.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Minat Baca
E-mail

Republika 3 Juli 2006

Mahasiswa, Buku, dan Pulsa

Dalam sebuah penelitian terungkap bahwa kebanyakan mahasiswa lebih mementingkan membeli pulsa HP daripada membeli buku. Fakta ini tidak mengejutkan karena masyarakat sudah tahu suasana umum keMdupan mahasiswa kita. Tanpa mengurangi rasa hor-mat kepada kelompok minoritas mahasiswa yang serius dengan studi yang sedang niereka tempuh, kita mengerti lebih banyak maha­siswa yang itu tadi; lebih suka menikmati komunikasi dengan HP daripada membaca dan menambah koleksi bukunya. Bahkan mungkin lebih dari itu, banyak mahasiswa lebih mendahulukan rokok daripada kartu keanggotaan perpustakaan.

Memang saat ini berkomunikasi dengan HP merupakan hal yang sangat umum. HP sudah menjadi kebutuhan standar seorang mahasiswa. Kita juga tahu dalam berkomunikasi dengan HP sebagian di antaranya memang penting. Namun ketika kebutuhan akan pulsa diletakkan di atas kebutuhan akan buku, dan hal ini terjadi di kalangan mahasiswa, rasanya jadi ironis. Sebab selayaknya buku men­jadi kebutuhan utama bagi siapa saja yang sedang menuntut ilmu. Tapi mengapa buku telah terdesak ke belakang oleh pulsa?

Read more...
 
E-mail

Republika 3 Juli 2006

Mahasiswa, Buku, dan Pulsa

Dalam sebuah penelitian terungkap bahwa kebanyakan mahasiswa lebih mementingkan membeli pulsa HP daripada membeli buku. Fakta ini tidak mengejutkan karena masyarakat sudah tahu suasana umum keMdupan mahasiswa kita. Tanpa mengurangi rasa hor-mat kepada kelompok minoritas mahasiswa yang serius dengan studi yang sedang niereka tempuh, kita mengerti lebih banyak maha­siswa yang itu tadi; lebih suka menikmati komunikasi dengan HP daripada membaca dan menambah koleksi bukunya. Bahkan mungkin lebih dari itu, banyak mahasiswa lebih mendahulukan rokok daripada kartu keanggotaan perpustakaan.

Memang saat ini berkomunikasi dengan HP merupakan hal yang sangat umum. HP sudah menjadi kebutuhan standar seorang mahasiswa. Kita juga tahu dalam berkomunikasi dengan HP sebagian di antaranya memang penting. Namun ketika kebutuhan akan pulsa diletakkan di atas kebutuhan akan buku, dan hal ini terjadi di kalangan mahasiswa, rasanya jadi ironis. Sebab selayaknya buku men­jadi kebutuhan utama bagi siapa saja yang sedang menuntut ilmu. Tapi mengapa buku telah terdesak ke belakang oleh pulsa?

Read more...
 
E-mail

Pikiran Rakyat @8 Agustus 2009

 

Maca, Macul, Macakal

SAYA punya dongeng lucu Mang. Konon, ketika saab-rulan turis asing sedang berada di sebuah kawasan wisa­ta di Mesir, seorang pedagang cinderamata menawarkan tengkorak Cleopat­ra. Harganya kalau dirupi-ahkan, Rp loojuta Mang! Salah seorang turis menawarnya Rp 10 juta. Sipedagang cenderamata tersebut buru-buru mengeluarkan satu tengkorak lagi yang ukirannya lebih kecil. Katanya, " Rp 10 juta mah, anu ieu tangkorakna. Ketika ditanya eta tangkorak saha, pedagang cenderamata tersebut mengatakan bahwa tengko­rak tersebut adalah tengko­rak Cleopatra, sewaktu masih anak-anak," kata Kang Ahmad sambil tersenyum.

"Hahaha. Lucu pisan dongeng teh Mad. Tapi di balik kelucuannya, tersirat maksud lain yang mengartikan bagaimana sering pedagang cinderamata tersebut, untuk mengangkat citra pariwisata Mesir melalui simbol Cleopatra. Pencitraan melalui simbol-simbol seperti itu, setidaknya akan meyakinkan dunia tentang indentitas se­buah kawasan wisata. Kalau kita menyebut Cleopatra, pikiran kita otomatis akan melayang ke Mesir. Begitu pula kalau ada yang menyebutkan tari Pendet, pasti pikirannya akan langsung tertuju ke Bali, bukan ke... Malaysia," kata Mang Ohle dibarengi mimik muka yang serius.

Last Updated on Thursday, 16 February 2012 14:36 Read more...
 
E-mail

 

Lawan Lupa dengan Membaca

 

Steve Haiyanto, 34 tahun, tersentak dari tidur siangnya. Mendadak ia ingat harus mendatangi resepsi pernikahan seorang

karibnya. Tapi jam sudah menunjukkan pukul 14.00, acara resepsi sudah berakhir. la pun lemas.

Padahal baju batik andalan sudah rapi ia siapkan sejak dua hari sebelum-nya. Terpaksa kaiyawan di sebuah bank swasta di Jakarta Selatan ini mengirim pesan pendek kepada sang karib, memohon maklum tak bisa memenuhi un-dangan. "Saya sangat merasa tidak enak kepada sobat itu,"katanya. Bukan kali itu saja timbul masalah akibat kebiasaan lupanya tersebut. Steve pernah begitu panik karena merasa kehilangan kunci sepeda motor. Padahal kun-ci itu cuma tak diletakkan di tempat biasanya. la juga berkali-kali mencari kaca-mata yang ternyata nangkring di keningnya.'Telupa saya ini tidak parah, tapi sering bikin suasana berantakan,"katanya. Meski masih tergolong muda, Steve su­dah memasuki fase pikun dini. Dokter spesialis saraf dari Rumah SaMt Cipto Mangunkusumo, Samino, menyebutkan, gejala yang diderita Steve adalah pikun ringan atau mild cognitive impairment."Penyakit ini bisa diderita oleh mereka yang masih muda,"katanya pada Kamis lalu.

Last Updated on Thursday, 16 February 2012 14:34 Read more...
 


Page 9 of 27

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 119
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124309
Dialog_Peradaban.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC