.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Literasi Informasi
E-mail

JEJAKLANGKAH

Selalu Bangga dengan Batik


Senyum ramah terkembang dan sapaan hangat terlontar dari ' HokkySitungkirketikaditemui di kantornya, Bandung Fe Institute, Jalan Sarmadu Permai, Sarijadi, Kota Bandung, belum lama ini. Penam-pilannya rapi. Jaket batik membekap tubuhnya, tak mengurangi kesan ka-sual.

Bukan sebuah kebetulan bila Hok-ky mengenakan busana batik. Pakai-an khas Indonesia itu seolah menu wajib bagi ilmuwan muda berprestasi ini. Dalam banyak kesempatan dia mengenakannya. "Batik itu cantik, apalagi setelah mengetahui f ilosofi-nya," kata Hokky. Penerima Bakrie Award 2011 bidang sains ini mengaku semakin jatuh cinta pada batik sete­lah melakukan penelitian tentang kain asli Indonesia tersebut.

Melalui penelitian fisika batik, Hokky mendata sekitar 200-300 motif batik. Ratusan motif itu lantas dihi-tung dimensinya dan dilakukan uji hipotesis. Hasilnya, ternyata ditemukan karakteristik geometris fraktal dari dimensi dan polanya. Dari berbagai ribu motif batik, rupanya geometri fraktal masih konsisten, terrnasuk karya batik kontemporer.

Fraktal dapat diartikan benda geo­metris yang kasar pada segala skala dan terlihat dapat dibagi-bagi dengan cara yang radikal. Dalam penelitian tersebut, pada batik-batik tua yang diteliti tidak pernah ada lukisan yang tumpangtindih.

Read more...
 
E-mail

Personalisasi Kepemimpinan


Yasmi Adriansyah

Direktur Eksekutif Projecting

Indonesia, Mahasiswa PhD

Australian National University

Relasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa belakangan sempat menjadi headline di media massa. Tulisan reporta-searialitis ,di salah satu harian berbahasa Inggris (Signs point to Marty's isolation in the Palace, 26/12/11) menyiratkan adanya fe-nomena pengasingan menlu dari lingkar kekuasaan presiden. Menlu Marty digambarkan semakin kehilangan pengaruh dalam beberapa kegiatan kenegaraan yang berdimensi Iuar negeri yang notabene portofolio utama jabatannya. Bahkan, sempat pula muncul rumor pinggiran soal penggan-tian Menlu Marty.

Asumsi artikel ini diambil dari, pertama, sikap presiden yang lebih memilih bertanya kepada Dino Patti Djalal, Dubes RI untuk Ame-rika Serikat, tatkala melakukan konferensi pers KTT ASEAN di Bali, November 2011. Padahal, saat itu Menlu Marty dan Juru Bicara Presiden Teuku Faizasyah sudah 'siap di tempat'. Asumsi ke-dua adalah 'insiden' di saat pelantikan duta besar RI untuk negara-negara sahabat, Desember 2011. Menlu Marty tidak diletak-kan di barisan depan para menteri melainkan di barisan lain. Padahal, momen tersebut seharusnya men­jadi 'pertunjukan' Menlu Marty.

Isu-isu seperti ini sejatinya ti­dak terlalu Iuar biasa dalam konteks kebijakan publik. la terlalu personal. Sehingga, observasi dari artikel tersebut tidaklah perlu ditanggapi secara berlebihan, khu-susnya oleh jajaran pemerintahan SBY sendiri. Namun, ketika Sek-retaris Kabinet Dipo Alam merasa perlu memberikan Idarifikasi bah-wa "hubungan SBY dan Marty tidak retak" (Republika, 29 Desember 2011), publik justru men­jadi bertanya-tanya. Ada apa gerangan?

Read more...
 
E-mail

Peminat IBF Diyakini Melonjak

Ferry Kisihandi

Judul buku yang ditawarkan semakin banyak.

JAKAKTA Penyelenggaraan Islamic Book Fair (IBF) 2012 diyakini akan kembali menarik banyak pengunjung, bahkan akan melebihi jumlah tahun sebelumnya. Selain masyarakat umum, panitia sengaja mengundang pesantren dan organisasi Islam hadir dalam pameran yang akan berlangsung pada 9-18 Maret dan telah memasuki tahun ke-11. Lokasi pameran berada di Istora Senayan, Jakarta.

Ketua Panitia IBF ke-11 Khaerudin mengatakan, ada 1.280 undangan yang akan disampaikan ke pesantren dan organisasi Islam, sebanyak 800 di antaranya telah terkirim. Ini tak hanya pesantren di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadebotabek), tetapi juga di wilayah lain di Jawa Barat, seperti Tasikmalaya, Garut, dan Sukabumi.

Undangan dilayangkan pula ke pesantren di Jawa Tengah. Pada tahun lalu, banyak pula santri-santri pesantren dari sana yang hadir di IBF. "Kami berharap, mereka juga datang pada pameran tahun ini," kata Khaerudin di Jakarta, Selasa (7/2). Kerja sama dijalin pula dengan Pesantren Modern Gontor melalui majalah Gontor.

Dengan jaringan Gontor yang luas, jelas dia, semoga banyak santri dan mitra pesantren itu secara masif mendatangi Istora. Apalagi, tema yang diangkat pada IBF kali ini adalah "Kuat dan Mandiri dengan Pendidikan Islam". Khaerudin mengatakan, IBF menjadi sumber ilmu yang berlimpah karena banyak buku yang beredar di pameran itu.

Pengunjung bisa memperoleh buku yang dibutuhkan dan menuai ilmu. Tentu saja, ujar dia, ini menjadi salah satu bagian upaya mendorong pendidikan Islam dan melengkapi kian menjamurnya lembaga pendidikan berupa sekolah Islam. la mengatakan, pada IBF 2011, jumlah pengunjung mencapai 375 ribu orang.

Read more...
 
E-mail

Novel Sebagai Alat Perjuangan

DUNIA tulis menulis sudah akrab ditekuninya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Okky Puspa Madasari orangnya. Tulisan lepas seputar tema sosial ke-masyarakatan sering ia tuangkan di majalah dinding maupun majalah sekolahnya waktu itu.

"Saya sudah lama ingin jadi wartawan. Makanya saya mengasah dengan menulis tentang keadilan, kesemrawutan bangsa, sampai masalah-masalah yang merugikan orang lain," kata Okky saat ditemui di rumahnya, di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Timur, Sabtu (10/3).

Kesenangannya itu seperti-nya tidak pernah pudar. Per-jalanannya di bidang literasi itu kini mengantarkan Okky menjadi seorang novelis yang mulai diperhitungkan. "Wak­tu itu pikiranku sederhana, setidaknya sepanjang hidupku, bikin satu novel saja," ujarnya seraya tertawa.

Sejak memutuskan menekutawan selama tiga tahun ini menjadikan menulis sebuah rutinitas wajib. Dari 2010 hingga kini, sudah tiga novel ia buat. Yang agak membedakan Okky dengan novelis lain, semua karyanya merupakan ekspresinya dari kritik sosial yang tajam. la pun bercerita tentang suka duka saat membuat novel pertamanya. Meski setiap hari meluangkan waktu sedikitnya 3 jam untuk di depan komputer, tidak semua yang seharusnya dituangkan dalam tulisan mengalir. "Kadang seharian di depan laptop, tapi tidak menulis satu paragraf pun. Kadang lancar. Memang proses kreatifnya seperti itu. Yang penting kita asah terus," ujarnya menjelaskan proses karyanya.

Read more...
 


Page 2 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 90
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125061
DSCF8761.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC