.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      Kompas, 24 Oktober 2009

      Mutu Pendidik yang Mengecewakan

      Oleh ALI KHOMSAN

      Kinerja guru tampak meningkat saat mengurus proses sertifikasi. Namun, setelah itu, mereka kembali bertugas seperti semula, tak ada perbaikan performans. Karena itu, guru yang baik, yang telah maupun belum mendapat sertifikasi, perlu terus mendapat pelatihan, aktif meng-ikuti seminar atau lokakarya untuk mendapat wawasan tambah-an guna memperbaiki kinerjanya di sekolah.

      Harus disadari, perjalanan ser­tifikasi pendidik hingga kini be­lum berjalan mulus. Sebagian gu­ru kesulitan memenuhi syarat mengajar 24 jam seminggu, padahal ini merupakan prasyarat dibayarkannya dana sertifikasi. Di lain pihak, meski sudah meng­ajar 24 jam, dana sertifikasi belum rutin keluar, dirapel empat atau enam bulan sekali. Entah di mana mismanajemen   terjadi. Departemen Pendidikan Nasional berdalih, dana sudah dialokasikan sampai kabupaten atau kota dan keterlambatan pembayaran sertifikasi bukan salah pemerintah pusat.

       

      Kenyataannya, banyak guru masih hams bersabar menunggu realisasi pencairan uang serti­fikasi. Jika pembayaran hak-hak guru tersendat-sendat, kinerja guru pasti juga terseok-seok.

      Meneliti

      Hal lain terkait kinerja pendidik adalah keinginan guru untuk mampu menerima jauh panggang dari api. Selama ini, guru tak pernah, disiapkan sebagai peneliti. Guru tidak seperti dosen yang tugasnya tercermin dalam tridarma perguruan tinggi (mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat).

      Kini sebagian guru pangkat atau golongannya stagnan pada golongan IVa. Untuk naik ke pangkat lebih tinggi, guru wajib membuat karya ilmiah (sebagian merupakan hasil penelitian). Hal ini memaku guru pada posisi golongan IVa dan sulit naik go­longan lagi.

      Adalah kenyataan, saat ini da­na Depdiknas cukup berlebih daripada tahuntahun lalu. Alangkah baiknya jika guru diberi pe­latihan intensif cara membuat proposal penelitian, cara mene­liti, dan cara menulis karya ilmi­ah. Selain itu, Depdiknas harus mengalokasikan dana riset bagi guru dengan topik-topik terkait masalah peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, ke­inginan guru agar meningkatkan perforniansnya dapat terwujud.

      Sebuah survei mengungkapkan, kini banyak generasi muda bercita-cita menjadi guru. Per­guruan tinggi pencetak guru yang dulu disebut IKIP kini bakal naik daun. Di balik kemuan guru menanti uang sertifikasi, ternyata profesi ini akan kian diminati.

      Maka, logis jika kini nasib guru tak lagi memilukan. Berpuluh tahun bangsa ini mengabaikan na­sib guru. Guru menjadi kurang terhormat karena nyambi pekerjaan di mana-mana, mulai dari memberi les privat, tukang ojek, " bahkan ada yang menjadi pemulung. Amat ironis, karena kita sadar, tidak ada presiden tanpa ada guru, tidak ada orang hebat tanpa guru. Karena itu, menghargai profesi guru dan mening­katkan kesejahteraan guru seharusnya dilakukan sejak dulu.

      Profesi yang berbeda

      Guru adalah profesi yang ha­rus dibedakan dengan profesi pegawai negeri sipil lainnya. Guru adalah penentu kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kebijakan yang tidak memihak guru atau sekadar menyamakan guru dengan PNS lain akan berdampak buruk bagi kemajuan bangsa Indonesia.

      Bangsa yang kurang menghargai pendidik dan menomorduakan pendidikan akan terpuruk Indeks Kemajuan Manusia (HDD-nya. Kenyataannya, kita selalu di peringkat rendah dalam hal HDI. HDI rendah adalah cermin karut-marutnya pendi­dikan, kesehatan, dan kesejah­teraan.

      Guru harus menjadi profesi yang membanggakan. Jika PNS nonguru bergaji rendah lalu korupsi melalui kegiatan proyek guru dan kepala sekolah jangan ikutan korupsi. Bila guru dan kepala sekolah korupsi, sirnalah penjaga moral bangsa, tak ada yang tersisa.

      Pendidik di kalangan perguru­an tinggi mungkin kaget membaca berita di media, tunjangan sertifikasi dosen dan guru besar dapat dihentikan. Baru berapa bulan dan berapa ribu dosen yang menikmati uang sertifikasi, muncullah aneka ancaman yang tidak perlu. Dikatakan, dosen  harus meiaksanakart tugas setara 12 SKS agar tunjangan sertifikasinya dapat dibayarkan. Sebenarnya ini bukan hal sulit karena aktivitas dosen bukan hanya mengajar, tetapi juga menulis buku, membuat proposal riset, me­neliti, menjadi pemakalah semi­nar sebagian menjadi anggota senat dan lainnya. Mayoritas do­sen PTN dapat memenuhinya.

      Apalagi sejak tahun lalu Dep­diknas meningkatkan ketersediaan dana riset bagi dosen hingga Rp 1 triliun. Hal ini memudahkan .dosen menerapkan tugas tridarma. Biar para dosen yang mau meagirimkan karya ilmiahnya di jumal internasional diberi dana Rp 30 juta Rp 40 juta per artikel yang akan dimuat Insentif semacam ini penting guna mening­katkan indeks penghargaan dan publikasi internasional.

      Indonesia yang sedemikian lulus dengan ratusan perguruan tinggi ternyata hanya menempatkan satu perguruan tinggi UI yang menembus peringkat 200-an sebagai perguruan tinggi terkemuka di dunia. Depdiknas dan pimpinan universitas-universitas besar di Indonesia harus memacu kinerja lembaganya agar gelar universitas berkelas dunia segera diraih.

      Kiranya, para dosen PTN ja­ngan tergiur untuk mengajar di universitas negara tetangga de­ngan iming-iming gaji Rp 20 ju­ta Rp 25 juta. Depdiknas kini mampu membayar guru besar setara Rp 13 juta sebulan. Apalagi yang kau cari?

      ALI KHOMSAN

      Guru Besar Fakultas Ekologi

      Manuftin TPR

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Monday, 27 February 2012 08:12  

      Items details

      • Hits: 225 clicks
      • Average hits: 2.4 clicks / month
      • Number of words: 2539
      • Number of characters: 19613
      • Created 7 years and 9 months ago at Monday, 27 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Monday, 27 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 164
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125274
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC