.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Menuju Era Masyarakat Belajar

      Baru 20 ribu SD memiliki perpustakaan.

      Adi tampak duduk tenang. Tak ada kata yang terucap dari mulutnya yang mungil, tak ada lirikan dari kedua bola matanya. Orang-orang yang melintas di sekitarnya tidak membuatnya tergoda untuk memerhatikan. la tetap asyik, tenggelam dalam bacaan buku yang ada di hadapannya.

      Siswa kelas V salah satu Sekolah Dasar (SD) di Jakarta ini bukan sedang mengikuti ulangan. Adi tengah mengisi jam istirahat pelajaran di sekolahnya dengan membaca buku bacaan di perpustakaan.

      la tidak sendirian. Beberapa teman sekolahnya melakukan hal serupa. Mereka larut membaca, memelototi bacaan poguler yang ada di perpustakaan itu. Beruntung, perpustakaan sekolah mereka menyediakan buku bacaan dalam jumlah yang cukup dan bervariasi. Ketersediaan tersebut membuat anak-anak itu mudah menambah pengetahuan, sesuai dengan perkembangan usianya,Keceriaan seperti yang dialami Adi dan teman-teman sekolahnya di perpustakaan, tidak bisa dirasakan oleh Ryan. Meski duduk di kelas yang sama, tapi siswa SD di bilangan Tangerang ini tidak seberuntung Adi dan kawan-kawan.

       

      Di sekolahnya tidak tersedia perpustakaan. Pelajaran hanya diperoleh di ruang kelas. Jam isti­rahat lebih banyak dimanfaatkan dengan bercanda, berkejar-kejaran dalam keceriaan anak-anak. Seperti juga Adi dan kawan-ka­wan, Ryan bersama teman-teman sekolahnya juga merasakan kece­riaan mengisi jam istirahat sekolah. Bedanya: satu ceria dengan bacaan beragam, lainnya ceria dengan bercanda.

      Di sekolah lain, beda pula suasananya. Sekali waktu, di sebuah lembaga pendidikan swasta di Jakarta Selatan, para siswa berkerumun, mengelilingi sebuah kendaraan roda empat yang berhenti lapangan sekolah. Mobil Toyota Dina itu bukan kendaraan sembarangan. Itu adalah mobil perpustakaan keli-ling milik Pemda DKI Jakarta.Namanya juga perpustakaan keliling, mobil ini membawa aneka jenis bacaan. Lasimnya, pada jam-jam istirahat, kendaraan ini menyambangi sekolah-sekolah. Seperti pernah dituturkan Rudi, salah seorang petugas perpustakaan keliling, saat berada di lokasi SD, jenis buku anak-anak lebih banyak diminati. Kerap kali pada jam-jam istirahat, buku-buku anak-anak yang tersedia terbaca semua.

      Gambaran dari tiga sekolah yang berbeda itu menyiratkan kondisi perpustakaan yang ada di SD saat ini. Ada sekolah yang sudah dilengkapi fasilitas perpus­takaan, tapi tidak sedikit yang belum memilikinya.

      Kondisi tersebut bisa menjadi potret, menggambarkan kenya-taan yang ada, tapi juga sekaligus menjadi cermin. Lihat saja, betapa anak dldik itu antusias membolak-balik buku bacaan, di perpustakaan sekolah maupun di perpustakaan keliling. Tapi kondisi ini pun dapat menjadi kaca bening, wadah untuk mempercantik diri, melakukari pembenahan.

      Direktur Pendidikan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar (TK/SD), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Mudjito tidak menutup mata melihat kenyataan tersebut. Dia mengakui, memang masih banyak SD yang belum dilengkapi perpustakaan dan sarana pendukung proses pembelajaran lainnya, seperti komputer. Tapi, bukan berarti dia hanya berpangku tangan dengan kea-daan itu. "Kita sedang melakukan pembenahan, mendorong sekolah memiliki perpustakaan," tutur-nya. Pembenahan dilakukan, bersamaan dengan rehabilitasi bangunan sekolah yang banyak mengalami kerusakan, antara lain karena bangunan sekolah yang termakan usia.

      Mudjito mengungkapkan, sekitar 20 ribu SD inti yang ada, semua telah memiliki perpustakaan. Jumlah ini, memang masih kecil, jauh lebih kecil dibandingkan dengan sekitar 170 ribu SD di seluruh Indonesia. Tapi, kata dia, itu baru sekolah inti. Masih ba­nyak sekolah lain yang juga sudah memiliki fasilitas perpustakaan, sebagaimana halnya sekolah inti.

      Menurut Mudjito, sejak program rehabilitasi sekolah dicanangkan, 2004, sekolah penerima bantuan dana alokasi khusus (DAK) itu tidak menggunakan sepenuhnya dana yang diberikan untuk reha­bilitasi gedung. "Kita minta 40 persen untuk membangun perpus­takaan sekolah," ucapnya.

      Ini belum termasuk SD di 80 kabupaten/kota yang memperoleh bantuan tapi tidak ada sekolah yang perlu direhabilitasi di dae-rah itu. Belum lagi APBNP (anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan) 2006 untuk 1.000 sekolah, semuanya difokuskan buat perpustakaan. Praktis, hingga 2007, diperkirakan ada 54.180 SD sudah memiliki pepus-takaan. "Target kamia, akhir 2008 sekitar 30 persen SD punya per­pustakaan," Mudjito menuturkan. Setelah 2008, tambah Mudjito, program rehabilitasi gedung seko­lah sudah dinyatakan selesai. Praktis, setelah itu, semua sekolah diarahkan untuk melengkapi fasilitas pendukung proses belajar, termasuk melengkapi sarana per­pustakaan.

      Di era itu, sekolah-sekolah diharapkan berpacu meningkatkan mutu, tak hanya dengan menyedia-kan perpustakaan, tapi juga me­lengkapi sarana penunjang lain­nya. Misalnya, anak didik dide-katkan dengan teknologi informasi seperti komputer, dan semacam. Dalam bahasa Mudjito, "Itulah era masyarakat belajar." Era Ryan dan kawan-kawan yang bersekolah di kawasan Tangerang dan anak didik yang belajar di sebuah lembaga pendidikan di bilangan Jakarta Selatan, akan ceria menikmati bahan bacaan yang menyenangkan di perpustakaan sekolah. Mereka pun bisa sepeti Adi, duduk tenang di perpus­takaan, menikmati bacaan yang menyenangkan. burhanuddin belia


      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Saturday, 03 March 2012 09:20  

      Items details

      • Hits: 2133 clicks
      • Average hits: 23.2 clicks / month
      • Number of words: 6351
      • Number of characters: 56659
      • Created 7 years and 8 months ago at Saturday, 03 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 8 months ago at Saturday, 03 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 61
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125187
      DSCF8803.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC