.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Literasi Informasi
E-mail

Agar PRT Menjadi Posisi Bernilai

Nuriyati bagaimana langkah pertamanya di kota sebesar Hong Kong. Saat ituPada 1997, Dina masih bau kencur. Dia baru saja lulus SMU dan berniat menimba ilmu di Hong Kong.

Niatnya teguh menjadi bagian dari gelombang pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) ke Hong Kong, bukan sekadar mengumpulkan uang membantu orang tuanya di sebuah desa di daerah Malang. Dina berencana kelak bisa melanjutkan kuliah di Indonesia dengan tabungan dari penghasilannya selama di Hong Kong.

"Di masa itu, banyak hal yang bisa membuat orang-orang desa memberanikan diri sendirian pergi ke negara asing untuk membantu ekonomi keluarga. Saya tidak mungkin diam melihat panen yang gagal. Orang pergi ke luar negeri sering bu­kan pilihan, kadang keterpaksaan. Semua berujung pada masalah ekonomi. Banyak juga yang putus sekolah dan tak punya pilihan. Apalagi menuntut kuliah," kenang Dina di sebuah pusat perbelanjaan di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, kemarin.

Read more...
 
E-mail

Tonton Bukunya Baca Filmnya

Banyak banget, ya. Cowok banget pokoknya. Gue banget gitu Iho...he-he-he.." Cuplikan pembicaraan itu terdengar dari kerumunan beberapa perempuan yang merasa terpuaskan setelah menonton film Sang Penari: film yang diadaptasi dari trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.Yang dimaksud Oka Antara adalah salah satu aktor yang memerankan tokoh Rasus: figur sentral selain Srinthil dalam novel dan film itu.

Banyak orang bilang, Oka lu-a biasa di film itu. Seperti diakuinya sendiri, butuh 2 tahun untuk benar-benar meresapi peran Rasus. la juga benar-benar diet ketat demi mendapatkan tampilan fisik ala Rasus yang diprofilkan sebagai pemuda desa yang kurus karena miskin dan bodoh. Bahkan, seusai berakting di fflm ini, Oka mengaku menolak semua tewaran peran untuk film lainnya. "Sepanjang karier akting, output peran ini yang saya rasa paling maksimal. Karenanya, saya butuh waktu jeda untuk refleksi dan evaluasi diri," kata Oka dalam sebuah wawancara di televisi.

Iseng saya bertanya ke mereka, apakah para dara itu pernah membaca novelnya? Seperti saya duga, mereka tidak pernah membacanya. Pantas saja mere­ka cukup puas dengan performa Rasus dalam diri Oka. Sebab, bagi saya, meski mengaku sudah habis-habisan, tetap saja Rasus yang dipersonifikasikan Oka ti­dak seperti yang saya bayangkan saat Ahmad Tohari mendeskripsikan setiap lekuk gerak Rasus dalam novelnya. Dengan demikian, berbeda dengan cewek-cewek tadi, bagi saya Oka tidak cukup bagus untuk menjadi Rasus.

Read more...
 
E-mail

Sohor Sejak Berabad Lampau


Sejumlah nama ulama Indonesia telah terkenal sebagai cendekiawan Muslim di kawasan Asia dan dunia Islam sejak abad pertengahan. Murid mereka datang dari berbagai penjuru dan kitab karyanya terserak hingga mancanegara. Berikut beberapa di antaranya.

Abd Rauf bin Ali al-Jawi al-Fansuri (1615-1693)

Populer juga dengan mana Abdurrauf Sinkel merujuk pada asalnya dari Fansur, Sinkel, di wilayah pantai barat laut Aceh. Banyak yang menyebut moyang Abd Rauf berasal dari Persia yang datang ke kesultanan Samudra Pasai pada akhir abad ke-13, mereka kemudian menetap di Fansur (Barus), sebuah kota pelabuhan tua di pantai Sumatra Utara.

Dia mempelajari berbagai cabang ilmu agama, terutama tafsir, hadis, fikih, tasawuf tauhid, dan akhlak. Beberapa penulis mencatat, pengaruh paling besar dalam membentuk pola pikir dan pola sikap Abd Rauf berasaldari gurunya di Madinah, al-Kusyasyi dan al-Kurani, yang mengajarinya soal ta­sawuf dan ilmu-ilmu terkait lainnya, hingga akhirnya ia ditunjuk sebagai imam tarikat Syattariyah dan Qadiriyah. Setelah mengenyam pendidikan selama sekitar 19 tahun di Tanah Suci, Abd Rauf kembali ke Aceh pada sekitar tahun 1661.

Karya-karya yang dihasilkan Abd Rauf tidak terbatas pada satu bidang. Sebagian ahli mengatakan karya Abd Rauf yang fenomenal ada 21 buah. Satu berbentuk tafsir, dua kitab hadis, tiga buah berupa kitab fikih, dan 15 sisanya merupakan kitab tasawuf. Karya yang paling terkenal adalah kitab Tarjuman al-Mustafid. Sampai saat ini, kitab ini. dianggap sebagai kitab tafsir terlengkap pertama dalam bahasa Melayu yang pernah ada. Tafsir ini diduga disusun pada masa pemerin-tahan Safiatuddin. Ahli sejarah masih meneliti, apakah proses penyusunannya merupakan permintaan kesultanan Aceh atau atas inisiatif pribadi.

Read more...
 
E-mail

 

Perlu Itikad Baik Pemerintah

Manuskrip nusantara di ambang kepunahan jika tak dilakukan penyelamatan dari sekarang. Hal ini ditegaskan pakar filologi International Institute for Asian Studies, Leiden, Dick van der Meij. Menurutnya, lenyapnya manuskrip itu tinggal menghitung mundur. "Sangat sedikit mahasiswa yang berminat mempelajari, makin sedikit ahli yang menguasai bahasa ma­nuskrip, dan tak ada perhatian dari pemerintah, lengkap sudah," katanya.

Menurutnya, sangat aneh untuk negara sebesar Indonesia tak ada perhatian sedikit pun pada penyelamatan khazanah keilmuan sarjana mereka pada masa lampau. "Ada pro­gram, tapi hanya sporadis dan tidak didesain untuk berkelanjutan," tambahnya. Di sisi lain, dukungan pendanaan juga sangat minim.

Menurut Dick, banyak langkah yang bisa dilakukan asal pemerintah memang memiliki iktikad baik untuk turut menjaga pelestarian manuskrip. Misalnya, dengan membeli manu-skrip yang ada di masyarakat dengan harga layak untuk kemudian disimpan di museum. Sedangkan bagi mereka yang ingin menjaga-nya sendiri, pemerintah memberi fasilitas atau bimbingan. "Dengan begitu, mereka tak tertarik untuk mehjualnya pada pihak asing," katanya. la mengaku, beberapa kali menernu-kan manuskrip nusantara yang diperjualbelikan di toko benda antik di Belanda.

Di sisi lain, juga melakukan kaderisasi pengkaji naskah kuno. Berdasarkan pengamatannya, banyak mahasiswa Indonesia yang tertarik mempelajari naskah kuno. Hanya saja, mereka tak diberi ruang yang cukup. Mi­salnya, ketika mereka mengkajinya sebagai bahan skripsi, waktu yang diberikan sangat terbatas. "Padahal, untuk rnenelaah naskah kuno, tak bisa secara instan," tambahnya.

Read more...
 


Page 7 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 121
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124361
Dialog_Peradaban.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC