.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Benarkah Budaya Baca Masyarakat Kita Rendah?
      Page 2
      All Pages

      Benarkah Budaya Baca Masyarakat Kita Rendah? 

      Oleh

      I Made Merta

      Terlalu ekstrem dan berlebih-lebihan apabila memvonis bahwa masyarakat Indonesia berbudaya baca rendah tanpa melihat realitas kehidupan masyarakat serta implementasi kebijakan pemerintah yang telah digariskan. Membaca merupakan keharusan untuk membentuk masyarakat belajar (learning society). Namun, seberapa besarkah niat dan kesungguhan pemerintah sebagai pemegang kebijakan untuk mewujudkan masyarakat pembaca? Kebijakan yang semu akan menyebabkan semakin merosotnya kualitas bangsa. Apalagi sikap apatis dari sebagian masyarakat terhadap budaya ke arah masyarakat pembaca ini, perlu dirombak secara bertahap dan berkesinambungan. Untuk itu, harus ada rencana dan strategi jelas, tegas dan matang yang harus dipersiapkan pemerintah dengan melibatkan segenap komponen.

      Sektor pendidikan selama ini terkesan belum mendapat proporsi yang ideal. Padahal, sektor ini memegang tugas berat yang banyak menentukan berkualitas tidaknya sumber daya manusia (SDM) bangsa Indonesia.

      Melihat persentase dana yang dianggarkan untuk sektor ini, ironis memang. Kecilnya dana pendidikan (selama puluhan tahun-kurang dari 20%) menyebabkan sektor pendidikan tersendat-sendat. Belum lagi dana tersebut untuk memperbaiki ratusan sekolah (Bali-red) yang rusak berat yang segera harus mendapat penanganan. Buku-buku yang menjadi sumber utama belajar bagi siswa jumlahnya amat terbatas. Kondisi sekolah-sekolah di Bali Timur, misalnya, cukup memprihatinkan. Sebuah buku pelajaran harus diperebutkan oleh tiga orang anak.

      Perpustakaan sekolah sebagai pilar utama membangun dan mengasah minat anak untuk mencintai buku belum banyak bisa diharapkan. Tidak sedikit orang mengandaikan perpustakaan sekolah bagai kerakap tumbuh di atas batu, hidup segan mati pun tak mau. Ungkapan ini cukup beralasan karena jumlah koleksi perpustakaan sekolah menoton dari tahun ke tahun.

      Dalam kondisi seperti itu terlalu sulit untuk menjaring siswa datang dan membaca di perpustakaan. Padahal, anak/remaja usia 9-15 tahun merupakan usia produktif untuk membentuk kebiasaan membaca dan mencintai bahan-bahan bacaan. Demikian pula, guru yang menjadi tangan kanan pemerintah dalam upaya mencerdaskan bangsa belum bisa berbuat optimal. Hal ini disebabkan oleh kecilnya nafkah yang diterima untuk dapat disebut hidup layak. Kalau hal ini tidak segera ditangani, akan berdampak pada segala aspek pembangunan.

      Kualitas dan Animo Membaca

      Sebagai referensi, tidak berlebihan menengok dan mencari perbandingan dengan negara yang telah memiliki budaya membaca yang cukup tinggi. Malaysia, misalnya, merupakan salah satu negara di kawasan ASEAN yang memiliki SDM berkualitas karena tingginya animo untuk membaca. Singgih Prayogo, staf Bidang Pengembangan Naskah Bahasa, Pengetahuan Sosial, dan Budaya pada Pusat Perbukuan, yang pernah melakukan Training of Trainers for Texbook Writers di Malaysia (1999), dalam sebuah tulisannya berjudul ''Minat Baca di Negeri Jiran'' antara lain menyebutkan hal-hal berikut ini.

      Pertama, secara substansial dan visual, minat baca masyarakat Malaysia tinggi karena kepedulian penuh pemerintah Malaysia dalam meningkatkan SDM. Ada lima prinsip yang diterapkan Malaysia untuk meningkatkan minat baca, yaitu knowledge minded (cinta pengetahuan), inovating minded (cinta perubahan), reflektif, kreatif, dan proaktif. Tidaklah aneh jika produksi buku di Malaysia meningkat dari tahun ke tahun. Pada sisi lain, Malaysia berani memproklamasikan diri sebagai salah satu negara ASEAN yang memiliki SDM paling berkualitas di kawasan ini.

      Kedua, ada beberapa unsur yang menggerakkan siswa di Malaysia untuk gemar membaca. Antara lain adalah mengkampanyekan bahwa kualitas suatu bangsa banyak ditentukan dari kegemaran membaca warga negaranya melalui media televisi, radio, surat kabar, majalah, leaflet, buletin, dan brosur yang relevan. Tidak aneh kalau kemudian hampir setiap saat di Malaysia banyak diselenggarakan kuis dan sayembara. Hadiahnya pun mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah bagi setiap pemenang untuk merangsang minat baca.

      Ketiga, dari segi penerbitan dan pencetakan buku, kriteria utamanya adalah buku yang mampu menggugah dan meningkatkan kegemaran membaca. Menurut versi pemerintah Malaysia, topiknya harus selalu aktual termasuk untuk buku-buku pelajaran. Buku yang diterbitkan tidak hanya berkualitas secara substansial keilmuan, tetapi juga menarik secara visual. Profesionalisme penulis buku pelajaran amat ditekankan. Profesionalisasi yang dicanangkan sebagai langkah antisipasi pasar kesejagatan (globalisasi).

      Keempat, dalam bidang perpustakaan ada hal-hal menarik yang bisa dipetik, antara lain: (1) Manajerial dan pengembangan perpustakaan dilakukan secara profesional, (2) Penambahan judul buku terus-menerus untuk memenuhi segala kebutuhan peminjam, (3) Memiliki infrastruktur penunjang seperti internet, intranet, dan katalog yang lengkap, serta sarana pendukung lain.

      Dengan geliat yang aktual, inovatif, dan variatif, tidaklah mengherankan jika Malaysia benar-benar berjaya dalam pengembangan sumber daya manusia. Potensi SDM Indonesia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan negara Malaysia. Bahkan, tidak kalah juga dengan negara-negara maju yang menjadi pusat peradaban dunia.



      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 2344 clicks
      • Average hits: 18.6 clicks / month
      • Number of words: 1231
      • Number of characters: 9860
      • Created 11 years and 6 months ago at Thursday, 04 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 195
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9126842
      DSCF8754.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC