.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      KOMPAS, 21 MEI 2008

       

      Manatap Masa Depan Bangsa

       

      Oleh YASRAF AMIR PILIANG

      Setelah larut dalam kontemplasi peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional yang retrospektif, ada baiknya komponen bangsa ini hening dalam refleksi meneropong tantangan masa depan bangsa yang prospektif. Melalui renungan visioner, diharapkan dapat ditemukan sebuah landasan untuk meletakkan visi dan makna baru negara dan bangsa ke depan. Masa depan harus direbut secara proaktif, bukan dinantikan secara reaktif.

      Negara dan bangsa ini lemah dalam "mendesain" skenario ma­sa depan: ketakmampuan antisipasi aneka bencana rutin (banjir, kekeringan, kebakaran hutan), kepanikan atas aneka kelangkaan sumber daya (bahan bakar, bahan pokok, bahan industri), ketak­mampuan antisipasi pertumbuhan tekno-sosial (akumulasi kendaraan bermotor, pemadatan lalu lintas, polusi), kegamangan menghadapi ekses abad informasi (cyberporn, cybercrime).

      Tantangan virtualitas

      Tantangan 100 tahun ke depan tentu tak sama dengan tantangan 100 tahun lalu. Peralihan dari keterpusatan menuju ketakberpusatan (decentering), dari kesatuan menuju kesalingbergantungan, dari kekuatan institusi menuju kekuatan jejaring, dari batasan realitas menuju virtuali­tas, adalah di antara tanda-tanda masa depan yang tak dapat diabaikan. Peralihan itu menuntut pemikiran-pemikiran baru kebangsaan dan kenegaraan.

       

      Perkembangan "abad virtual" telah memengaruhi wacana sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan anak bangsa, yang kini berlangsung di dalam ruang-ruang "virtual", dengan defmisi, sifat, dan logika yang baru. Melalui migrasi aneka aktivitas sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan ke dalam "ruang-ruang virtual", beralih pula ruang publik konvensional menjadi "ruang publik virtual" (virtual public sphere), yang di dalamnya realitas politik dibingkai, pandangan mo­ral dibangun, ukuran nilai (value) diciptakan, bakuan kebajikan (virtue) disusun, aneka pertukaran dan transaksi dimediasi, aneka komunikasi dimediasi, dan aneka kebebasan dimanifestasikan.

      Multiplisitas jejaring

      Di dalam abad virtual itu, "mesin negara" (state machine) ditantang oleh mesin-mesin lain, yang mampu menghimpun, menghubungkan, dan menggerakkan elemen-elemen organik, fisikal, teritorial, institusional, struktural, dan simbolik, dengan organisasi lebih dinamis, struktur lebih kompleks, dan pengaturan lebih lentur. Inilah aneka "mesin je­jaring", yang bekerja melampaui kedaulatan negara-bangsa: ja-ringan internet, teroris, narkoba, hiburan, dan subkultur.

      Negara-bangsa kini digerogoti oleh aneka "sistem dinamik", dengan perilaku "turbulen", yang tak kuasa dikendalikan oleh negara-bangsa: perkembangan sosial yang tidak dapat diperkirakan, pergerakan arus modal yang tidak dapat diprediksi, pergerak­an informasi yang tak diketahui arahnya, dinamika kriminalitas jejaring yang tak terdeteksi, dan pergerakan ideologi yang tak terbaca.

      Demokrasi di masa depan digerogoti oleh aneka mesin jeja­ring, yang tak lagi bertumpu pada "kekuasaan orang", baik kekuasaan seorang (otokrasi), beberapa orang (aristokrasi), maupun "rakyat" (demokrasi) melainkan pada "daulat jaringan" itu sendiri. Ada peralihan dari model pengaturan "totalitas" ke arah "multiplisitas jejaring" (multiplicity), yang di dalamnya peran negara-bangsa lebih bersifat "simbolik" karena kedaulatan nyata dipegang oleh aneka jejaring (Hardt dan Negri, Multitude, 2005).

      Kedaulatan netokrasi

      Pada tingkat sosial, terjadi per­alihan dari masyarakat inti (core society) ke arah "masyarakat jejaring" (network society), yang multiplisitas relasinya melampaui kekuatan negara-bangsa dan menciptakan aneka "kekuatan ja­ringan" (netocracy). Perkembang­an "masyarakat jejaring" ini mengubah secara fundamental pandangan konvensional tentang masyarakat, rakyat, dan warga di dalam sistem demokrasi. Dengan melemahnya kedau­latan negara-bangsa, melemah pula "kedaulatan rakyat" itu sen­diri di dalam sistem demokrasi, karena di dalam aneka jejaring virtual kekuatan "rakyat" (people) diubah menjadi kekuatan "war­ga" (citizen) dalam definisi baru, yaitu individu-individu bebas yang "menavigasi dirinya sendiri" di dalam jaringan, tanpa perlu mengikatkan diri pada kekuatan "rakyat" sebagai kesatuan. Ke­kuatan rakyat nanti bersaing dengan kekuatan "warga jejaring" (network citizen).

      Ada kegamangan bangsa ini masuk ke wilayah masa depan yang tampak tak ramah itu. Akan tetapi, tanda-tanda masa depan itu sudah ada di dalam tubuh bangsa ini. Mungkin, aneka bisikan masa lalu, panggilan primitif, suara purba, ruh adat, nyanyian mitos, atau ikatan kepercayaan yang menjadikan bangsa ini gamang menghadapi masa depan penuh enigma, ketakpastian, dan turbulensi itu. Akan tetapi, tak ada jalan menghindar dari genderang masa depan itu.

      Bangsa ini harus ikut di dalam "kafilah masa depan" itu dengan menerima tantangannya. Jangan hanya disibukkan oleh ruang ma­sa lalu, dengan memolesnya seperti sebuah porselen antik, sambil membiarkan kafilah masa depan itu berlalu. Tanpa perlu kehilangan ruh masa lalu, bangsa ini harus ambil bagian dalam kafilah kebangkitan masa depan itu ka­rena kuku jejaringnya sebagian telah menancap di dalam diri, masyarakat, dan tubuh bangsa ini.

      YASRAF AMIR PILIANG

      Ketua Forum Studi Kebudayaan

      (FSK) FSRD, Institut Teknologi Bandung

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Friday, 24 February 2012 09:52  

      Items details

      • Hits: 863 clicks
      • Average hits: 10.7 clicks / month
      • Number of words: 1608
      • Number of characters: 13075
      • Created 6 years and 9 months ago at Thursday, 23 February 2012 by Administrator
      • Modified 6 years and 9 months ago at Friday, 24 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 89
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091241
      DSCF8798.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC