang pesat dalam dua dekade terakhir ini, di negara-negara maju seperti Ameri­ca dan Inggris maupun negara-negara berkembang. Beberapa temuan dari studi ini, misalnya yang ditulis Reynolds et al (1999) dalam Improving Schools: Performance and Potential yang menyebutkan pentingnya memerhatikan sikap dan gaya kepemim-pinan sekolah yang efektif dan mudah di contoh oleh para kepala sekolah di manapun mereka berada. Beberapa temuan penting lainnya dari studi tentang kepemim-jinan sekolah yang efektif juga digambar-an secara baik dalam studi Teddlie dan Stringfield (1993), yang melukiskan effective school leader akan rnembawa keseimbangan ialam proses operasional sekolah, bagaimana kurikulum dikembangkan, dan melibatkan hampir seluruh pemangku kepentingan sekolah dalam merancang dan mengambil suatu keputusan dengan penggunaan hierarki dan birokrasi tidak serta-merta menyulitkan kepemimpinan sekolah untuk menggunakan struktur formal dan informal dalam rangka memberikan reaksi terhadap faktor luar sekolah yang selalu perubah. Pertanyaan fundamental terha­dap kondisi persekolahan di Indonesia adalah bagaimana cara kita memperoleh karakteristik kepemimpinan sekolah yang efektif dalam perspektif sistem pendidikan nasional?

Last Updated on Friday, 24 February 2012 09:57 Read more...
 
E-mail

 

Seputar Indonesia 19 Agustus 2008

 

Jangan Pasung Kemerdekaan guru kami

Surat Keputusan Wall Kota Bandung No 862/Kep.611-Peg/2007 terhadap Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan menuai protes. Sanksi berupa pe-nundaan kenaikan pangkat selama satu tahun'ini dijatuhkan kepada se-orang guru yang melaporkan adanya dugaan kecurangan dalam pelak-sanaan ufian nasional (UN) beberapa waktu lalu. Sanksi disiplin yang di­jatuhkan kepada Iwan Hermawan ini semakin memperpanjang kasus "pembungkaman" guru kritis oleh pemerintah. Sebelumnya pemerintah juga menghukum guru di Garut, Jawa Barat, dan komunitas guru di Medan, Sumatera Utara.

Penjatuhan sanksi disiplin oleh pemerintah ini kontras dengan kondisi riil pendidikan diTanah Air. Sebagaimana kita ketahui, hingga saat ini pemerintah pusat masih be-lum mampu membayar gaji guru yang lulus dalam program sertifikasi. Pe­merintah konon masih memikirkan dan mencari sumber dana guna mem­bayar keringat guru atas jerih payah-nya mengikuti sertifikasi. Pemerin­tah juga selalu berkelit ketika di-tanyakan mengenai sumber dana untuk menggaji pahlawan bangsa yang digambarkan dalam kiasan yang ciamik oleh Iwan Fals dalam tokoh Oemar Bakri pada lagu dengan judul yang sama.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 09:54 Read more...
 


Page 4 of 8

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 122
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124660
Dialog_Peradaban.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC