.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      STRATEGI INDUK KAMPANYE NASIONAL " INDONESIA MEMBACA "
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      All Pages

      Solusi Untuk Menghadirkan Toko Buku di Indonesia 

      1.  Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, 32 propinsi 470 kabupaten/kota, 4.000 kecamatan, 70.000 desa, memiliki 220 juta penduduk yang merupakan target untuk "dicerdaskan", maka bukanlah sebuah pekerjaan mudah.

      2.  Toko buku yang besar hanya ada di ibu kota propinsi saja, itupun belum seluruh propinsi memilikinya. Kalaupun ada toko buku kecil, manalah mungkin memajang ribuan judul buku di toko bukunya. Padahal "pajangan buku" adalah daya tarik untuk orang mau membeli dan membaca buku.

      3.  Penduduk yang tersebar, membuat toko buku sulit dijangkau dari rumah penduduk, dan karenanya ”Toko Buku Berjalan” bisa menjadi sebuah solusi untuk mengatasi kebutuhan akan kurangnya toko buku di Indonesia.

      4.  SMEA/Sekolah Kejuruan hampir 300 Sekolah tersebar di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan kualitas anak didik dan kerja praktek, maka program Toko Buku Mobil dapat dikerjasamakan dengan SMEA tersebut.( Setiap SMEA diharapkan dapat memiliki/mengelola satu toko buku bergerak ).

      5.  Hadirkan kerjasama dengan bank dan perusahaan otomotif untuk memberikan kredit lunak dengan jaminan dari mobilnya itu sendiri.

      6.  Dengan ”Toko Buku Berjalan” ini si pemilik bisa memilih tempat dimana saja mereka mau berjualan. Program ini mendekatkan buku kepada masyarakat. 

       

      Solusi Menghadirkan Berbagai Jenis Perpustakaan 

      Pemberdayaan potensi perpustakaan dalam meningkatkan kualitas bangsa adalah visi dari Perpustakaan Nasional. Terselenggaranya perpustakaan dalam wadah sistem nasional yang layanannya menjangkau seluruh lapisan dan golongan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya akan informasi dan bahan pustaka adalah misi dari perpustakaan. 

      Sesuai dengan visi dan misi tersebut, maka kehadiran perpustakaan adalah mutlak diperlukan. Dan kehadiran mobil buku multifungsi adalah mutlak diperlukan untuk menjangkau lapisan yang paling bawah, agar kualitas pendidikan masyarakat dapat ditingkatkan, sehingga hadirlah masyarakat yang cerdas, terampil dan mandiri. 

      Kondisi Objektif Keperpustakaan di Indonesia                               

      1.  Kurangnya dukungan pemerintah terhadap keberadaan perpustakaan.

      2.  Mobil Buku Keliling yang sekarang ada sudah banyak yang tidak layak pakai.

      3.  Masih rendahnya minat baca masyarakat

      4.  Keragaman Kelembagaan ditingkat Propinsi, Kabupaten/Kota.

      5.  Keterbatasan SDM dari segi kuantitas dan kualitas.

      6.  Terbatasnya jumlah sarana dan prasarana perpustakaan serta Taman Bacaan Masyarakat/Desa. Tidak semua desa memiliki Perpustakaan Desa, bahkan Perpustakaan Kelurahan dan Kecamatan.

      7.  Keterbatasan penerbit dan toko buku di daerah.

      8.  Pesatnya perkembangan teknologi informasi.

      9.  Distribusi buku tidak merata.

      10. Rendahnya daya beli masyarakat.

      11. Perpustakaan tidak memiliki pengelola yang tangkas, cerdas dan kreatif, terlebih bila dikaitkan dengan  pengetahuan tentang perpustakaan.   

      12.Tidak ada biaya bagi pengadaan sarana perpustakaan desa dan perpustakaan keliling baik untuk perlengkapannya (lemari, meja baca, dll ), maupun untuk koleksinya.

      13.Tidak adanya dana (honor) bagi penyelenggara perpustakaan, sehingga walaupun sudah disediakan tempatnya, sudah diisediakan koleksinya buku- nya, tapi karena tidak ada honor, maka timbul malas untuk mengelolanya.

      14. Informasi tentang buku baru tidak dimiliki, sehingga koleksinya tidak pernah bertambah. Koleksi yang hanya dibeli sekali saja, tidak dibina berkesinam- bungan membuat malasnya orang datang ke Perpustakaan Desa dan malas mengelola.

      15. Salah memilih lokasi perpustakaan sehingga masyarakat tidak mudah mendatangi tempat tersebut, dan informasi tentang kehadiran Perpustakaan Desa tidak tersosialisasikan dengan baik.

      16. Banyak terjadi bila perpustakaan diberikan sejumlah uang tunai, maka karena tidak adanya toko buku di daerah itu, maka mereka membeli buku seadanya (buku paket) yang membuat masyarakat malas untuk membacanya, karena koleksinya tidak menarik.

      17. Tidak semua desa atau bahkan kabupaten memiliki. perpustakaan desa apalagi perpustakaan keliling.

      18. Kalaulah dulu kita mengenal Perpustakaan Kelurahan, maka pada kenyataan- nya tidak banyak kelurahan yang memiliki perpustakaan. Bahkan ada yang koleksi bukunya sampai sekarang masih dalam dus belum dibuka, dengan alasan tak ada yang mengerti tentang mengelola perpustakaan, atau kalaupun ada maka bukunya tersimpan dalam sebuah lemari sebagai pajangan saja. 

       

      Perpustakaan Sekolah

      Kehadiran institusi pendidikan dengan seluruh jalur dan jenjangnya merupakan faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia dimasa depan. Dalam konteks ini, maka tinggi rendahnya kualitas SDM untuk sebagian ditentukan oleh kualitas input dan output pendidikan itu sendiri. Sebab, melalui sekolah setiap peserta didik belajar bersosialisasi, mendapat informasi keilmuan, mengetahui perkembangan dunia, dan memahami berbagai masalah kehidupan. 

      Di sekolah mereka juga mendapat berbagai nilai dan etika pergaulan, meneratas jaringan informasi, dan membangun cita-cita untuk kehidupan masa depan. Dengan fungsi dan urgensi seperti itu, maka penanganan institusi pendidikan perlu dilakukan secara serius dan optimal, dengan mempertimbangkan berbagai media dan informasi keilmuan untuk mendapatkan hasil yang prima. 

      Diakui bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Berbagai keluhan tentang fakta ini telah diungkap oleh beberapa kelompok kepentingan, baik dunia usaha, instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pemerhati pendidikan, dari kalangan orang tua siswa. Secara umum, keluhan dan kekecewaan itu bermuara pada kurangnya daya pakai lulusan, rendahnya motivasi untuk maju dan berusaha, terbatasnya daya inovasi, terbatasnya penguasaan informasi, dan berbagai masalah lainnya, termasuk kemampuan anak didik untuk bekerja tekun, rajin, dan professional. Tidak kurang pentingnya adalah keluhan akan rendahnya komitment nilai dan perilaku keseharian siswa dalam keluarga dan masyarakat.  

      Berbagai persoalan yang masih dapat ditambahkan ini antara lain disebabkan oleh tidak maksimalnya institusi pendidikan dalam melakukan manajemen pembelajaran. Berbagai keluhan tentang ini dapat dilihat dari terlampau gemuknya kurikulum, rendahnya kualitas guru, tingginya beban akademik siswa, masih dominannya guru dalam kegiatan belajar mengajar, terbatasnya sarana dan prasarana, serta berbagai persoalan lainnya. Karena itu diperlukan suatu terobosan baru untuk mengantisipasi berbagai permasalahan ini, agar institusi pendidikan dapat berfungsi secara lebih optimal.  

      Salah satu usaha penting ke arah itu adalah menjadikan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Sebagai sumber informasi yang sampai saat ini belum tergantikan, buku tentunya memiliki pengaruh yang amat besar, dan karenanya dapat menjadi indikasi dari wajah peradaban dan kebudayaan suatu bangsa.  Kita memang sudah memasuki era teknologi internet yang secara langsung dapat menyajikan pelbagai informasi, termasuk tulisan-tulisan keagamaan. Akan tetapi, untuk bangsa Indonesia yang masih berkembang, akses terhadap media ini masih sangat terbatas untuk kalangan tertentu. Sementara sebagian terbesar masyarakat masih belum sempat menikmatinya, baik karena rendahnya kemampuan ekonomi maupun lemahnya penguasaan terhadap teknologi modern. 

      Akan tetapi, di tengah semaraknya berbagai penemuan ilmiah dan penerbitan buku serta media informasi keilmuan lainnya, lembaga pendidikan nampaknya masih mengandalkan kemampuan guru dalam menyampaikan ilmu. Ditengah masih terbatasnya kualitas keilmuan dan ketidak-sesuaian bidang studi yang diajarkan ( miss­match ), sistem pembelajaran yang meng- andalkan ruang kelas ini tentunya mengandung kelemahan yang akut.  

      Karena itu usaha pemerintah menghadirkan perpustakaan sekolah harus disikapi dengan bijak, menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar meng- ajar, yang merupakan usaha penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.  



      Comments
      Budi Purnomo  - Pendiri/Mantan Ketua Umum     |2009-08-13 21:41:35
      Salam,
      Dari dari Jaringan Epistoholik Jakarta (JEJAK) atau Komunitas Penulis
      Surat Pembaca, ingin berpartisipasi dalam kegiatan Kampanye Nasional Indonesia
      Membaca. Adapun partisipasi yang dapat kami lakukan adalah dengan melakukan
      sosialisasi kampanye tersebut melalui Surat Pembaca di berbagai media
      cetak.
      Demikianlah harapan kami, mudah-mudahan kegiatan yang dilakukan sukses
      selalu.(Budi Purnomo, HP/SMS : 081388277788).
      suryadi  - harapan     |2010-04-15 14:40:59
      mudah-mudahan bukan sekedar slogan..... yang terpenting langkah nyata......
      di
      sekolah dasar sangat menanti uluran tangan, gagasan n langkah nyata para inohong
      untuk tingkatkan budaya baca.
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 121998 clicks
      • Average hits: 976 clicks / month
      • Number of words: 6418
      • Number of characters: 50222
      • Created 11 years and 5 months ago at Thursday, 04 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 88
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125303
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC