.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      800x600 Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

      KORAN TEMPO, 19 JULI 2009

      SUYANTO

      DIREKTUR JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

      MOS Bukan Ajang Balas Dendam


      Keriangan tahun ajaran b-ru terusik. Roy Aditya Perkasa, 16 tahun, murid SMA Negeri 16 Surabaya, meninggal ketika menonton acara kesenian yang digelar se-elah masa orientasi sekolah (MOS) berakhir. Akan halnya M. Rajib, siswa SMK Pelayaran di kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur, meninggal setelah menginap tiga malam untuk mengikuti MOS.

      Polisi sedang mencari tahu sebab-sebab meninggalnya Roy. Namun, sejumlah pihak menuding kematian Roy akibat mengikuti MOS, yang lazim digelar sekolah untuk memperkenalkan siswa kepada lingkungan barunya, Pemerintah kota membentuk tim untuk menelusuri dugaan penyimpangan MOS. Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono mengancam akan memberikan sanksi kepada sekolah jika ditemukan adanya penyimpangan. Akan halnya dewan perwakilan rakyat mendesak, lembaga ini Kepala Dinas Pendidikan Surabaya mundur dari jabatannya.

      Bambang juga mempertimbangkan akan menghapuskan MOS di wilayah kerjanya. Hal yang sama diusulkan oleh Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi. Seto menilai kegiatan itu rawan kekerasan bagi siswa baru sebagaimana perpeloncoan di masa lalu, yang bisa berdampak buruk pada perkembangan jiwa anak. Anak, kata Seto di Surabaya, Kamis lalu, bisa menyimpan dendam dan akan melampiaskannya kepada juniornya pada tahun berikutnya.

       

      Menurut Direktur Jenderal Manaiemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Suyanto. kegiatan MOS sebenarnya tidak wajib diadakan. Meski begitu, sebenarnya tujuan MOS positif, yakni memperkenal­kan siswa kepada lingkungan sekolahnya yang baru. Kegiatan ini juga diharapkan mendidik anak akan nilai-nilai yang baik. Suyanto memaparkan seluk-beluk MOS kepa­da Endri Kurniawati dari Tempo pada Rabu dan Kamis lalu. Berikut ini kutipannya.

      Roy meninggal diduga akibat MOS. Bagaimana pendapat Anda?

      Meninggalnya anak itu bukan karena MOS ternyata. Menurut laporan kepala sekolahnya, pada hari ketiga setelah penutupan (MOS) ada acara kesenian (yang diselenggarakan) oleh anak-anak di aula SMAN 16 Surabaya. Saat itu (Roy) Aditya Perkasa menonton (acara kesenian) dan pingsan ketika me­nonton. Dia langsung mendapat pertolongan pertama, dibawa ke ruang Usaha Kesehatan Sekolah. Karena keadaannya semakin tidak baik, dia dilarikan ke Rumah Sakit Islam II di Kelurahan Jemursari. Di sana dia dirawat intensif di unit gawat darurat. Di sana ia tidak tertolong dan meninggal.

      Menurut keterangan keluarganya, Roy Aditya mengeluh kelelahan setelah mengikuti MOS....

      Ya, kalau letih itu kan bukan ka­rena kekerasan atau karena prog­ram MOS. Nggak ada itu.

      Bukankah, jika terlalu capek, orang bisa meninggal?

      Ya, saya nggak tahu apa sebabnya. Saya nggak bisa mengomen tari mengapa dia meninggal. Tapi, yang jelas, dia meninggal bukan karena kekerasan dalam MOS. Dia meninggal pada saat menonton pertunjukan.

      Program MOS ini diwajibkan kepada tiap sekolah?

      Nggak. Itu tergantung sekolah masing-masing. Saya membuat surat edaran (untuk sekolah-sekolah) bahwa, jika sekolah menyelenggarakan program ini, harus bersifat edukatif, tidak boleh menyakiti siswa, baik secara fisik maupun secara psikologis. Tujuan utamanya adalah siswa-siswa itu harus segera mengenal lingkungannya agar bisa belajar dalam lingkungan yang baru. (Program itu) tidak boleh dilakukan lebih dari tiga hari, tidak bo­leh dilakukan di luar jam-jam se­kolah. Saya membuat surat edaran itu sudah sejak 2008. Jadi para kepala dinas di provinsi hingga kabupaten sudah tahu semua.

      Program ini merupakan perintah atau kebijakan siapa?

      Nggak ada perintah. Itu tergan­tung sekolah.

      Jika program itu dimaksudkan untuk memperkenalkan lingkung­an atau budaya sekolah kepada murid-murid baru, adakah acuan baku untuk kegiatan itu?

      Apa sih begitu saja pake acuan? (tertawa kecil) Kan jelas-jelas tidak boleh melakukan kekerasan fisik, dilarang melakukan tekanan secara psikologis; membuat kegiatan yang menyenangkan yang bisa memberikan wawasan-wawasan baru, perkenalan terhadap peraturan-peraturan sekolah, perkenalan terha­dap perpustakaan, cara belajar yang baik. Seperti itu sudah dijelaskan (dalam surat edaran). Tidak perlu acuan lagi.

      Pada prakteknya banyak terjadi "kecelakaan"....

      Berapa banyak itu? Sekolah kita itu jumlahnya 250 ribu. Tapi yang terjadi kan yang satu ini. Dan ini pun bukan karena MOS. Dia me­nonton pertunjukan dan acara MOS sudah ditutup. Surat edaran saya itu bisa diacu. Dan kepala di­nas iuga membuat rambu-rambu.

      Apakah acara itu dievaluasi setiap beberapa waktu? Adakah pengawasan terhadap acara itu?

      Yang mengawasi kepala sekolahnya masing-masing. Kepala seko­lah membuat pengawasan.

      Jika ternyata ada ekses yang merugikan siswa, apakah program orientasi itu tidak perlu ditinjau ulang?

      Apanya yang perlu ditinjau

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:23  

      Items details

      • Hits: 1654 clicks
      • Average hits: 20.7 clicks / month
      • Number of words: 1158
      • Number of characters: 9496
      • Created 6 years and 8 months ago at Friday, 02 March 2012 by Administrator
      • Modified 5 years and 6 months ago at Thursday, 30 May 2013 by Suherman

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 115
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091244
      DSCF8803.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC