.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Literasi Informasi
E-mail

PIKIRAN RAKYAT, 03 NOVEMBER 2010

LITERASI DAN DEMOKRASI

Demokrasi yang sebe-

nar-benarnya adalah

mengajarkan semua

orang agar bisa berpikir

sendiri (Gandhi).

TINGKAT literasi suatu negara sangat erat ber-hubungan dengan tingkat sosial ekonomi negaranya. Tak heran jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerapkan tiga kriteria utama untuk mengukur indeks pertumbuhan manusia (human deve­lopment index atau HDI) dari setiap negara. Tiga kriteria uta­ma yang mereka gunakan adalah tingkat kesehatan, pendidikan, serta standar hidup. Untuk urusan pendidikan, kri­teria yang digunakan di antaranya tingkat melek baca tulis (literasi) orang dewasa di suatu negara. Dalam situs resmi UNDP mengenai HDI 2009, Indonesia berada di urutan 111 dari total 182 negara, atau termasuk negara dengan kategori medium human de­velopment alias sedang sedang saja. Satu kategori di atas level paling rendah.

Potret buram Indonesia saat ini adalah masih cukup banyak masyarakat Mta, khususnya di perdesaan, yang masih belum melek baca tulis. Hal ini juga diperburuk dengan tidak adanya data yang jelas menge­nai tingkat buta aksara, khu­susnya di Jawa Barat ("PR", 13/10). Jadi tidak mengejutkan kalau kita tertinggal jauh de­ngan Malaysia yang ada di peringkat 66.

Literasi mengalami evolusi secara dahsyat. Jika dahulu pengertian literasi itu terbatas hanya baca dan tulis, saat ini pengertian literasi adalah bagaimana cara seseorang memahami pesan yang disampaikan dengan media apa pun (multi-modal literacy). Media yang dimaksud bisa berupa visual seperti memahami simbol, gambar, film, kartun, atau au­dio seperti musik, dll. Dari definisi yang luas ini lantas orang yang bernyanyi rap, bermain musik, mengirim pe­san melalui SMS, menggunakan power point dengan canggih, anak-anak yang bermain game online juga ter­masuk orang-orang yang liter­ate. Dari sini pula muncul turunan literasi lainnya seperti critical literacy (baca tulis yang kritis), media literacy (praktik baca tulis dan ideologi media), digital literacy (baca tulis diera digital), dan banyak tu-runannya yang lain. Jika sebagian masyarakat kita masih berjuang untuk mencapai ting­kat literasi yang paling dasar, seperti yang terjadi di Garut ("PR", 28/10), literasi dibeber-apa negara maju telah berkembang mengikuti dinamikanya.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:28 Read more...
 
E-mail

REPUBLIKA, 30 NOVEMBER 2007

KNOWLEDGE-BASED ECONOMY

AMICH ALHUMAMI

Peneliti Sosial, Bekerja di Direktorat Agama dan Pendidikan Bappenas

Pembangunan telah mendorong proses transf ormasi sosial ekonomi secara fun­damental. Transformasi itu berlang-sung makin cepat seiring dengan kian menguatnya globalisasi ekonomi, yang melahirkan paradigma baru pembangunanl knowledge-based economy (KBE). Sudah sejak lama wacana pembangunan yang merujuk pada paradigma KBE ini mulai menggeser paradigma lama yang bertumpu pada modal fisik dan modal sumber daya alam.

Secara sederhana, KBE didefinisikan sebagai suatu aktivitas perekonomian yang bertumpu pada dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi [iptek] baik teknologi informasi maupun komunikasi. Iptek menjadi elemen utama KBE, yang beperan penting dan memberi sumbangan sigini-fikan pada pertumbuhan ekonomi. KBE berpijak pada tesis dasar ilmu penge­tahuan merupakan kunci dalam proses produksi sekaligus menjadi the driving factor of the econo­mic development. Jika pada abad-abad lampau tanah dan pabrik menjadi aset ekonomi paling berharga serta sumber utama kemakmuran dan kesejahteraan, maka sekarang ini ilmu pengetahuanlah yang menjadi aset ekonomi paling utama dan faktor determinan dalam menciptakan ke­makmuran dan kesejahteraan. Ilmu pengetahuan merupakan komponen sangat vital untuk membangun kapasitas dan meningkatkan produktivitas, melampaui kekuatan modal dan tenaga kerja.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:26 Read more...
 
E-mail

REPUBLIKA, 29 April 2010

Keterbukaan Informasi

HastoAtmojo

Dosen Sosiologi FISIP Universitas Nasional

Lengsernya rezim Orde Baru pada 1998 membuka sejarahbaru dalam tata kehidupan politik bangsa Indonesia. Perilaku po­litik negara dan pemerintah juga berusaha semakin menjauh dari citra represif dan otoriter. Reformasi politik usai Orde Baru tercatat sangat produktif melahirkan perundang-undangan yang secara substansial memuat makna pengakuan dan penghormatan terhadap hak dan kebebasan warga negara. Hakikatnya adalah elemen dasar kedaulatan rakyat dan demokrasi.

Bahkan, reformasi telah melahirkan langkah demistifikasi konstitusi dengan dilakukannya amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, suatu langkah politik yang tabu dilakukan pada masa kekuasaan rezim Orde Baru. Sejak itulah, semakin banyak produk hukum yang berse-mangatkan reformasi dihasilkan dengan menguatnya peran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan menguatnya akses masyarakat dalam proses legislasi. Kondisi tersebut meru-pakan modal dasar yang sangat berarti bagi penciptaan ruang publik yang bebas (free public sphere).

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:26 Read more...
 
E-mail

KOMPAS, 09 JUNI 2010

Keluasan Informasi dan .Keluasan Kearifan


"Dunia yang lebih terbuka dan terhubung adalah dunia yang lebih baik." Mark Zuckerberg, CEO dan Pendiri Facebook, "Newsweek" (14/6).

LAPORAN IPTEK

NINOK LEKSONO

Tak diragukan lagi, manusia yang hidup dewasa ini berkelimpahan informasi. Di satu sisi, itu berkah karena berbagai kebutuhan informasi dapat dipe-nuhi dengan mudah. Pada masa lalu, peneliti di negara berkembang sering ketinggalan dalam membuat makalah ilmiah ka­rena harus menunggu jurnal mutakhir yang tak bisa diperoleh secara cepat.

Namun, di balik berbagai kemudahan masa kini, ada pula.efek "banjir informasi" yang perlu disimak cermat Harian Inter­national Herald Tribune (IHT), Selasa (8/6), menurunkan laporan panjang tentang hal ini. Otak yang secara alamiah sudah me-rupakan sistem elektronik alami terpaksa harus ditata ulang.

Salah satu efek kebanjiran informasi di-alami oleh Kord Campbell, yang beberapa tahun silam (boleh jadi sebelum datangnya era push e-mail) kelewatan membaca secara rinci kotak surat elektroniknya selama 12 hari, padahal e-mail ini sangat penting ka­rena ada investor yang bermaksud membeli perusahaan internet start-up-nya.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:24 Read more...
 


Page 14 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 195
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9127078
DSCF8794.jpg

Kalender & Agenda

December 2019
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC