.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Minat Baca
E-mail

Pikiran Rakyat

Menyoal Kembali BHP

Oleh EKODHANTO PUKBA


SEJAK Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) ditetapkan 17 Desember 2009, jontoversi ataupun gelombang aenolakan masih terus bergejolak, baik pada tubuh mahasiswa, maupun pada praktisi-praktisi yang menyatakan peduli akan pendidikan Indonesia.Yang menjadi pertanyaan adalah, hal-hal atau faktor-faktor apa yang menyebabkan penolakan tersebut?


Pendidikan yang berkualitas memang mahal. Atas mahalnya itulah, pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat memberikan pendidikan, memberikan pencerdasan pada rakyat melalui pendidikan, bukan malah membebankan pen­didikan atau memasukkan pen­didikan dalam sektor jasa sektor yang dapat diperjualbelikan. Kenyataan yang terjadi hari ini justru sebaliknya, pendi­dikan semakin mahal, dan seolah-olah yang terlihat adalah pemerintah tidak mampu membiayai pendidikan.

Tidak ada kata lain untuk ti­dak bisa karena semuanya telah diatur dalam UUD 1945 dan rakyat telah menunaikan untuk membayar pajak. Lantas hak atas pendi­dikan seharusnya telah didapat. Kita tentu mengetahui bahkan telah melihat seberapa luas dan kaya bumi pertiwi ini. Maka suatu hal yang mustahil jika bangsa ini tidak dapat memberikan fasilitas pendidikan seca-ra layak dan berkualitas pada rakyatnya.

Last Updated on Saturday, 03 March 2012 10:26 Read more...
 
E-mail

KOMPAS 16 JUNI 2009

Menyentuh Para Tahanan dengan Buku

Senin (15/6) siang di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, panas sungguh terik Meski demikian, ratusan tahanan dan narapidana di balik pagar besi tampak antusias menyaksikan "pemandangan baru". Di gazebo 'Lapas, Mm ada Perpustakaan Kompas Gramedia, yang siang itu diresmikan H Muhammad Sueb, Direktur Bina Bimbingan Kema-syarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Departemen Hukum dan HAM.

"Keberadaan perpustakaan, yang buku-buku dan raknya me-rupakan sumbangan Kompas Gramedia ini sangat berarti dalam pembinaan. Adanya perpus­takaan ini di luar angan-angan, di luar pikiran," kata Sueb.

Perpustakaan itu mengambil luas sepertiga luas gazebo, sekitar 6 x 10 meter persegi. Menurut Kepala Lapas Kelas I Cipinang Haviluddin, Kompas Gramedia menyumbangkan 1.200 eksemplar buku tentang berbagai hal dan 20 rak buku untuk perpustakaan ita.

"Kompas Gramedia akan berlanjut setiap bulan memberi bantuan buku dan juga memberikan pelatihan penataan per­pustakaan untuk para binaan dan petugas," ujarnya.

Last Updated on Saturday, 03 March 2012 10:18 Read more...
 
E-mail

PIKIRAN RAKYAT 29 MEI 2011

Menumbuhkan Spirit Budaya Baca

 

SELASA (24/5) ada peristiwa istimewa di Jawa Barat. Dalam rangka memperingati Hari Perpustakaan dan Kearsipan, Gubernur Jawa Barat mem-berikan penghargaan kepada tiga belas orang yang berjasa dalam mengembangkan dan melestarikan perpustakaan di Jawa Barat. Mereka berasal dari kalangan birokrasi, media massa, tokoh masyarakat, pengelola perpustakaan sekolah, hingga pengelola perpustakaan berbasis komunitas.

Penghargaan ini tentu saja bukan per-soalan prestise, tetapi merupakan motivasi bagi para penerima untuk senantiasa konsisten dalam meningkatkan minat baca masyarakat Jawa Barat. Secara umum, apa yang menjadi komitmen gubernur kali ini juga merupakan stimulus bagi masyarakat Jabar untuk senantiasa berkontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam bidang minat baca.

Program ini juga semakin signifikan di tengah kondisi masyarakat yang menurut berbagai riset akademis masih rendah mi­nat bacanya. Bahkan kondisi ini disinyalir hampir tidak bergeser dari tahun ke tahun. Kompleksitas persoalan pada aspek budaya baca menyebabkan minimnya pengem­bangan baik secara kualitatif maupun kuantitatif perpustakaan yang ada di negara ini.. Rata-rata pendidikan rendah, kurangnya bahan bacaan, minimnya partisipasi masyarakat, hingga kurangnya perhatian pengambil kebijakan. Perpustakaan memang ruang yang garing jika dilihat dari aspek materi, tetapi sangat vital dari aspek pengembangan peradaban manusia.

Last Updated on Saturday, 03 March 2012 10:05 Read more...
 
E-mail

Menumbuhkan Minat Baca Di kupang

SAAT ini jarang bertemu siswa atau masyarakat duduk berjam-jam sambil membaca di perpustakaan. Kalaupun ada, orang yang berada di perpustakaan itu lebih banyak mencatat, dan didominasi mahasiswa atau pelajar yang sedang menyelesaikan tugas. Banyak ruang perpustakaan sepi pengunjung karena mahasiswanya memilih duduk-duduk di halaman kampus. Tetapi menjelang ujian akhir, ruang perpustakaan seakan tak mampu menampung mahasiswa yang berjubel. Ketika ujian usai, ruang perpustakaan itu pun kembali sepi. Pada talkshow menumbuhkan minat baca yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/8), Sastrawan Taufik Ismail menyodorkan sebuah angka minat baca di kalangan siswa sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Indonesia.

Taufik Ismail mengatakan persentase kewajiban membaca buku bagi siswa sekolah menengah atas (SLTA) pada 1950 belum berubah sampai 2006, yakni tetap nol persen.

"Jadi, sudan 56 tahun ini kita adalah generasi nol buku," kata Taufik Ismail dalam ar?ra yang juga dihadiri Duta Baca Indonesia 2006 Tantowi Yahya.

Last Updated on Saturday, 03 March 2012 09:51 Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 27

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,788
  • Sedang Online 128
  • Anggota Terakhir Robertrab

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9091400
DSCF8790.jpg

Kalender & Agenda

November 2018
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC