.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      KOMPAS 11 September 2008

       

      Mengelola Anak Cerdas Indonesia

      Oleh KI SUPRIYOKO

      Khusus untuk anak-anak kita yang berprestasi cemerlang, yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara dengan meraih medali emas dalam olimpiade berbagai cabang ilmu pengetahuan tingkat internasio­nal, pemerintah akan memberikan beasiswa.Beasiswa itu dimaksudkan me-nuntut ilmu di universitas mana pun di seluruh dunia sampai mencapai gelar doktor.Kita patut bersyukur, pada tahun 2007 kontingen Indonesia berhasil memperoleh 51 medali emas dari berbagai olimpiade sains internasional. Suatu prestasi yang cemerlang dan membanggakan.

      Kalimat itu secara eksplisit dinyatakan Presiden; Yudhoyorio saat menyampaikan pidato kenegaraan dan keterangan peme­rintah atas rancangan undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2009 beserta nota keuangan pada 15 Agustus 2008.

      Apabila dicermati secara teliti dalam sejarah pidato kenegaraan presiden RI, pengakuan terhadap prestasi internasional anak cerdas Indonesia baru pertama kali terjadi. Apalagi menghadirkan anak-anak cerdas pada acara resmi pidato kenegaraan juga belum pernah dilakukan selama ini, terkecuali pada momentum 15 Agus­tus 2008.

       

      Kaya anak cerdas

      Jika diukur dengan pencapaian medali dalam momentum olim­piade internasional, sebenarnya Mta memiliki banyak anak cerdas. Kita selalu mampu meraih me­dali emas, perak, atau perunggu dalam setiap momentum, seperti International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), Inter­national Biology Olympiad (IBO), International Chemistry Olym­piad (IChO), dan International ^Astronomy Olympiad (IAO). Peraihan medali oleh anak In donesia ternyata cukup merata; dari SD, SMP, hingga SMA.

      Di satuan SD, anak kita berhasil menghammkan nama bangsa dalam fo­rum Primary Mathe­matics World Contest (PMWQ 2006 di Hongkong. Dalam forum ini anak Indonesia, Jennifer Santosa, meraih medali emas selain mendapat predikat Honour for In­dividual Performance. Anak Indonesia lainnya, Ivan Wangsa, meraih me­dali perunggu dan pre­dikat Third Class Honour for Individual Performan­ce.

      Pada satuan SMP anak-anak berjaya dalam forum The 2nd Interna­tional Junior Science Olympiad 0JSO) yang di­selenggarakan di Yogyakarta-Indonesia pada 5-13 Desember 2005, Di dalam forum ini anak-anak ber­hasil meraih enam medali emas, empat medali pe­rak, dan dua medali pe­runggu. Momentum yang diikuti ratusan siswa dari 34 negara itu salah satu anggota delegasi Indonesia, Yoshua Mi­chael Maranatha, berhasil meraih trofi Absolute Winner (pemenang sejati) setelah mendapat nilai tertinggi dan keluar sebagai The Best Theory.

      Apakah prestasi itu diraih karena penyelenggaraannya di "kampung" sendiri? Tidak! Ketika IJSO ke-3 diselenggarakan pada 3-12 Desember 2006 di Sao Paulo, Brasilia, pun, anak Indo­nesia kembali berjaya. Kita ber­hasil menyabet dua medali emas atas nama Kevin Nangoi dan Fernaldo Richtiar Winnerdy; tiga medali perak atas nama Aga Krisnandha, Kevin Soejatmiko, dan Ivana Polim; serta satu medali perunggu atas nama Rais Bachtiar.

      Bagaimana, dengan satuan SMA? Pada satuan ini pun, banyak siswa Indonesia berjaya. Ketika diselenggarakan Internatio­nal Physics Olympiad (IPhO) pada 8-17 Juli 2006 di Singapura, para siswa berhasil mengumpulkan empat emas atas nama Jo­nathan Pradana Mailoa, Pangus Ho, Irwan Ade Putra, dan Andy Octavian Latief; serta satu medali perak atas nama Firmansyah Kasim. Pada forum yang diikuti 386 peserta dari 84 negara ini delegasi Indonesia berhasil menjadi juara umum. Wajar jika anak-anak pengharum nama bangsa ini begitu tiba di Tanah Air langsung diterima Presiden Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan beberapa mentefi.

      Prestasi bagus itu juga terjadi di forum olimpiade lain, misalnya dalam International Astronomy Olympiad (IAO), 29 September-7 Oktober 2007 di Simeiz, Ukraina. Pada acara itu, anak Indonesia berjaya atas nama Zefrizal Nanda Mardani (emas), Veena Salim (perunggu), dan Anas Maulidi Utama (perunggu).

      Dalam International Mathe­matical Olympiad (IMO), 10-22 Juli 2008 di Madrid, Spanyol, anak Indonesia berjaya atas nama Andreas Dwi Maryanto Gunawan (pe­rak), Aldrian Obaja Muis (perunggu), dan Fahmi Fuady (perunggu).

      "Reward" yang tepat

      Terlepas dari sejauh mana representativitasnya terhadap anak Indo­nesia umumnya, yang   jelas   kita merniliki

      anak-anak cerdas yang terbukti ber­hasil mengharumkan bangsa  Indonesia  Janji , Presiden Yudhoyono un-tuk memberikan beasiswa kepada mereka guna menuntut ilmu di universitas mana pun di seluruh dunia sampai mencapai gelar doktor merupakan re­ward yang tepat.

      Kita harus jujur, hingga kini pendidikan tinggi merupakan sesuatu yang "mahal" bagi kebanyakan rakyat Indonesia, apalagi sampai strata S-3 alias doktor. Mengambil prog­ram doktor di luar negeri, apalagi di perguraan ting­gi berkelas internasional (world class university), merupakan impian yang hampir tidak mungkin diwujudkan.

      Meski pemberian beasiswa ke­pada anak-anak cerdas itu amat tepat, tetapi harus disertai ikatan, berupa. kesanggupan untuk mengamalkan ilmu yang diperolehnya bagi kemajuan bangsa Indonesia. Hal ini untuk mengantisipasi jangan sampai setelah selesai pendidikan doktor kelak, anak-anak itu "melarikan" diri, menjual kecerdasan dan ilmu yang diperolehnya bagi kepentingan bangsa lain.

      Kita bangga memiliki anak-anak cerdas Indonesia. Namun, kebanggaan ini perlu didukung sistem pengelolaan yang profesional, baik untuk kepentingan anak-anak cerdas itu sendiri maupun bangsa

      KI SUPRIYOKO

      Sekretaris Komisi Nasional

      (Komnas) Pendidikan Indonesia

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:35  

      Items details

      • Hits: 1275 clicks
      • Average hits: 15.7 clicks / month
      • Number of words: 1515
      • Number of characters: 12021
      • Created 6 years and 9 months ago at Friday, 24 February 2012 by Administrator
      • Modified 5 years and 6 months ago at Thursday, 30 May 2013 by Suherman

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 141
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091307
      DSCF8754.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC