.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Minat Baca
E-mail

 

 

Membaca

 

 

Ketika dilahirkan ke dunia, seseorang telah mulai membaca. la bukan tiba-tiba membaca buku,tetapi membaca dunia.Seorang bayi belajar membaca lingkungan barunya dengan pandangan,penciuman dan pendengarannya. Ia membaca sentuhan untuk mengenal ibunya. la membaca dengan penciuman untuk mengenal ayahnya. Ketika ia menjadi lebih besar,seorang bayi membaca dengan gerakan tubuhnya untuk mengenal lingkungan. Barulah ketika ia mampu mengucapkan kata-kata dan mengenal simbol-simbol, ia membaca melalui buku.

Dalam kehidupan, manusia harus di-bekali dengan pengetahuan. Pengetahuan dapat diperoleh dari membaca, baik membaca buku maupun membaca ling­kungan, karena ia adalah kehidupan itu sendiri,Artinya, membaca sebuah buku ataupun keadaan sekitar adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan. Sayangnya kini sedikit sekali yang me-nyadari pentingnya hal tersebut.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 13:25 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS, MINGGU, 26 FEBRUARI 2006

 

 

Membaca Majalah Mode

 

Ini merupakan kegiatan yang saya sukai sejak dahulu kata. Sejak masih "numpak" mobii Opel ayah saya semasa zaman "rekiplik". Bahkan saya tak pernah menyadari membaca majalah seperti ini seperti ketagihan seks dan narkoba.

OLEH SAMUEL MULIA

Apa yang saya sukai dari membaca majalah mode terutama yang made in luar negeri? Pertama soal "mimpi" yang ditawarkan. Sepertinya hidup hanya untuk hura-hura, hidup penuh kemewahan, memacu membeli barang baru, dan kadang terpikir hidup seperti manusia-manusia kondang di dalam majalah itu yang ketawa-ketiwi, yang asyik diabadikan kamera fotografer kondang, dan melupakan sejenak di luar itu ada kesusahan. Jadi, membaca ma­jalah pengantar "mimpi" itu cukup menghibur laranya kenyataan hidup saya.

Hal berikutnya adalah ringannya materi penulisan yang disajikan. Mungkin keringanan ini yang memberi kesan majalah mo­de hanya sebuah bacaan pembunuh waktu sambil makan keripik dan menggosip.

Keringanan ini juga yang tak membuat saya sakit kepala, se­perti membaca buku Mas Goenawan Mohamad yang buat saya sulitnya. setengah mati. Kolomnya berjudul Catatan Pinggir di majalah Tempo saja sampai se-karang saya ndak mudeng. Padahal saya itu ingin tambah pandai tiap minggunya. Ya itu kalau yang bodoh ketemu sama yang pandai. Atau, mungldn, Mas Goen takut jadi merasa bodoh karena saya jadi mudeng? Ah... saya kok jadi ngelantur bicara Mas Goen.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 13:20 Read more...
 
E-mail

Kompas 8 September 2006

Membaca dan Agresivitas

Majalah CMZd Development (Januari/Februari 2006) merierbitkan hasil peneli-tian tentang hubungan antara ke-mampuan membaca dan sikap ag-resif siswa sekolah dasar.

Selama enam tahun (1996-2002), Sarah Miles dan Deborah Stipek dari Stanford University School of Education, California, Afnerika Serikat, meneliti dan mengikuti perkembangan 400 anak TK dan SD di pedesaan dan wilayah kota miskin di AS. Warna desa dan kemiskinan dipilih karena di lingkungan itu pendidikan anak-anak mudah terpuruk dan terabaikan.

Hal yang menarik dari penelitian Miles I dan Stipek adalah ada keterkaitan antara I tingkat kemampuan membaca dan tingkat agresivitas.  Dalam penelitian  ini,  sikap agresif dibatasi dalam empat golongan, "suka berkelahi", "tidak sabaran", "suka mengganggu", dan "kebiasaan menekan anak lain (bullying)"."Anak-anak kelas 1 SD, yang kerriam-puan membacanya relatif rendah, saat di kelas 3, cenderung memiliki tingkat ag­resivitas tinggi. Juga, anak-anak kelas 3, yang memiliki kemampuan membaca ren­dah, cenderung memiliki sikap agresif tinggi saat di kelas 5," ungkap Miles dan Stipek. "Mungkin, bersamaan dengan ting­kat pergaulan mereka, anak-anak yang kemampuan membacanya rendah itu frus-trasinya kian menumpuk. Keadaan ini yang membuat mereka menjadi agresif," tambah kedua peneliti itu.

Sebaliknya, ada keterkaitan antara sikap sosial dan kemampuan membaca. Yang dimaksud sikap sosial adalah "suka me-nolong", "mengerti perasaan orang lain", "punya empati", "punya perhatian kepada yang susah", dan "menolong/menghibur teman yang kecewa". Anak-anak yang me­miliki sikap sosial yang balk saat di TK dan


kelas 1 SD biasanya lebih   mampu   me-ngembangkan     ke­mampuan memba­canya di kelas 3 dan kelas 5 SD, begitu ke-simpulan Miles dan Stipek.

Read more...
 
E-mail

Republika 11 agustus 2010

 

 

Membaca Butuh kenyamanan Bukan Ekluisifitas

 

Pemkab/pemkot diimbau menggelat IBM di tempat publik.

Suasana di Lapangan Tegalega, Bandung, Ahad (1/8) pe-tang lalu cukup terik. Langit Kota Bandung yang kerap dihiasi awan gemawan, tak terlihat. Namun lapangan tersebut tetap didatangi banyak orang, entah itu untuk berolahraga atau hanya sekadar untuk berjalan-jalan sore menikmati matahari tenggelam dari tengah lapangan.

Dari salah satu sudut Lapangan Tegalega, terlihat ada stand kecil dengan kendaraan dinas di belakangnya. Stand itu memajang banyak buku yang dapat dibaca pengunjung di tempat untuk rnengisi sore. Beberapa orang terlihathilir mudik bergantian keluar masuk stand sambil menenteng buku yang dipinjam dan kemudian membacanya di bawah pohon yang banyak tersedia, tidak jauh dari stand. Stand ini merupakan kegiatan rutin dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Jawa Barat untuk menggelar baca buku santai di tempat-tempat keramaian, salah satunya di Lapangan Tegalega.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 11:37 Read more...
 


Page 6 of 27

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 85
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124950
DSCF8794.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC