.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Literasi Informasi
E-mail

Lewat Maryam Melawan Diskriminasi

Berbagai peristiwa sosial di Tanah Air sepertinya menjadi sumber tema yang segar dan , bisa diolah Okky menjadi karya novel yang memukau, Rabu (7/3) Okky menyelesan novel ketiganya, Maryam, yang menyentuh. Tema yang diangkat adalah tentang toleransi keyakinan dengan kasus diskriminasi terhadap kelompok Ahmadiyah. "Sebelumnya tema keragaman beragama juga muncul di novel Entrok. Ada hal lain yang lebih disuarakan dalam Maryam, yaitu kelompok minoritas yang kehilangan haknya karena keyakinan yang mereka menganut," kata pengagum Pramoedya Ananta Toer ini. la pun membenarkan pemilihan tema Ahmadiyah karena akhir-akhir ini penanganan kasusnya semakin tidak jelas.

Dalam novel ini tokoh Maryam diceritakan sebagai penganut Ahmadiyah karena mengikuti orangtuanya sejak kecil. Maryam dan keluarganya mengalami setidaknya pengusiran besar-besaran selama dua kali. Enam tahun berlalu, tapi kejelasan mengenai nasib mereka tak kunjung datang.

Novel Maryam didahului dengan riset mendalam di Lorabok. Untuk mendapatkan data akurat, Okky mendatangi GedungTransito di Mataram, tempat sekitar 200 orang Ah­madiyah mengungsi. "Di sana saya menanyakan langsung kejadian yang mereka alami saat pengusiran, bagaimana kehidupan mereka di tempat pengungsian dan apa harapan mereka," jelasnya.

Read more...
 
E-mail

Kiswanti, si Pejuang Pendidikan Kaum Miskin


BAGI Kiswanti, buku telah mengubah hidupnya. Dengan cara sederhana, dia membuka mata orang-orang yang tidak beruntung menjadi nielek huruf dan haus ilmu pengetahuan. Dia berkeliling dengan sepeda onthel-nya di kampung Lebak Wangi untuk mempromosikan minat baca kepada anak-anak.

Ibarat-lilin terang yang menerangi jalan kegelapan dilakoni perempuan berputra dua ini meski ia bukan dari keluarga berpendidikan, Ayahnya petard guram dari Bantul dan ibunya penjual jamu keliling.

Perempuan Jawa kelahiran Desa Ngidikan, Bantul, Yogyakarta, 4 Desember 1963 itu bercerita usahanya itu terkait dengan latar belakang pendidikannya. la tidak bisa meneruskan pendidikan karena orang tuanya tidak mampu membayar SPP. la pun cuma belajar sampai kelas II SMA'di Bantul. la mencoba mengikuti kejar paket C, tapi tidak selesai. Pengalaman pahit itulah yang membuatnya berpikir. Tanpa uang, sulit mendapat pendidikan.

'Dendam' di masa lalu itu ditebusnya saat dia ke Jakarta pada 1980-an dan bekerja sebagai pembantu di sebuah keluarga dari Filipina pada 1989. Saat itu, gaji yang diperolehnya bukan berupa uang. Kiswanti meminta majikannya membelikan buku bermutu. Dia memperkirakan .gajinya saat itu Rp40.000 sampai Rp5O.OOO. Semuanya dibelikan buku.

Read more...
 
E-mail

Kampanye AntiKebodohan

PADA awal tahun 90-an, Gola Gong sempat membuat surat kabar komunitas yang dijalankan oleh anak-anak pelajar yang tertarik dengan dunia jurnalistik. Namun, karena berjalan tanpa surat izin usaha perdagangan (SIUP), keberadaan Banten Pos pada 1993 pun berujung pada pelaporan dirinya oleh beberapa wartawan pada masa itu ke pihak kepolisian.

"Kenapa orang enggak boleh belajar?" tantangnya waktu itu. Akhirnya, Banten Pos resmi ditutup setelah bertahan enam bulan. Tapi, bukan Gola Gong namanya kalau mundur karena digertak. Mimpi untuk bisa terus mengajari anak Indonesia agar bisa menulis pun terus muncul dalam tahun-tahun ke depan.

Mengambil metode pengajaran yang dilakukan di Rumah Dunia, yakni merangsang anak untuk menulis dengan cara menyenang-kan, Gong menghadirkan pelatihan menulis gratis ke berbagai kota dalam kemasan Gempa Literasi.

"Ini adalah kampanye menghancurkan kebodohan dengan menulis," jadasnya tentang program yang di-mulai pada 2011 itu. Di sini, ia dapat diundang untuk memberikan pelatihan dengan syarat peserta harus mengisi kegiatan dengan orasi literasi, pertunsjukan seni dalam bentukbaca puisi, bund, atau tari, dan mengadakan bazar buku. "Sebanyak 30% dari dana penjualan buku itulah yang saya gunakan untuk transportasi dan penginapan."

Ternyata, keinginan untuk mengguncang pemikiran dengan langkah-langkah menulis juga menular pada warga Indonesia diluar negeri. Pada Maret mendatang, Gola Gong akan mengguncang lebih dari 10 negara lewat Gempa Literasi Asia.

Read more...
 
E-mail

Kalau Sains Tak Berguna Tinggalkan Saja

Hokky Situngkir pernah mengejutkandunia sains Indonesia lewatTeori Fraktal Batik. Namanya kembali mencuat seusai berhasil menelusuri "DNA" lagu-lagu Nusantara lewat pemodelan menggunakan pendekatan ilmu fisika. Penelitian inilah yang menegaskan/? Asa Sayange sebagai lagu asli Indonesia, bukan milik Malaysia sebagaimanadiklaim negara itu.

memperhatikan agaknya memang jalan hidup Hokky Situngkir. Ketika mengenyam bangku kuliahTeknikElektro InstitutTeknologi Bandung, pria kelahiran Siantar, Sumatera Utara ini mulai berkutat dengan dunia itu. Hokky merupakan salah satu pendiri Bandung Fe Institute, kelompok ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu. Menariknya, di tangan sosok yang lekat dengan ilmu kompleksitas sosial ini, penelitian tak sebatas di ilmu eksakta. Kesenian dan kebudayaan tak luput dari perhatiannya. Dia, misalnya, menelurkan peta lagu daerah dan melahirkan Gerakan Sejuta Data Budaya. Berikut wawancara dengan cucu mendiang komposer besar Indonesia, L Manik ini: Apa prinsip dasar penciptaan peta lagu daerah Indonesia? Penelitian ini untuk membedah sebuah lagu secara mekanika statistika. Metode ini mengupas lagu dengan rumus-rumus tertentu salah satunya fisika. Untuk mengetahui "DNA" lagu, kita perlu mengetahui satuan inf ormasi terkecil yang dapat menghasilkan perbedaan rasa setiap lagu. Jadi kami mencari satuan inf ormasi dasar dari sebuah lagu, yakni sekuens nada. Dengan bantuan berbagai pihak, kami (ilmuwan Bandung Fe Institute) mengawali dengan mengumpulkan lagu-lagu daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Read more...
 


Page 5 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 124
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125314
DSCF8768.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC