.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      STRATEGI INDUK KAMPANYE NASIONAL " INDONESIA MEMBACA "
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      All Pages

      Enam, masalah minat baca. Masalah minat baca bangsa Indonesia sering dikatakan belum ada minat baca. Padahal jumlah anak didik usia SD – Universitas ada 78.203.400 anak/pelajar, diluar anak usia dini sebanyak 26.172.76 anak. Bukankah mereka sudah mempergunakan Buku di seluruh jenjang pendidikannya?. Mustahil mereka tidak membaca buku. Yang mungkin adalah sebagian besar dari para pelajar itu, lebih membaca buku pelajaran ketimbang buku bacaan dan buku-buku pengetahuan umum lainnya. Artinya kebiasaan membaca buku bacaan harus ditumbuhkan, agar budaya baca bisa tumbuh dikalangan para pelajar Indonesia.

      Minat Baca sering dikaitkan kepada harga buku yang dianggap tinggi?. Padahal kalau kita perhatikan harga buku-buku di Indonesia jauh lebih murah dibanding negara-negara lainnya termasuk negara tetangga kita Malaysia. Kalau begitu adalah buku belum dianggap sebagai "bahan pokok yang ke 10" yang diperlukan dalam mengisi arti kehidupan?. Atau daya beli masyarakat yang tidak ada, karena mereka berpenghasilan rendah. Jangankan untuk membeli buku, untuk mengatasi kebutuhan hidup yang utama (sandang, papan, dan pangan) saja belum mencukupi.

      Minat Baca sering dikaitkan dengan mutu buku. Padahal buku-buku terjemahan, buku-buku berbahasa asing pun saat ini telah banyak beredar di Indonesia. Kalau dulu memang penerbitan buku di Indonesia hanya 5.000 judul per tahun, tapi saat sekarang ini telah hampir 10.000 judul per tahun.

      Kita menyadari bahwa kurikulum kita sudah sarat dengan berbagai mata pelajaran. Tapi mengapa Departemen Pendidikan tidak mewajibkan kepada "murid" untuk membaca satu buku saja dalam satu minggu, dan si murid diminta untuk menuliskan sinopsis dari buku yang dibacanya. Hal ini dilakukan di Malaysia beberapa tahun lalu, sehingga satu anak dalam satu tahun harus membaca 54 buku bacaan. Akibatnya bukan mustahil penulis remaja akan tumbuh dimasa yang akan datang.

      Ketujuh, permasalahan penerbit buku di Indonesia. Penerbit menghadapi kesulitan penjualan. Oplag sebuah buku untuk mencapai "break event" adalah 3.000 exemplar untuk hitam putih, dan 5.000 exemplar untuk buku-buku berwarna. Sementara penerbit menghadapi kendala dalam hal menjual bukunya. Hanya beberapa judul buku yang laris dijual per tahun lebih dari 3.000 exemplar, sementara , sering terjadi menjual 1.000 buku saja per tahun belum tentu laku.

      Penerbit menghadapi kesulitan permodalan. Pada saat ini penerbit tidak bisa menjaminkan stok buku sebagai agunan bila penerbit meminjam ke bank. Perhatian dari pihak bank untuk membrikan kredit tanpa agunan belum ada. Kita mendengar ada UKM (Usaha Kecil Menengah), yang konon pemerintah meminta pihak bank agar pinjaman lunak tanpa agunan dapat diberlakukan. Tapi apakah penerbit bisa mendapat kesempatan?. Pemberian kredit kepada penerbit, bukan berdasarkan SPK (Surat Perintah Kerja) dari pemerintah, karena penerbit menjual buku langsung ke konsumen lewat toko buku.

      Untuk memperkenalkan buku kepada masyarakat adalah melalui toko buku, sementara di Indonesia hanya di ibu-kota propinsi yang ada toko buku yang besar, sementara di kabupaten/kota apalagi di kecamatan belum ada toko buku. Bagaimana masyarakat dapat mengetahui informasi buku baru dan bisa membeli buku.

      Jarak yang jauh dari Jakarta sebagai pusat buku pada seluruh propinsi, membuat harga ongkos kirim sangat tinggi, berujung harga buku di luar propinsi lebih mahal.

      Pemerintah membeli buku bacaan sekali setahun itupun tidak semua judul buku yang dibeli, sementara hampir setiap hari judul buku baru terbit dari berbagai penerbit. Artinya agar masyarakat tidak ketinggalan untuk mendapatkan buku baru, apakah tidak sebaiknya pembelian buku oleh pemerintah dilakukan dua atau tiga kali dalam setahun?.

      Kedelapan, masalah pameran buku. Pameran buku adalah salah satu cara mendekatkan buku kepada masyarakat. IKAPI Pusat dan IKAPI Jaya menyelenggarakan pameran buku empat atau lima kali setahun di Jakarta. Sementara di Bandung satu kali setahun, di Surabaya satu kali setahun.  

      Indonesia yang terdiri dari 32 propinsi, 470 kabupaten, di luar ketiga kota tersebut hampir dipastikan tidak pernah menyelenggarakan pameran buku. Bagaimana masyarakat akan tertarik untuk membaca buku, untuk mengetahui buku baru saja mereka tidak pernah tahu. 

      Luasnya daerah yang harus dijangkau. Tidak adanya tempat luas untuk berpameran. Tidak adanya tenaga ahli untuk menyelenggarakan pameran. Semua itu telah membuat minat baca bangsa Indonesia diurutan terbawah dari deretan bangsa-­bangsa dunia.  

      Penduduk Indonesia yang 220 juta jiwa tersebar di 32 propinsi, 470 Kabupaten/Kota, 4.000 Kecamatan, dan 70.000 desa, adalah warga masyarakat yang harus dipacu kecerdasannya, untuk dapat ditingkatkan kualitas kehidupannya, agar dapat bersaing di era globalisasi dan mampu mencapai target dalam Millenium Development Goal 2015, menjadi bangsa yang diperhitungkan oleh bangsa-bangsa di dunia.



      Comments
      Budi Purnomo  - Pendiri/Mantan Ketua Umum     |2009-08-13 21:41:35
      Salam,
      Dari dari Jaringan Epistoholik Jakarta (JEJAK) atau Komunitas Penulis
      Surat Pembaca, ingin berpartisipasi dalam kegiatan Kampanye Nasional Indonesia
      Membaca. Adapun partisipasi yang dapat kami lakukan adalah dengan melakukan
      sosialisasi kampanye tersebut melalui Surat Pembaca di berbagai media
      cetak.
      Demikianlah harapan kami, mudah-mudahan kegiatan yang dilakukan sukses
      selalu.(Budi Purnomo, HP/SMS : 081388277788).
      suryadi  - harapan     |2010-04-15 14:40:59
      mudah-mudahan bukan sekedar slogan..... yang terpenting langkah nyata......
      di
      sekolah dasar sangat menanti uluran tangan, gagasan n langkah nyata para inohong
      untuk tingkatkan budaya baca.
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 123331 clicks
      • Average hits: 978.8 clicks / month
      • Number of words: 6418
      • Number of characters: 50222
      • Created 11 years and 6 months ago at Thursday, 04 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 123
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127194
      Dialog_Peradaban.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC