.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Membaca Sebagai Sumber Kemajuan Bangsa
      Page 2
      All Pages

      Membaca Sebagai Ibadah

      Menurut temuan UNDP tahun 2004, Human Development Index (HDI) kita berada pada peringkat ke 112 dari 175 negara jauh ketinggalan dari negara tetangga seperti Singapura (28), Brunei Darussalam (31), Malaysia (58), Thailand (74), Filipina (85), dan Vietnam (109). Ini menunjukkan bahwa standar hidup dan kualitas hidup bangsa Indonesia masih sangat rendah. Hal ini berdampak pula pada tingkat budaya masyarakatnya termasuk budaya membaca.

      Kenyataan ini memperlihatkan adanya kompleksitas persoalan yang menyelimuti bangsa Indonesia. Rendahnya kualitas hidup bangsa Indonesia salah satunya karena pengetahuan masyarakat masih rendah. Pengetahuan masyarakat rendah karena budaya membaca masyarakat rendah. Budaya membaca masyarakat rendah karena standar hidupnya rendah. Begitulah lingkaran setan problem kebangsaan kita saat ini.

      Untuk keluar dari lingkaran masalah ini diperlukan keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan tersebut. Kalau kita kembali berkaca pada negara-negara maju, sesungguhnya membaca menjadi prasyarat mutlak untuk mencapai kemajuan. Dengan membaca berarti kita sedang berproses menuju satu kemajuan. Membangun budaya baca, bukan sekadar menyediakan buku atau ruang baca, tetapi juga membangun pemikiran, perilaku, dan budaya dari generasi yang tidak suka membaca menjadi generasi suka membaca. Dari generasi yang asing dengan buku menjadi generasi pencinta buku. Dan dari sana kreativitas dan transfer pengetahuan bisa berlangsung dan berkembang.

      Masyarakat Indonesia belum menempatkan buku sebagai kebutuhan setelah sandang, pangan, dan papan. Masyarakat masih dalam budaya melihat dan mendengar, bukan budaya membaca. Di sinilah diperlukan dorongan baik berupa kebijakan maupun nilai-nilai yang mendorong tumbuhnya minat baca.

      Agama sesungguhnya memiliki peran penting bagi tumbuhnya budaya membaca. Sebagai bangsa yang dikenal religius, seharusnya budaya membaca menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya masyarakat kita. Apalagi agama sendiri memerintahkan umatnya untuk selalu membaca. Di dalam Islam sangat jelas bahwa membaca menjadi perintah pertama yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya.

      Sungguh sebuah ironi dalam masyarakat yang mayoritas muslim ini, budaya membaca masih jauh dari harapan. Ini membuktikan bahwa agama masih dipahami sebatas ajaran, belum menjadi bagian tak terpisahkan dari perilaku dan aktivitas hidup kita. Padahal dari membaca itulah peradaban Islam pernah mencapai puncaknya dengan munculnya filosof dan tokoh muslim yang sampai saat ini memiliki pengaruh yang luas. Franz Rosenthal, seorang orientalis terkemuka, mengatakan bahwa peradaban Islam adalah peradaban tulis. Penerjemahan besar-besaran dari karya-karya, terutama berbahasa Yunani dan perpustakaan yang didirikan menjadi penyangga peradaban Islam.

      Begitu pun dengan agama lain. Keberadaan kitab suci yang dimiliki oleh masing-masing agama menjadi bukti historis bahwa umat beragama harus bisa dan selalu membaca.

      Walaupun perkembangan teknologi informasi begitu pesat, buku tetap menjadi media yang tak terkalahkan. Kemajuan sebuah bangsa bukan berasal dari melihat atau mendengarkan, tapi dari membaca catatan-catatan, literatur, dan berkas-berkas tertulis. Nicholas Negroponte, profesor Teknologi Media di Massachussets Institute of Technology, menyatakan bahwa membaca buku atau tulisan bisa membangkitkan imajinasi-imajinasi dan metafor-metafor yang menggugah kreativitas yang tidak bisa didapatkan dari menonton televisi atau mendengarkan musik.

      Karena begitu pentingnya budaya membaca bagi kemajuan bangsa di satu sisi dan karena kompleksitas persoalan yang melingkupi budaya membaca di sisi yang lain,  maka sudah saatnya semua kalangan baik pemerintah, agamawan, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan dunia perbukuan memberikan kepedulian yang lebih bagi tumbuhnya budaya membaca.

      Pendirian taman-taman bacaan di berbagai tempat, penerjemahan buku-buku asing yang bermutu, penyediaan buku-buku murah dan terjangkau, serta keteladanan tokoh masyarakat dalam membaca dan menulis buku-buku merupakan langkah strategis bagi pemberdayaan budaya baca masyarakat.

      Alhamdulillah saya secara pribadi telah menulis beberapa buku sebagai bagian dari upaya membangun budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat. Bahkan saya membiasakan diri memberi kado pada orang lain dalam bentuk buku, bukan dengan bunga atau uang. Ini saya kira perlu digalakkan agar orang yang tidak terbiasa membuka buku pada akhirnya tergoda untuk membaca buku karena sering menerimanya. Mari kita jadikan buku seperti makanan yang penuh gizi. Semakin banyak buku yang kita baca, semakin sehat pikiran kita. Sebaliknya semakin sedikit buku yang kita baca, pikiran kita akan kering dan peradaban kita akan hancur.



      Comments
      Made  - Manfaat Membaca   |2009-08-02 21:21:50
      Manfaat Membaca
      dwi prihatinendro  - sarjana ilmu politik   |2009-09-05 17:07:53
      DAFTAR RIWAYAT HIDUP



      DWI PRIHATINENDRO, S.IP lahir 08 Desember 1975 di Kolaka
      Sulawesi Tenggara, anak pertama dari Bapak Drs. HARYONO dan Ibu SRI SUSILOWATI.
      Alamat : Jalan Simo Pomahan Baru Barat 5/34 RT. 007 RW. 005 Kelurahan Simomulyo,
      Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, 60181. Nomor Telepon / HP : (031) 7483682 /
      (081) 330 677 970

      1. Lulus SD Th. 1987 dengan Danem 33,36 di SDN Aneka Tambang
      No. 2 Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.
      2. Lulus SMP Th. 1990 dengan Danem
      45,41 di SMP Negeri 2 Surabaya.
      3. Lulus SMA Th. 1996 dengan Danem 44,73 di SMA
      A. Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
      4. Lulus Universitas Th. 2008
      dengan IPK 3,12 di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dengan mengambil Disiplin
      Ilmu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Politik.
      5. Selama
      menganggur, saya hanya menjadi joki skripsi dan tesis teman teman yang antara
      lain sebagai berikut :
      a. Implementasi Peraturan Pemerintah No....
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 107680 clicks
      • Average hits: 861.4 clicks / month
      • Number of words: 1572
      • Number of characters: 12235
      • Created 11 years and 5 months ago at Thursday, 04 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 85
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124514
      Dialog_Peradaban.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC