.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Literasi Informasi
E-mail

KOMPAS, RABU, 17 JUNI 2009

Kaum Intelektual Kita


Gelar akademik tidak serta-merta membuat seseorang menjadi anggota masyarakat cendekiawan. Kaum cendekiawan muncul dari tradisi pencarian ilmu yang terus-menerus melalui proses membaca. Terlalu banyak orangyang tamat dari perguruan tinggi kemudian me-lepaskan diri dari dunia baca-membacakarenaketikadi bangku kuliah yang bersangkutan beranggapan bahwa membaca buku adalah "tugas" yang menjemukan dan melelahkan.

Tugas-tugas akhir dalam bentuk makalah dan skripsi dianggap beban yang terpaksa dikerjakan dan begitu selesai sidang beban itu pun lepas dari pundaknya. Merdekalah jadinya. Mereka merdeka dari tugas membaca dan menulis.

Paling sedikit ada tiga hal yang menjadi hambatan dalam proses intelektualisasi di tengah masyarakat kita, yaitu rendahnya ke-mampuan membaca, kurangnya tradisi menulis karya ilmiah, dan kurang memadainya penguasaan kosakata ilmiah atau ketidaktahuan menempatkannya.

Keterbacaan dan kemelutnya

Masyarakat tradisional kita lazimnya mahir dalam budaya lisan. Kemampuan berbicara secara li­san (verbal) sangat dihargai di te­ngah masyarakat. Semakin lincah seseorang mengucapkan pantun, semakin tinggi apresiasi lingkung-annya. Hanya sedikit warisan intelektual leluhur dalam bentuk tulisan. Zaman berubah dan peradaban pun semakin maju berkat penemuan-penemuan baru di bidang teknologi.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:23 Read more...
 
E-mail

Kampanyekan Budaya Literasi

Kompas-Gramedia Fair Diadakan 28 November-2 Desember

BANDUNG, KOMPAS - Budaya literasi merupakaninti da­ri terciptanya masyarakat berbasis pengetahuan. Faktor inilah yang berikutnya menjadi pilar ketangguhan peradaban negara.

Oleh karena itu, kampanye membaca harus terus dikembangkan. Ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga seluruh komponen bangsa, termasuk kalangan swasta

Hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya pameran buku dan media Kompas- Gramedia Fair 2007 yang diadakan Kelompok Kompas-Gramedia, 28 November-2 Desember 2007 di Sasana Buda­ya Ganesha Institut Teknologi Bandung. Menurut Ketua Panitia Kompas Gramedia Fair 2007 Arinto Nugroho, Selasa (20/11), kegiatan ini juga dilaksanakan serentak dan bertahap di sejumlah kota besar lain di Indonesia.

Menurut Arinto, kegiatan rutin tahunan ini tetap menyimpan satu misi besar, yaitu kampanye budaya literasi di masyarakat Namun, tahun ini, ifokusnya sedikit berbeda Tahun 2007 ini, tema keluarga menjadi warna umum Kompas-Gramedia Fair. Keluarga merupakan lembaga terpenting dan terdekat dalam upaya me-numbuhkan minat baca kepada anak

"Dan yang paling berperan terutama adalah ibu. Mereka umum-nya sahgat dekat membimbing anak Untuk itu, kegiatan di Kom­pas Gramedia Fair banyak yang ditujukan kepada kaum ibu dan anak, misalnya lomba membaca Ini kurangbaikbagi anak," ujarnya.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:22 Read more...
 
E-mail

Pikiran Rakyat

SELASA (PAHlNG) 23 JUNI 2009

Internet Masuk SD, Siapkah Kita?

SEORANG guru salah satu SD di Bandung bercerita dengan bangga kepada saya."Internet sudah masuk ke sekolah saya," tuturnya. Saya tanya pada beliau, apa yang dia ajarkan pada anak-anak kelasnya bapak ini kebetulan guru kelas dua. "Saya ajarkan untuk menggunakan Google, mesin pencari," katanya. Lalu? "Hebat sekali, de­ngan Google, kita bisa mencari apa saja. Tinggal klik-klik saja, lantas informasinya muncul di layar. Nah, sekarang anak-anak saya suruh menyelesaikan tugas sekolahnya dengan mencari informasi di Internet. Tidak cukup kan kalau hanya mengandalkan buku paket," kata bapak guru yang baik itu. Melihat kilau kebanggaan di mata beliau, saya tidak tega untuk mengekspresikan perasaan saya yang sesungguhnya cemas!

Di SD lain, kebetulan belum ada fasilitas Internet. Tetapi, demi mengejar ketertinggalan, guru lain mencari akal. "Memang tidak ada internet di se­kolah kami. Tapi bukan berarti saya tidak bisa mengajarkan in­ternet pada murid-murid," tutur guru ini. "Saya ajarkan bagaimana mencari informasi menggunakan kata-kata kunci seperti dalam Google, lalu saya minta mereka mencarinya di warnet " uiarnya. Warnet! "Apa Bapak menernani anak-anak masuk warnet?" tanya saya. "Oh, tidak perlu. Mereka bisa ke sana sendiri, toh warnet ada di mana-mana di Bandung ini," tuturnya bangga. Kali ini saya tidak bisa menyembunyikan kecemasan saya...

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:22 Read more...
 
E-mail

KOMPAS 3 FEBRUARI 2010

Era Keterbukaan Informasi, Siapkah?

Oleh Tantowi Yahya

Anggota Komisi I DPR

MEMASUKI awal 2010, sebuah era baru akan dimulai. Dalam waktu tiga bulan ke depart, setelah pada 1999 keran kebebasan pers dibuka dengan terbitnya UU Pokok Pers No 40 Tahun 1999, tahun ini (tepatnya Mei 2010), Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbu­kaan Informasi Publik (UU KIP) akan diberlakukan. UU yang disahkan pada 30 April 2008 ini merupakan salah satu terobosan besar DPR pe-riode 2004-2009 dalam memperkuat demokratisasi di Indonesia yang semakin matang. Mengapa?

Pertama, UU KIP memberi jaminan terbukanya akses informasi bagi masyarakat terhadap badan publik yang mendapat alokasi dana dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN), anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), bantuan luar negeri, dan dari himpunan dana masyarakat. UU KIP mewajibkan badan publik untuk memberi dan membuka akses informasi kepada masyarakat dengan pengecualian yang terbatas. Tidak ada alasan bagi badan publik untuk tidak melayani permintaan informasi yang menjadi milik publik. Sanksi pidana menanti, jika badan publik tidak menjalankan amanat UU KIP.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:21 Read more...
 


Page 15 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 79
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9127380
Jantung_Sekolah1.jpg

Kalender & Agenda

December 2019
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC