.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Minat Baca
E-mail

 

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2008 I MEDIA INDONESIA

 

Oleh Toeti Adhitama

Anggota Dewan Redaksi Media Group

Makna Membangkitkan Minat Baca

HEBAT. Itu tanggapan atasberita bahwa Indonesia bisa menjadi model untuk pemberantasan buta aksara di kawasan Asia Pasifik. Penilaian itu diberikan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Sejak 2007, buta aksara di Indonesia turun 1,7 juta orang, menjadi 10,1 juta. Sekitar 7 juta di antaranya perempuan. Sukses program pemberantasan buta aksara antara lain berkat dukungan 59 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai daerah di In­donesia. Jendela dunia terbuka makin lebar bagi mereka yang melek aksara.

Namun, angka tadi tidak seiring dengan hasil survei UNESCO yang menunjukkan minat baca kita sangat rendah. Dua tahun lalu kita yang paling rendah di kawasan Asia. Sementara itu International Educational Achievement mencatat kemampuan membaca siswa Indonesia paling rendah di kawasan ASEAN. 7 Kesimpulan itu diambil dari penelitian atas 39 negara. Indonesia menempati urutan ke-38. Dua hal itu antara lain menyebabkan United Nations Development Program (UNDP) menempatkan kita pada urutan rendah dalam hal pembangunan sumber daya manusia.

Kenyataan-kenyataan tadi membuktikan, melek aksara tidak menjamin peningkatan kemampuan maupun minat membaca. Kita perlu prihatin. Tanpa minat baca, dari mana kita bisa memperoleh ide-ide segar dan baru? Dilihat dari jumlah penduduk kita dan jumlah hariart yang beredar tiap hari, persentase bacaan koran amat sangat kecil. Seputar 1%? UNESCO me-netapkan, sebaiknya 10%.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 15:15 Read more...
 
E-mail

 

REPUBLIKA 28 Oktober 2011

 

Yudi Kusnandar

DirekturUfarna LPPS Roudrtbh

Membaca

Menuntut ilmu memang bukan kewa-jiban yang ditentukan waktunya seperti shalat, puasa, zakat atau-pun haji. Namun, itujustru merupakan kewajiban umat manusia sampai menutup mata.  Rasulullah SAW bersabda, "Tun-tutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat".

Wajarlah, bila Rasuiullah berkata demi-kian. Dengan terbiasa mengambi! pelajar-an dari seluruh aktifitas, maka kita bisa mendapatkan banyak keterampilan dan kemampuan . Hal inilah yang bisa membu-at kita lebih unggul dan maju sehingga menjadi modal hidup untuk menghadapi perubahan jarnan yang begitu cepat.

Begitupun dengan keinginan untuk membangun masyarakat yang bermarta-bat. Melalui kesadaran untuk membantu anak-anak yang akan meian}utkan masuk sekolah dasar, maka lahirlah lembaga Roudhoh. Lernbaga kursus membaca bagi anak dengan sentuhan kasih sayang Apalagi, ketika anak-anak akan mulai menjajaki sekolah dasar. Pada kondisi ini, mereka akan kesulitan untuk mengejar kurikulum pendidikan yang sudah ditetap-kan. Wajar. karena anak masih beium bisa membaca bahkan terkadang yang sudah kelas tiga pun masih terbata bata. Melihat fakta seperti itulah, maka lahir iembaga Roudhoh. Ini tiada lain karena merasa terpanggil untuk memajukan dan memberantas masyarakat dari buta huruf. Karenanya, materi pendidikan yang diterapkan pun tidak hanya kemampuan untuk bisa membaca, tapi dilatih juga bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 14:58 Read more...
 
E-mail

Media Indonesia 20 Oktober 2007

 

Perpustakaan Membaca Tenang Tumbuhkan Minat Baca

 

MERANGSANG siswa untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah memang tidak mudah. Minat baca memang harus ditumbuhkan. Banyak pakar mengatakan minat baca bisa dimulai dari rumah.

Bagaimanakah menumbuhkan minat baca pada siswa? Ketua Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) Hanna Latuputty menjelaskan, minat baca pada anak harus dimulai sejak dini. "Bisa dimulai dari rumah. Malah ada pakar yang bilang minat baca seharusnya dimulai sejak dalam kandungan," kata Hanna dalam seminar bertema Kolaborasi guru dan pustakawan dalam proses belajar-mengajar di Sekolah Islam Al-Ikhlas, Cipete, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurutnya, apabila orang tua memiliki kebiasaan membaca, anaknya pasti suka membaca. Oleh karena itu,penumbuhan minat baca bukan dibebankan kepada sekolah saja. "Semua harus menjadi tanggung jawab bersama. Baik sekolah, orang tua, maupun pemerintah imbuhnya.Lain lagi komentar dari konsultan pendidikan dan penulis Agus Listiyono. Menurutnya, tidak mudah menumbuhkan minat baca pada anak. Namun, para pendidik harus memberikan contoh dan motivasi, agar anak mempunyai minat untuk membaca.


Agus pun mengungkapkan pengalamannya saat memberikan motivasi minat baca pada anak. "Pada awalnya saya mengajarkan kepada anak-anak agar membaca dengan tenang atau membaca tanpa suara. Waktunya ditentukan sekitar sepuluh menit," papar Agus.

 

Pada mulanya para siswa tidak berminat. Bahkan pada menit ketiga, mereka telah meminta untuk berhenti membaca tenang. Namun, Agus tidak menyerah. la tetap meminta para siswa membaca tenang. Kegiatan itu dilakukan berulang-ulang. Pada akhirnya, anak-anak telah terbiasa membaca tenang. "Pada akhirnya anak-anak menganggap waktu sepuluh menit itu kurang. Sekarang mereka menunrut agar waktu membaca tenang diperpanjang."

Senada dengan pengalaman Agus, Ratna Tan, guru sekaligus pustakawan dari Sekolah Pelita Harapan, Lippo Cikarang, menjelaskan, metode membaca tenang memang bermanfaat untuk mempersiapkan anak untuk belajar serius di kelas.

"Membaca tenang selama 15 menit bisa membuat anak lebih berkonsentrasi untuk menerima pelajaran selanjutnya," ujar Ratna.

la mengakui, biasanya setelah jam istirahat, anak-anak masih gaduh dan belum siap untuk belajar. Untuk itu, lanjut Ratna, jalan terbaiknya adalah dengan menyuruh membaca tenang.Selain membaca tenang, anak didik pun harus didorong untuk sering dan suka berkunjung ke perpustakaan.Lantas, bagaimana untuk mendorong anak didik berkunjung ke perpustakaan? Sebab, kesan masyarakat selama ini perpustakaan hanyalah terdiri dari rak-rak penuh buku yang kotor dan berdebu. Buku-bukunya terkadang tidak komplit atau s'udah terlalu tua, dengan kertas yang telah menguning.

Ratna menjelaskan, kini banyak perpustakaan menyiasari untuk menarik minat pengunjung terutama para pelajar. Misalnya menyediakan majalah remaja, ruangan yang terang dengan pencahayaan yang bagus, dan desain warna tembok yang terang."Juru kepustakaan pun harus bisa mendekati gurunya, menanyakan apa yang mereka butuhkan dan buku apa yang diinginkan."Dengan langkah itu, mereka yakin para siswa tertarik untuk mengunjungi perpustakaan.

• Edwin Tirani/H-3

 

 

 

Last Updated on Friday, 24 February 2012 14:54
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA I MINGGU. 27 DECEMBER 2009

 

 

Membaca

Resep Ampuh Antibodoh

Membaca bukan sekadar kegiatan menelusuri huruf, melainkan juga modal buat menumbuhkan kultur kritis juga peduli.

Restu Ashari Putra


SUATU ketika, Hartoonian, seorang politikus AS pernah diwawancarai wartawan perihal apa yang harus dilakukan bangsa Amerika untuk mempertahankan supremasinya. Jawabannya, "If we want to be a super power we must have individuals with much higher levels of literacy." Artinya, individu yang peduli akan tradisi literasi merupakan benih masyarakat maju. Capaian terhadap budaya literasi akan menghantarkan sekumpulan masyarakat cerdas dan kritis dalam membangun bangsanya.

Jepang membutuhkan satu abad untuk membentuk tradisi literasi saat dimulai-nya Restorasi Meiji. Saat itu, Jepang melakukan kegiatan penerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan dan teknologi besar-besaran. Jepang mengupayakan budaya literasi kepada masyarakatnya. Terbukti, negara itu menjadi raksasa ilmu pengetahuan dan teknologi yang disegani.

Jika berbicara budaya literasi sesungguhnya berbicara tentang dunia pendidikan itu sendiri. Sebab tujuan pendidikan seperti yang dikemu-kakan Sindhunata, tidak hanya menciptakan manusia terpelajar, tapi juga berbudaya.

Pakar Pendidikan HAR Tilaar mengungkapkan, pendidikan harus bisa menembus sekat batas ruang-ruang kelas. Sekolah sebagai schooling belaka akan membuat pendidikan terasing dari kehidupan nyata dan masyarakat terlempar dari tanggung jawabnya dalam pendidikan.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 14:38 Read more...
 


Page 5 of 27

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 113
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124433
DSCF8761.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC