.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Literasi Informasi
E-mail

PIKIRAN RAKYAT, 8 MEI 2008

Media Komunitas, Literasi Masyarakat Maju

KEMAJUAN suatu bangsa menuntut pemberdayaan masyarakat ke arah kemajuan pula. Sebab, masyarakatlah motor penggerak peradaban bangsa. Dari sana lahir pusaran geneirasi yang akan mengendalikan bangsa ke arah tujuannya. Maka dari itu, nuansa dan tradisi yang mendukung pada terciptanya kualitas masyarakat maju perlu diupayakan. Salah satunya adalah tradisi literasi sebagai budaya keilmuan dan pengembangan seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada kalangan akademis tertentu, tetapi juga totalitas kelas masyarakat.

Mengapa tradisi literasi? Bukan wacana baru bahwa tradisi literasi di masyarakat menjadi fundamen kemajuan suatu bangsa. Hartoon-ian, salah satu politikus AS yang pernah diwawancarai wartawan perihal apa yang harus dilakukan oleh bangsa Amerika untuk mem-pertahankan supremasinya, menjawab, if we want to be a superpower we must have individuals with much higher levek of literacy.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 09:16 Read more...
 
E-mail

KOMPAS, SELASA, 23 NOVEMBER 2010

Literasi Memenangi Kehidupan

Awal abad XX ditandai oleh perang Ru-sia melawan Je­pang (1904-1905). Rusia kalah pada pertempuran laut di Selat Tsushima 27-28 Mei 1905.

Geoffrey Jukes, penulis The Russo-Japanese War 1904-1905, mengatakan, penentu hasil pe­rang itu bukanlah teknologi, tetapi tingkat literasi.

Hanya 20 persen personel militer Rusia bisa "membaca dan menulis". Akibatnya, banyak yang tidak mampu mengoperasikan secara benar persenjataan modern (saat itu) dan sistem telegraf nirkabel yang diimpor dari Jerman. Serangan Rusia sering salah sasaran karena salah mem­baca peta dan salah mengope-rasikan jaringan komunikasi.

Sebaliknya, hampir semua tentara Jepang tahu "membaca dan menulis". Mereka mahir menggunakan persenjataan militer modern dan memanfaatkan infrastruktur intelijen militer se­cara benar. Jepang bahkan sudah memodifikasi sistem telegraf nirkabel dari Jerman.

Read more...
 
E-mail

KOMPAS, SELASA, 23 NOVEMBER 2010

Literasi Memenangi Kehidupan

Awal abad XX ditandai oleh perang Ru-sia melawan Je­pang (1904-1905). Rusia kalah pada pertempuran laut di Selat Tsushima 27-28 Mei 1905.

Geoffrey Jukes, penulis The Russo-Japanese War 1904-1905, mengatakan, penentu hasil pe­rang itu bukanlah teknologi, tetapi tingkat literasi.

Hanya 20 persen personel militer Rusia bisa "membaca dan menulis". Akibatnya, banyak yang tidak mampu mengoperasikan secara benar persenjataan modern (saat itu) dan sistem telegraf nirkabel yang diimpor dari Jerman. Serangan Rusia sering salah sasaran karena salah mem­baca peta dan salah mengope-rasikan jaringan komunikasi.

Sebaliknya, hampir semua tentara Jepang tahu "membaca dan menulis". Mereka mahir menggunakan persenjataan militer modern dan memanfaatkan infrastruktur intelijen militer se­cara benar. Jepang bahkan sudah memodifikasi sistem telegraf nirkabel dari Jerman.

Read more...
 
E-mail

KOMPAS, RABU, 21 FEBRUARI 2007

MINAT BACA

Literasi Informasi Penting dalam Pembelajaran

JAKARTA, KOMPAS - Literasi informasi merupakan kemampuan atau keterampilan penting yang perlu diintegrasikan ke dalam pembelajaran di dalam kelas. Sayangnya, dalam dunia pendidikan peningkatan literasi informasi masih terkendala minimnya fasilitas perpustakaan di sekolah.

Dalam seminar "Melek Infor­masi sebagai Sebuah Kunci untuk Membangun Masyarakat Infor­masi" di Jakarta, Selasa (20/2), disebutkan pentingnya upaya menumbuhkan kesadaran melek informasi di semua level pendi­dikan. Bahkan, muncul gagasan membuat semacam panduan me-masukkan literasi informasi se­bagai bagian dari kurikulum.

Arya Gunawan dari UNESCO Jakarta—mewakili Direktur UNESCO Jakarta Hubert J Gijzen yang berhalangan Hadir mengungkapkan, melek informa­si .merupakan suatu bekal dasar.
Keterampilan itu mencakup kemampuan untuk menyadari kapan informasi dibutuhkan, mengidentifikasi informasi, mengidentifikasi sumber-sumber informa­si, mengakses informasi, mengevaluasi informasi secara kritis,
dan menggunakan informasi se­cara legal serta etis.

"Kemampuan menjelajah berbagai informasi dari buku bacaan atau internet, membacanya dengan kritis, dan membangun opini pribadi tertentu merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki peserta didik," ujarnya.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 08:29 Read more...
 


Page 13 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 111
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9126654
DSCF8768.jpg

Kalender & Agenda

December 2019
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC